Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Skripsi Ilmu Sosial: Pemetaan Bidang Tanah utk Pembuatan Sertipikat Hak Atas Tanah

Judul Tesis: Pemetaan Bidang Tanah untuk Pembuatan Sertipikat Hak Atas Tanah dengan Sistem Informasi Geografis (SIG)

 

A. Latar Belakang

Fungsi tanah sangat penting dan diutamakan sebab mempunyai arti tersendiri baik secara sempit maupun luas, karena tanah tersebut merupakan modal bagi kehidupan suatu keluarga dan manusiapun merasa aman untuk tinggal (rumah, bangunan tempat usaha), tempat bercocok tanam dan sebagai harta kekayaan. Keluarga yang memiliki tanah yang luas maupun yang sempit baik berupa tanah kering maupun tanah basah harus memiliki tanda bukti kepemilikan tanah itu secara sah, sebab dengan memiliki tanda kepemilikan tersebut nilai tanah dapat meningkat.

Masalah pertanahaan dari dulu sampai sekarang merupakan masalah yang sering terjadi dan penyelesaiannya kadang berakhir dengan sengketa. Baik yang langsung berhubungan dengan pengadilan maupun sebatas pada keluarga sendiri yang hanya disebabkan oleh masalah atas status hak kepemilikan. Hal tersebut merupakan dampak dari perkembangan pembangunan yang membutuhkan sebagian dari tanah warga dan meningkatnya jumlah penduduk yang tidak seimbang dengan luas tanah. Untuk menjamin kepastian hukum hak atas tanah, pemerintah mengadakan kegiatan pendaftaran tanah. Dalam kegiatan ini pemilik tanah dapat ikut serta mendaftarkan tanahnya untuk didata di kantor pertanahan sehingga dapat diketahui batas bidang tanahnya serta luas tanahnya.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana cara melakukan pengukuran bidang tanah yang benar?
  2. Hambatan apa yang timbul dalam melaksanakan pengukuran?

 

C. Landaan Teori Tesis

Pengertian Sertipikat Hak Atas Tanah

Sertipikat adalah surat tanda bukti hak sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 ayat (2) huruf c UUPA untuk hak atas tanah, hak pengelolaan, tanah wakaf, hak milik atas satuan rumah susun dan hak tanggungan yang masing-masing sudah dibukukan dalam buku tanah yang bersangkutan (PP No. 24 Tahun 1997). Sertipikat diberikan bagi tanah-tanah yang sudah ada surat ukurnya ataupun tanah-tanah yang sudah diselenggarakan pengukuran. Sertipikat merupakan alat pembuktian yang kuat baik subyek maupun obyek dari hak atas tanah. Sertipikat hanya boleh diserahkan kepada pihak yang namanya tercantum dalam buku tanah yang bersangkutan sebagai pemegang hak atau pihak lain yang dikuasakan.

 

Hak Milik

Hak milik adalah hak turun-temurun terkuat dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah, dengan mengingat ketentuan dalam pasal 6 (Undang-Undang Nomor 5 tahun 1960 pasal 20 ayat 1 tentang UUPA). Hak milik bersifat terkuat dan terpenuh maksudnya adalah pemberian sifat ini tidak berarti bahwa hak itu merupakan hak yang mutlak, tak terbatas dan tidak dapat diganggu gugat melainkan untuk membedakan dengan hak lain yaitu hak guna usaha, hak guna bangunan, hak pakai dan lain-lain. Hanya warga Negara Indonesia yang mempunyai hak milik. Hak milik tersebut dapat beralih dan dialihkan, beralih berarti hak milik tersebut dapat diwariskan sedangkan dialihkan berarti dapat diubah ke hak yang lain, misalnya hak sewa, hak pakai, hak guna usaha dan lain-lain. Hak milik hapus apabila tanahnya jatuh kepada negara karena pencabutan hak berdasarkan pasal 18, penyerahan dengan sukarela oleh pemiliknya, karena diterlantarkan dan tanahnya musnah (Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 pasal 27 a dan b tentang UUPA).

Pengertian Pengukuran Bidang Tanah

Pengukuran bidang tanah adalah proses pemastian letak batas satu atau beberapa bidang tanah berdasarkan permohonan pemegang haknya atau calon pemegang hak baru yang letaknya saling berbatasan atau terpencar dalam satu desa / kelurahan dalam rangka penyelenggaraan pendaftaran tanah(PMNA/KBPN No.3 Tahun 1997).

 

D. Metode Penelitian

Lokasi penelitian berada di Kantor Pertanahan Kabupaten Boyolali. Penelitian ini dilakukan pada saat pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan yang dilaksanakan pada tanggal 29 Januari 2007 sampai dengan 15 Maret 2007.

Data spasial yang digunakan yaitu peta situasi bidang tanah Desa Dibal Kecamatan Ngemplak.

Data atribut yang digunakan yaitu pemilik bidang tanah yang mendaftarkan tanahnya untuk diterbitkan sertipikat.

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan studi kepustakaan.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif.

 

E. Kesimpulan

  1. Proses pengukuran bidang tanah milik Triyono Desa Dibal Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali dilakukan dengan menggunakan metode terrestrial secara polar dengan unsur sudut dan jarak.
  2. Pelaksanaan pengukuran dan pemetaan bidang tanah masih terdapat hambatan-hambatan yang dihadapi antara lain :
    1. Batas pemilikan bidang tanah tidak jelas menyebabkan sengketa dengan pemegang hak yang berbatasan maka pelaksanaan pengukuran ditunda menunggu kesepakatan kedua belah pihak.
    2. Data ukuran lapangan yang tidak lengkap menyebabkan bidang tanah tidak dapat digambar dan harus melakukan pengukuran ulang.

 

Contoh Tesis Ilmu Sosial

  1. Pemetaan Obyek Wisata Kawasan Candi Gedong Songo di Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang
  2. Pemetaan Bidang Tanah untuk Pembuatan Sertipikat Hak Atas Tanah
  3. Integrasi Penginderaan Jauh dan Teknologi Sistem Informasi Geografis untuk Pemetaan Perubahan
  4. Pelaksanaan Pendaftaran Peralihan Hak Milik Atas Tanah Karena Warisan dikantor Pertanahan
  5. Peranan Rumah Damai dalam Menanggulangi Tindak Pidana Narkotika