Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Skripsi Ekonomi: Analisis Faktor-Faktor yg Mempengaruhi Alokasi KUK pd Bank-Bank Umum

Judul Skripsi : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Alokasi KUK pada Bank-Bank Umum di Indonesia (Pada tahun 2004:02-2005:12)

 

A. Latar Belakang

Permasalahan ekonomi Indonesia sejak krisis menerpa pada tahun 1998 sampai kini masih tidak bisa kita lupakan baik secara mental maupun ekonomi dan menjadi beban tanggungan bagi siapapun. Pemerintah mempunyai beban paling besar dikarenakan harus menanggung keluh kesah masyarakat. Kemiskinan, inflasi dan pengangguran menjadi tema sentral permasalahan ekonomi yang menyita pikiran pemerintah untuk segera dipecahkan. Berbagai cara, daya dan upaya telah diusahakan untuk mengatasinya tetapi tidak juga kunjung usai.

Dunia juga melihat dengan persepsi yang sama bahwa kemiskinan, inflasi dan pengangguran menjadi musuh bersama bagi kesejahteraan manusia. PBB yang merupakan representative dari bangsa-bangsa didunia memiliki rencana kedepan untuk bisa mengatasi masalah tersebut. Rencana itu dikenal dengan MGDs (Millenium Development Goals).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah jumlah dana yang dihimpun oleh bank-bank umum di Indonesia berpengaruh positif dan signifikan terhadap alokasi KUK pada bank-bank umum di Indonesia?
  2. Apakah tingkat suku bunga riil kredit ( Pinjaman ) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap alokasi KUK pada bank-bank umum di Indonesia?
  3. Apakah tingkat laju inflasi di Indonesia berpengaruh negatif dan signifikan terhadap alokasi KUK pada bank-bank umum di Indonesia?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Kredit

Menurut yang diungkapkan Kasmir (2004), kata kredit berasal dari kata Yunani “Credere” yang berarti kepercayaan atau berasal dari bahasa Latin “Creditum” yang berarti kepercayaan akan kebenaran. Pengertian tersebut kemudian dibakukan oleh pemerintah dengan dikeluarkan Undang-Undang Pokok Perbankan No. 14 Tahun 1967 bab 1 pasal 1,2 yang merumuskan pengertian kredit sebagai berikut : “Kredit adalah penyediaan uang atau yang disamakan dengan itu berdasarkan persetujuan pinjam meminjam antara bank dengan lain pihak peminjam berkewajiban melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga yang telah ditentukan”.

Unsur-Unsur Kredit

Adapun unsur-unsur yang terkandung dalam pemberian suatu fasilitas kredit adalah sebagai berikut :

  1. Kepercayaan
  2. Kesepakatan
  3. Jangka Waktu
  4. Risiko
  5. Balas Jasa
  6. Inflasi

Definisi inflasi banyak ragamnya seperti yang dapat kita temukan dalam literatur ekonomi. Keanekaragaman definisi (pengertian) tersebut terjadi karena luasnya pengaruh inflasi terhadap berbagai sektor perekonomian. Hubungan yang erat, dan luas antara inflasi, dan berbagai sektor perekonomian tersebut melahirkan berbagai perbedaan pengertian, dan persepsi tentang inflasi. Demikian pula dalam memformulasikan kebijakan-kebijakan untuk solusinya. Namun pada prinsipnya masih terdapat beberapa kesatuan pandangan bahwa inflasi merupakan suatu fenomena, dan dilema ekonomi. Inflasi adalah suatu keadaan yang mengindikasikan semakin melemahnya daya beli yang diikuti dengan semakin merosotnya nilai riil mata uang suatu negara. (Khalwaty, 2000:5).

 

D. Metode Penelitian

Data penelitian diambil dari himpunan statistik dari SEKI (Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia) yang dapat diperoleh dari bank Indonesia dan Internet.

Data yang digunakan adalah data time series antara tahun 2004:02 sampai 2005:12, data yang didapat adalah data sekunder dari SEKI Bank Indonesia.

Data dependen dari penelitian tersebut adalah KUK ( Kredit Usaha Kecil ) data independennya adalah tingkat Inflasi Indonesia, jumlah dana yang dihimpun bank dari dana pihak ketiga, dan suku bunga pinjaman/kredit usaha kecil yaitu suku bunga riil ( suku bunga nominal dikurangi tingkat inflasi ).

Metode Analisis Data pada penelitian ini terdiri dari Analisis Diskriptif dan Analisis Kuantitatif.

Guna mengetahui model terbaik yang akan digunakan dalam penelitian, penulis melakukan pengujian model yang dikenal dengan uji MWD.

 

E. Kesimpulan Skripsi

  1. Jumlah dana yang dihimpun oleh pihak perbankan yaitu bank-bank umum di Indonesia berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap volume alokasi kredit usaha kecil ( KUK ). Kenaikan dan penurunan alokasi KUK karenanya sangat dipengaruhi oleh jumlah dana yang tersimpan pada bank umum. Semakin besar jumlah dana dari pihak ketiga yang ada pada bank umum maka akan semakin besar pula jumlah alokasi KUK.
  2. Tingkat suku bunga riil kredit (pinjaman), pada bank-bank umum di Indonesia ternyata berpengaruh negatif dan signifikan terhadap volume alokasi kredit usaha kecil ( KUK ). Kenaikan dan penurunan jumlah alokasi KUK karenanya sangat dipengaruhi oleh tingkat suku bunga riil kredit (pinjaman) bank umum. Semakin tinggi tingkat suku bunga riil kredit (pinjaman) bank umum maka kebalikannya adalah, akan semakin rendah jumlah alokasi KUK.
  3. Tingkat laju Inflasi di Indonesia ternyata berpengaruh negatif dan signifikan terhadap volume alokasi kredit usaha kecil ( KUK ). Kenaikan dan penurunan jumlah alokasi KUK karenanya sangat dipengaruhi oleh tingkat laju Inflasi di Indonesia. Semakin tinggi tingkat laju Inflasi di Indonesia maka kebalikannya adalah, akan semakin rendah jumlah alokasi KUK.

 

Contoh Skripsi Ekonomi

  1. Analisa Efisiensi Perbankan Syariah di Indonesia (Metode Stochastic Frontier Approach SFA)
  2. Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Inflasi di Indonesia Tahun 1990.1 – 2005
  3. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Kredit Perbankan Pada Bank
  4. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Alokasi Kuk pada Bank-Bank Umum di Indonesia
  5. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Masyarakat di Indonesia (Tahun 1988-2005)