Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Skripsi Ekonomi: Perataan Laba dan Faktor Pengaruh Perusahaan Manufaktur

Judul Skripsi : Analisis Perataan Laba dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta (2000 – 2004)

 

A. Latar Belakang Skripsi

Perataan laba merupakan normalisasi laba yang dilakukan secara sengaja untuk mencapai trend atau level tertentu (Belkaoui, 1984). Menurut Beidelman (1973) bahwa usaha yang disengaja untuk meratakan atau memfluktuasikan tingkat laba sehingga pada saat sekarang dipandang normal bagi suatu perusahaan. Dalam hal ini perataan laba menunjukkan suatu usaha manajemen perusahaan untuk mengurangi batas-batas yang diijinkan dalam praktik akuntansi dan prinsip manajemen yang wajar. Perataan laba dapat didefinisikan sebagai suatu sarana yang digunakan manajemen untuk mengurangi variabilitas uruturutan target yang terlihat, karena adanya manipulasi variabel-variabel akuntansi semu atau transaksi riil (Konch dalam Salno dan Baridwan, 2000). Sementara Beidlemen (dalam Chariri dan Ghozali, 2001: 326) mendefinisikan bahwa perataan laba sebagai usaha yang disengaja untuk meratakan atau memfluktuasikan tingkat laba sehingga pada saat sekarang dipandang normal bagi perusahaan.

Penelitian ini merupakan replikasi dari Mastika (2005), meneliti faktorfaktor yang dapat dikaitkan dengan terjadinya praktik perataan laba dengan mengambil sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ. Variabel dependen yang diuji yaitu besaran perusahaan, Net Profit Margin, Operating Profit Margin, dan Return on Asset yang memiliki pengaruh pada praktik perataan laba yang dilakukan perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta. Penulis tertarik untuk meneliti kembali beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi perataan laba yaitu besaran perusahaan, Net Profit Margin, Operating Profit Margin, Return on Asset dengan menambah rentang waktu yaitu selama 5 tahun (2000 – 2004) sehingga penelitian ini memberikan kontribusi untuk menguji apakah terjadi penguatan konsistensi terhadap teori maupun penelitian yang ada selama ini atau sebaliknya. Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian ini akan mengambil judul Analisis Perataan Laba dan Faktor- Faktor yang Mempengaruhi pada Perusahaan Manufaktur di BEJ (2000 – 2004).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah besaran perusahaan berpengaruh terhadap praktik perataan laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ?
  2. Apakah Net Profit Margin berpengaruh terhadap praktik perataan laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ?
  3. Apakah Operating profit margin berpengaruh terhadap praktik perataan laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ?

 

C. Landasan Teori

Laba

Konsep laba sebagai pengukuran yang fundamental terus menerus menghadapi tantangan, akan tetapi dilihat dari sudut perspektif informatif konsep laba jelas menggambarkan kegiatan akuntansi. Konsep laba tersebut adalah:

  • Laba sebagai pengukur efisiensi

Efisiensi mempunyai arti yang nyata, paling tidak dalam konsep. Salah satu interpretasi dari efisiensi adalah kemampuan menghasilkan output secara maksimum, relatif terhadap sejumlah resources tertentu atau suatu output yang konstan dengan pemakai resources yang minimal, atau kombinasi dari harga tertentu sehingga menghasilkan return maksimal bagi pemilik perusahaan.

  • Laba sebagai alat ramal

FASB Statement of Financial Concept No. 1 menyatakan bahwa investor, kreditor, dan pihak lainnya ingin menilai prospek arus masuk kas bersih perusahaan, tetapi mereka sering menggunakan laba untuk membantu mereka mengevaluasi daya laba (earning power), meramal laba yang akan dating atau memberikan pinjaman kepada perusahaan.

Manajemen Laba

Perataan laba (income smoothing) terkait erat dengan konsep manajemen laba (earnings management). Penjelasan konsep manajemen laba menggunakan pendekatan teori keagenan (agency theory) yang menyatakan bahwa praktik manajemen laba dipengaruhi oleh konflik kepentingan antara manajemen (agent) dan pemilik (principal) yang timbul ketika setiap pihak berusaha untuk mencapai atau mempertahankan tingkat kemakmuran yang dikehendakinya. Dalam hubungan keagenan, manajemen memiliki asimetri informasi terhadap pihak-pihak eksternal perusahaan, seperti investor dan kreditor.

Pengertian Perataan Laba

Perataan laba didefinisikan sebagai pengurangan dengan sengaja fluktuasi dari berbagai tingkatan laba (Belkauoli, 1999:186). Menurut Fudenberg dan Tirole (1995), perataan laba adalah proses manipulasi waktu terjadinya laba atau laporan laba agar laba yang dilaporkan kelihatan stabil.

 

D. Metode Penelitian

Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang listing (dari tahun 2000-2004) di BEJ.

Teknik penarikan sampel penelitian ini adalah dengan menggunakan metode purposive judgement sampling yaitu sampel dipilih atas dasar kesesuaian karakteristik sampel dengan kriteria pemilihan sampel yang telah ditentukan.

 

E. Kesimpulan

Besaran Perusahaan

Perhitungan statistik menunjukkan bahwa variabel harga (X) tidak berpengaruh terhadap praktik perataan laba. Terbukti dari hasil uji logistic regression secara serentak dengan nilai probabilitas (ρ-value) sebesar 0,2878 lebih besar dari 0,05 dan logistic regression secara bertahap pada tahap kedua sebesar 0,2952 dan tahap ketiga sebesar 0,2992 masih lebih besar dari 0,05. Dengan demikian Ho yang berbunyi “besaran perusahaan tidak berpengaruh terhadap praktik perataan laba” dapat diterima.

Net Profit Margin

Perhitungan statistik menunjukkan bahwa variabel harga (X2) tidak berpengaruh terhadap praktik perataan laba. Terbukti dari hasil uji logistic regression secara serentak dengan nilai probabilitas (ρ-value) sebesar 0,6273 lebih besar dari 0,05. Dengan demikian Ho2 yang berbunyi “net profit margin tidak berpengaruh terhadap praktik perataan laba” dapat diterima.

Operating Profit Margin

Perhitungan statistik menunjukkan bahwa variabel harga (X3) berpengaruh terhadap praktik perataan laba. Terbukti dari hasil uji logistic regression secara serentak dengan nilai probabilitas (ρ-value) sebesar 0,0688 lebih besar dari 0,05 dan logistic regression secara bertahap pada tahap kedua sebesar 0,0536, tahap ketiga sebesar 0,0284 dan tahap keempat sebesar 0,0247 lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian Ho3 yang berbunyi “operating profit margin tidak berpengaruh terhadap praktik perataan laba” tidak dapat diterima (ditolak).

 

Contoh Skripsi Ekonomi

  1. Analisis Perataan Laba dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek
  2. Analisis Perbedaan Risiko Sistematik,Volatilitas Harga dan Likuiditas Perdagangan Saham
  3. Faktor yang Mempengaruhi Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan Pada Perusahaan
  4. Hubungan Biaya Keagenan, Resiko Pasar dan Kesempatan Investasi dengan Kebijakan Dividen
  5. Analisis Rasio Keuangan