Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Skripsi Ekonomi: Pengaruh Asset Growth trhdp Beta Saham pd Perusahaan Manufaktur

Judul Skripsi : Pengaruh Asset Growth, Debt To Equity Ratio, Return On Equity dan Earning Per Share terhadap Beta Saham pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta Periode 2002-2004

 

A. Latar Belakang

Semua investasi mengandung unsur ketidakpastian atau risiko. Pemodal atau investor tidak tahu dengan pasti hasil yang akan diperoleh dari investasi yang dilakukan. Dalam keadaan semacam itu dikatakan bahwa pemodal tersebut menghadapi resiko dalam investasi yang dilakukannya. Pada situasi ketidakpastian pemodal hanya bisa mengharapkan tingkat resiko yang akan muncul. Mereka tidak dapat mengetahui dengan pasti tingkat keuntungan yang akan diperoleh. Ketidak pastian atau resiko investasi tersebut diukur dengan penyebaran nilai tingkat keuntungan di sekitar nilai tingkat keuntungan yang diharapkan. Ukuran penyebaran ini adalah deviasi standar atau Variace. Karena itu resiko mempunyai dua dimensi, yaitu menyimpang lebih besar atau lebih kecil dari yang diharapkan.

Para pemodal akan melakukan diversifikasi investasi agar dapat mengurangi resiko yang akan mereka tanggung. Mereka mengkombinasikan berbagai sekuritas dalam investasi mereka. Dengan kata lain, mereka membentuk porofolio. Jadi portofolio tidak lain adalah sekumpulan kesempatan investasi dengan tujuan untuk menurunkan tingkat resiko.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah asset growth berpengaruh terhadap Beta saham sesudah koreksi?
  2. Berapa besar tingkat pengaruh asset growth terhadap Beta saham sesudah koreksi?
  3. Apakah debt to equity ratio berpengaruh terhadap Beta saham sesudah koreksi?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Beta Saham

Resiko dalam hal ini ditunjukkan dengan Beta (adalah merupakan koefisien regresi antara dua variabel, yaitu kelebihan tingkat keuntungan portofolio pasar (excess return of market portifolio), dan kelebihan keuntungan suatu saham (excess return of stock).

 

Perdagangan Tidak Sinkron

Perdagangan tidak sinkron juga sering terjadi dalam satu hari perdagangan. Perdagangan sinkron terjadi jika beberapa sekuritas hanya diperdagangkan pada pagi hari saja yang harganya kemudian dibawa sampai pasar ditutup yang kemudian harga tersebut digunakan untuk menghitung indeks pasar pada pagi hari itu. Bias ini terjadi karena anggapannya indeks pasar dihitung dari harga-harga sekuritas yang diperdagangkan sampai detik terakhir pasar ditutup pada hari itu. Karena masalah perdagangan tidak sinkron disebabkan oleh masalah periode waktu, maka masalah ini juga disebut dengan periodicity problem dan intervalling problem.

 

Beta untuk Pasar Modal Berkembang

Beta untuk pasar modal yang berkembang perlu disesuaikan. Alasannya adalah Beta yang belum disesuaikan masih merupakan Beta yang bias disebabkan oleh perdagangan yang tidak sinkron (non-synchronous trading). Perdagangan tidak sinkron ini terjadi di pasar yang transaksi perdagangannya jarang terjadi atau disebut dengan pasar yang tipis (thin market).

Contoh Skripsi Ekonomi

  1. Pengaruh Asset Growth, Debt To Equity Ratio, Return On Equity dan Earning Per Share
  2. Pengaruh Penanaman Modal Asing dan Ekspor terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Negara – Negara Muslim : 2004-2005
  3. Pengaruh Tenaga Kerja, Ekspor dan Inflasi terhadap Penanaman Modal dalam Negeri (PMDN) di Propinsi
  4. Pengaruh Tingkat Suku Bunga dan Bagi Hasil terhadap Deposito Mudharabah ( Bank Syariah Mandiri )
  5. Analisis Biaya – Volume – Laba Sebagai Alat Bantu Perencanaan Laba