Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Skripsi Hukum: Alat Bukti Keterangan Ahli olh Hakim dlm Memeriksa dn Memutus Tindak Pidana

Judul Skripsi : Penggunaan Alat Bukti Keterangan Ahli oleh Hakim Pengadilan Negeri Mungkid Magelang dalam Memeriksa dan Memutus Tindak Pidana Pencurian Benda Purbakala

 

A. Latar Belakang

Hukum memiliki berbagai tujuan, diantaranya yaitu untuk menciptakan ketertiban dan keamanan. Manusia diharapkan untuk berperilaku sesuai dengan ketentuan hukum yang ada agar tercapai ketertiban dan keamanan. Namun, tidak selamanya manusia berperilaku tertib hukum, ada kalanya manusia justru melanggar ketentuan hukum yang berlaku.

Pembuktian merupakan masalah yang memegang peranan penting dalam proses pemeriksaan di sidang pengadilan, dimana Jaksa Penuntut Umum yang mendakwakan seseorang dihadapan persidangan, berupaya untuk membuktikan kebenaran dari dakwaannya. Melalui pembuktian, akan ditentukan nasib dari terdakwa. Apabila hasil pembuktian dengan alat-alat bukti yang ditentukan oleh undang-undang tidak cukup membuktikan kesalahan yang didakwakan kepada terdakwa oleh Jaksa Penuntut Umum, maka terdakwa dibebaskan dari hukumannya. Namun, jika kesalahan terdakwa dapat dibuktikan berdasarkan dakwaan dan alat-alat bukti yang sah maka terdakwa dinyatakan bersalah.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana penggunaan alat bukti keterangan Ahli oleh Hakim Pengadilan Negeri Mungkid Kabupaten Magelang dalam menangani kasus tindak pidana pencurian benda purbakala?
  2. Bagaimana kekuatan alat bukti keterangan Ahli tersebut dalam tindak pidana pencurian benda purbakala yang ditangani oleh Hakim Pengadilan Negeri Mungkid Kabupaten Magelang?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Mengenai Pengertian Pembuktian

Dalam Perkara Pidana Pembuktian merupakan titik sentral dalam pemeriksaan perkara di sidang pengadilan. Pembuktian adalah ketentuan-ketentuan yang berisi penggarisan dan pedoman tentang cara-cara yang dibenarkan oleh undang-undang dalam membuktikan kesalahan yang didakwakan kepada terdakwa. Pembuktian juga e mengenai alat-alat bukti yang dibenarkan oleh undang-undang yang boleh dipergunakan Hakim dalam membuktikan kesalah terdakwa. Persidangan pengadilan tidak boleh semena-mena dalam membuktikan kesalah terdakwa.

Pengertian Keterangan Ahli

Sebagai Alat Bukti Menurut Pasal 186 KUHAP, keterangan ahli adalah apa yang seorang ahli nyatakan di sidang pengadilan. Keterangan tersebut diberikan setelah mengucapkan sumpah atau janji dihadapan hakim. Keterangan ahli dapat diberikan dalam dua bentuk, yaitu bentuk tertulis dan lisan, dimana keterangan itu diberikan oleh ahli yang bersangkutan di depan sidang Pengadilan (Faisal Salam, 2001: 298)

Pengertian Tindak Pidana

Prof. Moeljatno, SH telah memakai istilah perbuatan pidana yang dirumuskan sebagai berikut: “peraturan yang oleh aturan hukum pidana dilarang dan diancam oleh pidana, barang siapa yang melanggar laranganlarangan tersebut”(M. Sudradjad Bassar, 1984: 2). Perbuatan pidana adalah perbuatan yang melawan hukum, dan juga meresahkan dan merugikan masyarakat. Karena hal ini bertentangan dan menghambat akan terlaksananya tata dalam pergaulan dalam masyarakat yang dianggap baik dan adil.

 

D. Metode Penelitian Skripsi

Penelitian ini termasuk penelitian empirik yang bersifat deskriptif dengan mengunakan data primer dan data sekunder, dimana Penulis mengumpulkan datadata yang diperoleh di Pengadilan Negeri Mungkid Kabupaten Magelang secara langsung dari Hakim melalui melalui wawancara serta studi dokumen. Kemudian dari semua data yang terkumpul dilakukan analisa interaktif dengan teknik analisis yang bersifat kualitatif.

 

E. Kesimpulan

  • Penggunaan alat bukti keterangan ahli oleh Hakim Pengadilan Negeri Mungkid Kabupaten Magelang dalam memeriksa dan memutus tindak pidana pencurian benda purbakala.

Alat bukti keterangan ahli dipergunakan oleh Hakim Pengadilan Negeri Mungkid Kabupaten Magelang dengan maksud untuk membuat terang suatu perkara. Penggunaan alat bukti keterangan ahli ini sangat intensif, dimana dalam proses pembuktian perkara pidana adalah dengan maksud agar hakim memperoleh pangetahuan yang lebih mendalam mengenai sesuatu hal yang dimiliki oleh seorang ahli untuk membuat terang suatu perkara.

  • Kekuatan alat bukti keterangan ahli dalam tindak pidana pencurian benda purbakala oleh Hakim Pengadilan Negeri Mungkid Kabupaten Magelang.

Keterangan ahli sebagai salah satu alat bukti dalam KUHAP sifatnya tidak mengikat Hakim Pengadilan Negeri Mungkid Kabupaten Magelang, karena Hakim tidak hanya menggunakan alat bukti keterangan ahli sebagi satu-satunya alat bukti untuk menjatuhkan putusan kepada terdakwa. Hal ini sesuai dengan Pasal 183 KUHAP, yaitu bahwa Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada seseorang kecuali apabila dengan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah ia memperoleh keyakinan bahwa suatu tindak pidana bener-benar terjadi dan bahwa terdakwalah yang bersalah melakukannya. Alat bukti keterangan ahli ini kaberadaannya dapat dikesampingkn oleh Hakim, jadi tidak sepenuhnya mengikat Hakim.

 

Contoh Tesis Hukum

  1. Peranan Intelijen Kejaksaan Negeri Sukoharjo dalam Pengungkapan Dugaan Tindak Pidana Korupsi
  2. Penggunaan Alat Bukti Keterangan Ahli oleh Hakim Pengadilan Negeri Mungkid Magelang dalam Memeriksa dan Memutus Tindak Pidana Pencurian Benda Purbakala
  3. Studi Komparasi Pertanggungjawaban Pidana Delik Perdagangan Orang Ditinjau dari KUHP dan Uu Ri No. 21
  4. Upaya Pembuktian Dalam Penuntutan Tindak Pidana Penganiayaan yang Menyebabkan Luka Berat
  5. Penerapan Dissenting Opinion dalam Proses Pengambilan Putusan Perkara Korupsi Pengadaan

Incoming search terms: