Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Skripsi Ekonomi: Kesempatan Investasi dgn Pendanaan Perusahaan dan Kebijakan Deviden

Judul Skripsi : Analisis Hubungan Set Kesempatan Investasi dengan Pendanaan Perusahaan dan Kebijakan Deviden pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEJ

 

A. Latar Belakang

Perusahaan dengan pertumbuhan tinggi membutuhkan lebih banyak dana karena terdapat banyak kesempatan invesatasi. Perusahaan harus menentukan dari mana dana yang akan digunakan untuk membiayai investasi tersebut, apakah dibiayai dari hutang, atau dari modal sendiri (ekuitas), atau kombinasi dari keduanya. Bila kebijakan pendanaan yang diambil adalah kebijakan leverage rendah maka biasanya perusahaan harus membayarkan dividen rendah pula agar perusahaan dapat menahan diri dari penerbitan saham baru yang membutuhkan biaya penerbitan dan pemasaran sekuritas.

Beberapa peneliti telah menemukan bukti adanya hubungan antara set kesempatan investasi dengan kebijakan pendanaan dan kebijakan deviden. Beberapa penelitian menunjukkan hasil bahwa perusahaan yang bertumbuh cenderung memilih pendanaan dengan hutang lebih rendah, yang berarti memiliki hutang relatif lebih kecil dalam struktur modalnya, juga kebijakan deviden yang lebih rendah dibandingkan perusahaan yang tidak bertumbuh.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah perusahaan bertumbuh memiliki debt to equity ratio lebih rendah dibanding perusahaan yang tidak bertumbuh?
  2. Apakah perusahaan bertumbuh memiliki dividend payout ratio dan dividend yield lebih rendah dibanding perusahaan yang tidak bertumbuh?

 

C. Tinjauan Pustaka

Investment Opportunity Set (IOS)

Informasi keuangan dari kegiatan ekonomi masa lalu (historical)  dalam laporan keuangan digunakan sebagian pihak sebagai dasar menilai perusahaan, namun hal ini hanya dapat menilai perusahaan berdasar nilai bukunya, sementara pihak lain memandang nilai perusahaan bukan hanya dari aset yang mereka miliki tapi juga investasi yang akan dikeluarkan di masa datang. Adanya pilihan investasi yang dapat menghasilkan keuntungan di masa datang merupakan kesempatan bertumbuh bagi perusahaan yang akan menaikkan nilai perusahaan. Pilihan-pilihan investasi di masa datang ini kemudian dikenal dengan istilah Set Kesempatan Investasi atau Investment Oportunity Set (IOS).

 

Pendanaan Perusahaan

Keputusan pendanaan dengan pemilihan sumber dana, dapat berasal dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal). Sumber dana internal berasal dari dana yang terkumpul dari laba ditahan yang berasal dari hasil kegiatan perusahaan sedangkan sumber dana eksternal berasal dari pemilik peserta yang merupakan komponen modal sendiri juga berasal dari kreditur yang merupakan dana pinjaman atau hutang. Pemenuhan kebutuhan dana yang berasal dari para kreditur merupakan hutang bagi perusahaan dan cara ini disebut metode pembelanjaan dengan hutang (debt financing). Pemenuhan kebutuhan dana yang berasal dari pemilik peserta atau mengambil bagian tertentu dari modal sendiri merupakan pendanaan yang disebut metode pembelanjaan sendiri. Proporsi atau bauran dari penggunaan modal sendiri dan hutang dalam pemenuhan kebutuhan dana perusahaan (stuktur modal) tercermin dalam leverage perusahaan.

Kebijakan Deviden

Dalam menentukan kebijakan dividen, perusahaan mungkin mempertimbangkan berbagai faktor. Sutrisno (2000) menjelaskan bahwa semakin tinggi dividen yang dibagikan kepada pemegang saham akan semakin mengurangi kesempatan perusahaan untuk mendapatkan sumber dana intern dalam rangka mengadakan reinvestasi, sehingga dalam jangka pangjang akan menurunkan nilai perusahaan, sebab petumbuhan dividen akan semakin berkurang. Oleh karena itu tugas manajer keuangan untuk bisa menentukan kebijakan dividen yang optimal agar bisa menjaga nilai perusahaan.

 

D. Metodelogi Penelitian

Data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory, www.jsx.com dan pojok BEJ FE-UII.

Mengingat penelitian ini adalah replikasi dari penelitian Stewart Jones dan Rohit Sharma dengan pengambilan sample perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ dalam periode tahun 2000 sampai tahun 2003, maka variable-variabel pembentuk IOS yang digunakan dalam penelitian ini mengikuti variabel yang telah digunakan Jones dan Sharma (2001) yaitu variable bebas, variable terikat, variable control.

 

E. Kesimpulan

  1. Pada perusahaan manufaktur di Indonesia untuk periode pengamatan tahun 2000 sampai dengan 2003, dari delapan rasio proksi IOS, hanya lima rasio yang layak dimasukkan sebagai variabel pembentuk indeks umum IOS dengan menggunakan analisis faktor, yaitu market to book value of equity (MTBVEQ), market to book value of assets (MTBVAS), total annual PPE to firm value (PPE/V), total annual depreciation expense to firm value (DEP/V) dan variance in total return (VAR). Sedang tiga rasio yang lain, yaitu earning price ratio (EP), capital expenditure to firm value (CAPX/V, capital expenditure to book value of assets (CAPX/A) memiliki factor loading < 0,4 sehingga dikeluarkan dari faktor pembentuk indeks umum IOS.
  2. Pengujian hipotesis pertama dengan model persamaan 3.1 mengenai hubungan IOS dengan kebijakan pendanaan perusahaan dengan hutang dalam struktur modalnya menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara level IOS dengan kebijakan pendanaan melalui hutang dalam struktur modal.

 

Contoh Skripsi Ekonomi

  1. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Uang di Indonesia  Sebelum dan Setelah Krisis Moneter
  2. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi DIY Tahun 1990-2004
  3. Analisis Hubungan Antara Profesionalisme Auditor dengan Pertimbangan Tingkat Materialitas dalam proses Pengauditan Laporan Keuangan di Jogjakarta
  4. Analisis Hubungan Set Kesempatan Investasi dengan Pendanaan Perusahaan dan Kebijakan Deviden Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEJ
  5. Analisis Pendapatan Pengusaha Ayam Potong (Studi Kasus Kota Jakarta Selatan)