Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Skripsi Manajemen: Analisis Lay Out Fasilitas Unit Pelayanan di PDAM

Judul Skripsi : Analisis Lay Out Fasilitas Unit Pelayanan di PDAM Sragen

 

A. Latar Belakang

Setiap perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur memerlukan sarana fisik berupa bangunan untuk mendukung semua kegiatan. Perancangan bangunan dengan mempertimbangkan beberapa aspek seperti sistem pencahayaan, kelistrikan, system komunikasi, suasana kerja dan sebagainya, yang digunakan sebagai tempat pelayanan, administrasi dan sarana penunjang lainnya. Oleh karena itu perencanaan fasilitas sangat penting, untuk mendukung efisiensi dan memperlancar sistem pelayanan serta kinerja karyawan sehingga ada beberapa faktor yang berpengaruh salah satunya adalah faktor penerapan strategi perencanaan tata letak ruang fasilitas pelayanan.

Evaluasi Lay Out fasilitas pelayanan merupakan komponen dasar yang penting dalam kegiatan pelayanan pelanggan. Dikarenakan tata letak yang kurang seimbang terkadang mengakibatkan manusia cepat lelah sehingga pelayanan kepada pelanggan menurun. Maka dengan adanya keadaan yang nyaman serta fasilitas yang memadai dapat memberikan rasa puas bagi karyawan. Kepuasan kerja mempunyai arti yang sangat besar, karena dapat membangkitkan moral serta memperlancar karyawan dalam bekerja melayani pelanggan, dan akan menciptakan suatu keadaan yang terstruktur dan dapat meningkatkan produktivitas perusahaan.

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana penerapan tata letak fasilitas pelayanan dengan metode Activity Relationship Chart ?
  2. Bagaimana optimalisasi tata letak fasilitas pelayanan pada perusahaan PDAM Sragen ?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Lay Out

Dalam membuat Lay Out fasilitas sangat perlu direncanakan dan diatur dengan baik. Agar para karyawan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik serta pelayanan terhadap pelanggan akan berjalan dengan lancar. Menurut Sumanyang ( 2003:133 ) Lay Out adalah tatanan secara fisik dari suatu terminal kerja beserta peralatan dan perlengkapan yang mengacu pada proses produksi. Jadi Lay Out merupakan keseluruhan bentuk dan penempatan fasilitas yang diperlukan dalam proses produksi atau pengaturan peralatan yang ada dalam perusahaan sehingga mencapai efisiensi.

Pengertian pelayanan

Adapun Hutabarat ( 2002 ) pelayanan yaitu proses pelaksanaan jasa oleh yang melayani langsung kepada yang dilayani dengan menggunakan barang atau alat menyediakan informasi yang membuat konsumen dipermudah dan nyaman untuk menggunakan fasilitas menjadi bagian dari keseluruhan makna pelayanan.

Pelayanan pelanggan

Pada umumnya kualitas pelayanan akan mendorong kepuasan serta loyalitas pelanggan dan perusahaan Loyalitas pelanggan akan berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan perusahaan dan dapat mendorong penciptaan nilai pelayanan eksternal perusahaan yang nantinya menimbulkan kepuasan pelanggan. Menurut Tjiptono ( 2001:58 ) Pelayanan kepada pelanggan mempunyai atribut yang dapat dirangkum dalam akronim comfort, yaitu :

  1. Caring (kepedulian)
  2. Abservant (suka memperhatikan)
  3. Mendfull (cermat/hati-hati)d. Friendly (ramah)
  4. Obliging (bersedia membantu)
  5. Responsible (tanggung jawab)
  6. Tactful (bijaksana)

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu, dengan menentukan Activity Relationship Chart (ARC) lalu mengkonversikan ke dalam worksheet dan diagram keterkaitan kegiatan, sehingga dapat mengetahui aktivitas apa saja yang saling berkaitan, selanjutnya menentukan Lay Out usulan. Dari Lay Out usulan diketahui jarak antar ruang rekening dengan ruang keuangan yang ditempuh sejauh 11.1 m setelah direvisi menjadi 1.5 m. Hal ini menunjukan bahwa Lay Out usulan lebih optimal dibandingkan Lay Out awal.

 

E. Kesimpulan

  1. Tata letak awal penempatan ruang unit pelayanan pelanggan PDAM Sragen menunjukan bahwa ruang rekening dengan ruang kasir dan keuangan berjauhan, Hal tersebut perlu dilakukan revisi, karena kurang memperhatikan urutan proses operasinya. Sehingga perlu ditempatkan bersebelahan.
  2. Jarak antara ruang rekening dan ruang keuangan yang ditempuh sebelum revisi sejauh 11.1 m dan setelah dilakukan revisi sejauh 5 m besarnya nilai penurunan jarak antar ruang yang mengalami perubahan letak sebesar 9.6 m . Hal ini menunjukan bahwa tata letak usulan lebih efisien dan optimal dibandingkan tata letak awal.

 

Contoh Skripsi Manajaman

  1. Perceived Organizational Support Sebagai Pemediasi Pengaruh Keadilan Prosedural
  2. Analisis Lay Out Fasilitas Unit Pelayanan Di Pdam Sragen
  3. Pengaruh Perubahan Capital Adequacy Ratio (Car) Terhadap Perubahan Kredit
  4. Analisis Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Jasa pada PT. FBC Indonesia
  5. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Underpricing Pada Penawaran Umum Perdana