Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Skripsi Ekonomi: Analisis Faktor-Faktor yg Mempengaruhi Alokasi KUK pd Bank-Bank Umum

Judul Skripsi : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Alokasi KUK pada Bank-Bank Umum di Indonesia (Pada tahun 2004:02-2005:12)

 

A. Latar Belakang

Pemerintah Indonesia dengan sangat antusias bergerak untuk mengembangkan usaha kecil, karena sebenarnya usaha kecillah yang dahulu ketika krisis moneter 1998 terjadi tidak begitu parah terkena dampak dari krisis tersebut. Usaha besar banyak berjatuhan dan  kesulitan dalam menghadapi krisis sehingga kasus PHK menjadi hal yang wajar dan marak mewarnai dunia ekonomi Indonesia, tetapi usaha kecil malah mampu bertahan dari krisis tersebut. Inilah yang mendorong pemerintah untuk mengembangkan usaha kecil, terbukti dengan ditetapkannya regulasi dan kebijakan dari sektor perbankan yang berbeda dan lebih ekspansif dari sebelumnya, khususnya pada alokasi  kredit sektor mikro atau KUK.

Terhitung sejak tanggal 4 Januari 2001. Bank Indonesia telah menyempurnakan ketentuan tentang Kredit Usaha Kecil (KUK). Melalui peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 3/2/PBI/2001 tentang Pemberian Kredit Usaha Kecil yang pokok-pokonya meliputi (i) bank dianjurkan menyalurkan dananya melalui pemberian KUK, (ii) bank wajib mencantumkan rencana pemberian KUK dalam rencana kerja anggaran tahunan (RKAT), (iii) bank wajib mengumumkan pencapaian pemberian KUK kepada masyarakat melalui laporan keuangan publikasi, (iv) plafon KUK disesuaikan menjadi Rp 500.000.000, per nasabah, (v) bank yang menyalurkan KUK dapat meminta bantuan teknis dari Bank Indonesia, dan (vi) pengenaan sangsi dan insentif dalam rangka pencapaian kewajiban KUK dihapuskan. (Tiktik SP dan Abd. Rachman S, 2002, 33).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah jumlah dana yang dihimpun oleh bank-bank umum di Indonesia berpengaruh positif dan signifikan terhadap alokasi KUK pada bank-bank umum di Indonesia?
  2. Apakah tingkat suku bunga riil kredit ( Pinjaman ) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap alokasi KUK pada bank-bank umum di Indonesia?

 

C. Tinjauan Umum

Kondisi Bank-Bank Umum

Pada tahun 2004, perbankan nasional memasuki pertumbuhan tinggi, sektor perbankan menguasai pasar, emiten perbankan memimpin pergerakan saham di pasar modal. Penyelenggaraan pemilu memang sedikit menghambat laju penyaluran kredit di kuartal pertama, tetapi fundamental yang kuat menghasilkan optimisme besar memandang perbankan.

 

Kebijakan Bank Indonesia dan Bank-Bank Umum dalam Penyaluran Kredit Usaha Kecil

Dengan berlakunya UU No.23/1999, BI tidak lagi dimungkinkan untuk memberikan kredit, sehingga tugas pengelolaan kredit program dialihkan kepada tiga BUMN yang ditunjuk pemerintah, yaitu BRI, BTN dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Dalam hal ini, tersedia alternatif pendanaan berupa Surat Utang Pemerintah (SUP). SUP yang penerbitannya dimaksudkan untuk mengganti dana KLBI yang jatuh tempo tahun 2000 dan 2001, akan dicairkan secara bertahap sejalan dengan pengembalian KLBI pada saat jatuh tempo, dengan tetap memperhatikan program moneter. Sampai akhir Maret 2003, dana SUP yang tersedia adalah sekitar Rp 3 triliun. Untuk mengoptimalkan dana SUP tersebut, perlu dilakukan upaya penyiapan program yang dapat memanfaatkan dana tersebut yang kunci pokoknya dipegang oleh BI.

 

Kebijakan Pemerintah dalam Mengembangkan Usaha Kecil di Indonesia

Melalui berbagai departemen seperti Departemen Tenaga Kerja, Departemen Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil, Departemen Perindustrian  maupun Departemen Perdagangan, pemerintah melancarkan progam-progam  pembinaan yang terpadu pada pengembangan Usaha Kecil. Pemerintah tetap  konsisten dengan rencana dan progam kerjanya dalam Pengembangan Perusahaan Kecil.

D. Metodelogi Penelitian

Data penelitian diambil dari himpunan statistik dari SEKI (Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia) yang dapat diperoleh dari bank Indonesia dan Internet.

Data yang digunakan adalah data time series antara tahun 2004:02 sampai 2005:12, data yang didapat adalah data sekunder dari SEKI Bank Indonesia.

Metode Analisis Data pada penelitian ini yaitu dengan Analisis Diskriptif dan Kuantitatif.

 

E. Kesimpulan

  1. Jumlah dana yang dihimpun oleh pihak perbankan yaitu bank-bank umum di Indonesia berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap volume alokasi kredit usaha kecil ( KUK ). Kenaikan dan penurunan alokasi KUK karenanya sangat dipengaruhi oleh jumlah dana yang tersimpan pada bank umum. Semakin besar jumlah dana dari pihak ketiga yang ada pada bank umum maka akan semakin besar pula jumlah alokasi KUK.
  2. Tingkat suku bunga riil kredit (pinjaman), pada bank-bank umum di Indonesia ternyata berpengaruh negatif dan signifikan terhadap volume alokasi kredit usaha kecil ( KUK ). Kenaikan dan penurunan jumlah alokasi KUK karenanya sangat dipengaruhi oleh tingkat suku bunga riil kredit (pinjaman) bank umum. Semakin tinggi tingkat suku bunga riil kredit (pinjaman) bank umum maka kebalikannya adalah, akan semakin rendah jumlah alokasi KUK.

 

Contoh Skripsi Ekonomi

  1. S Ok. Analisis Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Inflasi di Indonesia Tahun 1990.1 – 2005.4
  2. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Kredit Perbankan pada Bank
  3. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Alokasi KUK pada Bank-Bank Umum di Indonesia
  4. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Masyarakat di Indonesia (Tahun 1988-2005)
  5. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Konsumen terhadap Listrik PAD