Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Skripsi Ekonomi: Analisis Biaya – Volume – Laba sbg Alat Bantu Perencanaan Lab

Judul Skripsi : Analisis Biaya – Volume – Laba Sebagai Alat Bantu Perencanaan Laba (Studi Kasus pada “Quality” Hotel Yogyakarta)

 

A. Latar Belakang

Dengan mengetahui break even (titik impas) manajer perusahaan juga dapat menargetkan atau merencanakan jumlah penjualan produk agar memperoleh keuntungan tertentu. Selain itu break even juga dapat digunakan untuk melihat seberapa jauhkah berkurangnya penjualan agar perusahaan tidak menderita rugi dan juga untuk mengetahui mana efek perubahan harga jual, biaya dan volume penjualan terhadap keuntungan yang diperoleh.

Mengingat pentingnya break even sebagai salah satu alat Bantu dalam perencanaan laba, maka penulis ingin mengkaji lebih jauh lagi dengan mengadakan penelitian dengan judul : “ Analisis Biaya-Volume-Laba Sebagai alat Bantu Perencanaan Laba” (Studi Kasus Pada “Quality” Hotel Yogyakarta).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah “Quality” Hotel Yogyakarta sudah menentukan titik break even?
  2. Berapa besar volume penjualan “Quality” Hotel Yogyakarta yang harus dicapai agar perusahaan mencapai tingkat break even?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Break Even

Break even atau titik impas sampai saat ini belum bisa diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia secara pasti. Hal ini dikarenakan belum adanya kesepakatan tentang pengertian break even oleh pakar. Masih adanya perbedaan-perbedaan tentang pengertian break even ini.

Perencanaan Laba

Tujuan utama perusahaan adalah memperoleh laba yang semaksimal mungkin, dengan pengeluaran biaya sekecil mungkin. Untuk mencapai laba yang direncanakan, perusahaan perlu merencanakan berapa tingkat laba yang akan dicapai oleh penjualan produknya. Hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui agar perusahaan bisa mengambil keputusan tentang perencanaan laba.

Tingkat Keamanan (Margin Of Safety)

Dalam mengevaluasi risiko dalam pengoperasian suatu usaha, para manajer dapat memakai beberapa indikator. Salah satu indikator yang paling penting adalah margin pengamanan penjualan. Margin pengamanan penjualan adalah kelebihan penjualan yang dianggarkan atas volume penjualan impas. Dengan ini maka perusahaan dapat menentukan seberapa banyak penjualan boleh diturunkan agar perusahaan tidak menderita kerugian.

 

D. Metode Penelitian Skripsi

Dalam penelitian ini, akan dilakukan analisis terhadap biaya tetap, biaya variabel dengan menggunakan pendekatan Total Cost berdasarkan Rupiah.

Obyek penelitian Obyek penelitian ini akan dilakukan pada Hotel “Quality” Yogyakarta.

Metode Pengumpulan Data pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan studi pustaka dan data primer.

 

E. Kesimpulan

  1. Dari hasil observasi yang dilakukan terhadap data “Quality” Hotel Yogyakarta, “Quality” Hotel Yogyakarta dalam perencanaan labanya menggunakan metode biaya relevan untuk mengukur berapa tingkat break even, volume penjualan, dan tingkat Margin of Safety yang harus dicapai agar tidak mengalami kerugian.
  2. “Quality” Hotel Yogyakarta pada tahun 2003 anggaran pendapatannya sebesar Rp22,946,410,175.08; MOS (Margin Of Safety) sebesar Rp10,665,870,293.46 atau sebesar 59.98% ; BEP (Break Even Point) berdasarkan rupiah adalah sebesar Rp7,117,179,706.54 ; pendapatan yang terjadi sebesar Rp17,783,050,000.00 dengan tingkat laba sebesar Rp7,793,127,000.00. Pada tahun 2004 anggaran pendapatannya sebesar Rp22,946,410,175.08 .; MOS (Margin Of Safety) sebesar Rp10,875,596,916.48 atau sebesar 59.03%; BEP (Break Even Point) berdasarkan rupiah adalah sebesar Rp7,549,173,083.52 ; pendapatan yang terjadi sebesar Rp18,424,770,000.00 dengan tingkat laba sebesar Rp7,681,807,300.00. Dan pada tahun 2005 anggaran pendapatannya sebesar Rp27,431,339,528.53 ; MOS (Margin Of Safety) sebesar Rp13,158,663,341.31 atau sebesar 61.40% ; BEP (Break Even Point) berdasarkan rupiah adalah sebesar Rp8,271,856,658.69 ; pendapatan yang terjadi sebesar Rp21,430,529,000.00 dengan tingkat laba sebesar Rp9,037,326,500.00.

 

Contoh Skripsi Ekonomi

  1. Pengaruh Penanaman Modal Asing dan Ekspor terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Negara
  2. Pengaruh Tenaga Kerja, Ekspor dan Inflasi terhadap Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Propinsi
  3. Pengaruh Tingkat Suku Bunga dan Bagi Hasil terhadap Deposito Mudharabah ( Bank Syariah Mandiri )
  4. Analisis Biaya – Volume – Laba Sebagai Alat Bantu Perencanaan Laba
  5. Analisis Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Dividen Kas di Bursa Efek Jakarta

 

 

Incoming search terms: