Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Skripsi Ekonomi: Faktor-faktor yg Mempengaruhi Konsumsi Masyarakat di JATENG

Judul Skripsi: Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Masyarakat di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2003 – 2007 ( Studi Kasus Kota Semarang, Solo, Purwokerto dan Tegal )

 

A. Latar Belakang

Konsumsi merupakan pengeluaran total untuk memperolah barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu. Pengeluaran konsumsi menjadi komponen utama dari Produk Nasional Bruto, karena itu perhatian utama perlu diperhatikan dan dipusatkan pada analisis faktor yang menentukan pengeluaran konsumsi. Khusus untuk pengeluaran konsumsi rumah tangga, ada faktor yang paling menentukan diantaranya yaitu tingkat pendapatan rumah tangga. Semakin tinggi pendapatan rumah tangga atau masyarakat secara keseluruhan maka akan semakin tinggi pula tingkat konsumsi. ( Suyuti dalam Masagus, 2007:5).

Keynes berpendapat bahwa pengeluaran konsumsi rumah tangga sangat dipengaruhi oleh besarnya Pendapatan Nasional yang maknanya bahwa pengeluaran konsu msi rumah tangga akan naik secara profesional bila terjadi peningkatan pendapatan nasional . Kenaikan pengeluaran konsumsi rumah tangga tersebut selalu lebih kecil dari kenaikan pendapatan. Besarnya kenaikan pengeluaran konsumsi itu tergantung dari hasrat keinginan masyarakat tersebut dalam berbagai konsumsi yang disebut Propensity to consume. (Guritno, 1984:19).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah variabel jumlah pendapatan riil berpengaruh terhadap tingkat konsumsi masyarakat di jawa tengah pada tahun 2003 2007 ?
  2. Apakah variabel tingkat suku bunga riil berpengaruh terhadap tingkat konsumsi masyarakat di jawa tengah pada tahun 2003 2007?
  3. Apakah variabel tingkat inflasi berpengaruh terhadap tingkat konsumsi masyarakat di jawa tengah pada tahun 2003 2007?

 

C. Landasan Teori

Konsep Konsumsi

Dalam ilmu makroekonomi (Samuelson, 1995:123) konsumsi adalah jumlah seluruh pengeluaran perorangan atau negara untuk barangbarang konsumsi selama suatu periode tertentu. Konsumsi berarti perbelanjaan yang dilakukan oleh rumah tangga ke atas barangbarang akhir dan jasajasa dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dari orang yang melakukan perbelanjaan tersebut. Pengertian konsumsi dibedakan menjadi dua yaitu konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah, golongan dari konsumsi rumah tangga yaitu apabila suatu rumah tangga membeli peralatan rumah seperti meja makan dan tempat tidur. Sedangkan yang termasuk golongan dari konsumsi pemerintah, apabila pemerintah membeli kertas, alatalat tulis dan peralatan kantor (Sukirno, 2000:337).

Perilaku Konsumen

Kebutuhan manusia relatif tidak terbatas sementara sumber daya yang tersedia sangat terbatas mengakibatkan manusia dalam memenuhi kebutuhannya akan berusaha memilih alternatif yang paling menguntungkan bagi dirinya. Perilaku konsumen timbul karena adanya keinginan memperoleh kepuasan yang maksimal dengan berusaha mengkonsumsi barang dan jasa sebanyakbanyaknya tetapi mempunyai keterbatasan pendapatan. Terdapat 3 pendekatan yang digunakan dalam menganalisis penentuan pilihan konsumen, antara lain pendekatan utilitas, pendekatan kurva indeferens, dan pendekatan atribut (Arsyad dalam Dian , 2007:22).

  1. Pendekatan utilitas (utility approach)
  2. Pendekatan kurva indiferens (indifference curve)
  3. Pendekatan Atribut (attribute approach)

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsumsi

Tingkat pendapatan bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi masyarakat, terdapat beberapa faktor lain diluar pendapatan yang juga menentukan jumlah pengeluaran yang digunakan untuk konsumsi masyarakat. Sobri dalam Andrianni dalam Dian (2007) mengemukakan beberapa faktor yang juga berpengaruh terhadap pengeluaran konsumsi masyarakat antara lain:

  1. Distribusi Penghasilan
  2. Jumlah Penduduk
  3. Banyaknya Kekayaan Masyarakat yang berwujud (Asset Liquid)
  4. Banyaknya Barangbarang tahan lama dalam masyarakat
  5. Sikap masyarakat terhadap kehematan

 

D. Metode Penelitian

Penelitian mengenai factor-faktor yang mempengaruhi pola konsumsi masyarakat ini mengambil lokasi di Jawa Tengah, yang akan diwakili oleh empat kota besar yang ada di wilayah tersebut, dimana kota tersebut meliputi Surakarta, Semarang, Purwokerto dan Tegal.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari lembagalembaga atau instansiinstansi antara lain Bank Indonesia (BI) Kota Surakarta dan Badan Pusat Statistik (BPS) Wilayah Jawa Tengah.

Dalam menguji hipotesa, penelitian ini akan menggunakan teknik analisis regresi pooling regression, yang merupakan gabungan antara data runtut waktu (time series) dan antar wilayah ( cross section) atau disebut panel data.

Untuk mengestimasi data panel ada tiga teknik yang dapat digunakan yaitu model dengan metode OLS (common), model Fixed Effect dan model Random Effect.

 

E. Kesimpulan

  1. Pengaruh Pendapatan Riil Terhadap Konsumsi Riil Masyarakat di Provinsi Jawa

Pada persamaan konsumsi riil masyarakat, hipotesis yang menyatakan adanya hubungan positif dan signifikan antara Pendapatan riil dengan konsumsi riil ternyata terbukti kebenarannya. Pendekatan GLS menunjukkan hasil yang sama yakni Pendapatan riil berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi pada derajat signifikansi 5% ,yaitu pada tingkat koefisien sebesar 0.068135, yang berarti pendapatan riil masyarakat menyumbang perubahan atau kenaikan konsumsi riil sebesar 0,068% Hasil ini juga mendukung temuan tiga penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa pendapatan merupakan faktor penting yang mempengaruhi konsumsi masyarakat di negara berkembang. Pendapat ini didukung dengan bukti bahwa pendapatan riil berpengaruh signifikan terhadap variabel konsumsi Indonesia dan wilayah eksKaresidenan Surakarta.

  1. Pengaruh Tingkat Suku Bunga Riil Terhadap Konsumsi Rill Masyarakat

Pada persamaan konsumsi masyarakat, hipotesis yang menyatakan adanya hubungan negative dan signifikan antara Tingkat Suku Bunga dengan konsumsi ternyata terbukti kebenarannya. Pendekatan data panel menggunakan GLS menunjukkan hasil yang sama yakni Tingkat Suku Bunga berpengaruh secara signifikan terhadap konsumsi riil pada derajat signifikansi 5%, dengan tingkat koefisien sebesar 0,00000037 Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat cenderung masih menghiraukan suku bunga tabungan yang ditawarkan perbankan. Suku bunga tabungan selama periode penelitian cenderung naik, jadi nasabah akan mendapatkan keuntungan dari suku bunga yang ditawarkan karena inflasi yang lebih tinggi. Suku bunga masih efektif dalam meningkatkan konsumsi.

  1. Pengaruh Tingkat Inflasi Terhadap Konsumsi Masyarakat.

Pada persamaan simpanan masyarakat di perbankan, hipotesis yang menyatakan adanya hubungan negatif dan signifikan antara Tingkat Inflasi dengan konsumsi ternyata tidak sesuai. Pendekatan data panel menggunakan GLS menunjukkan hasil, yakni Tingkat Inflasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap konsumsi pada derajat signifikansi 5%. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat cenderung tidak menghiraukan inflasi yang terjadi dalam hal menabung. Secara umum ini dapat berarti bahwa masyarakat di Provinsi Jawa Tengah masih fokus pada nilai nominal uang dibandingkan dengan nilai riilnya. Hasil tidak signifikan dapat disebabkan oleh adanya bantuan subsidi dari pemerintah, baik berupa potongan harga/ harga subsidi maupun bantuaan langsung berupa uang (BLT), juga telah tersedianya barang substitusi yang lebih hemat.

 

Contoh Skripsi Ekonomi

  1. Analisis Faktorfaktor yang Mempengaruhi Konsumsi Masyarakat di Provinsi Jawa Tengah
  2. Reaksi Pasar Modal Terhadap Peristiwa Peledakan Bom di Hotel J.W. Marriot pada Tanggal 5 Agustus 2003
  3. Peran Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi dalam Mengembangkan Produktifitas
  4. Analisis Permintaan Jepang terhadap Komoditas Udang Indonesia Tahun 1978-2003
  5. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Impor Gula Pripinsi Jawa Tengah Periode 1984-2003