Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Skripsi Akutansi: Pengaruh Income Smoothing trhdp Earning Respone pd Perusahaan Manufaktur

Judul Skripsi : Pengaruh Income Smoothing (Perataan Laba) terhadap Earning Respone (Reaksi Pasar) pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta (BEJ)

 

A. Latar Belakang

Laba merupakan salah satu informasi potensial yang terkandung di dalam laporan keuangan yang sangat penting bagi pihak internal maupun eksternal. Informasi laba merupakan komponen laporan keuangan perusahaan yang bertujuan untuk menilai kinerja manajemen, membantu mengestimasi kemampuan laba yang representatif dalam jangka panjang dan menaksir resiko investasi atau meminjamkan dana (Kirschenheiter dan Melumad 2002 dalam Juniarti 2005:148). Pernyataan tersebut senada dengan definisi yang tertuang dalam Statement of Financial Accounting Concept (SFAC) Nomor 1 juga menyebutkan bahwa informasi laba pada umumnya merupakan factor penting dalam menaksir kinerja atau pertanggung jawaban manajemen dan informasi laba tersebut membantu pemilik atau pihak lain melakukan penaksiran atas “earning power” perusahaan dimasa yang akan dating (Financial Accounting Standart Board 1987 dalam Khafid 2004:41).

Perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang mempunyai karakteristik utama mengolah sumber daya menjadi barang jadi melalui proses pabrikasi. Perusahaan manufaktur termasuk emiten terbesar dari seluruh perusahaan yang listing di BEJ. Selama tahun 2004 sampai dengan 2006 jumlah emiten yang ada pada industri manufaktur sebanyak 156 perusahaan, angka ini menunjukkan bahwa perusahaan mendominasi sekitar 60% dari seluruh perusahaan di BEJ.

 

B. Rumusan Masalah

Bagaimana pengaruh income smoothing terhadap earning respone pada perusahaan manufaktur di BEJ?

 

C. Landasan Teori

Perusahaan Terbatas

Sebagian besar perusahaan merupakan badan usahan berbentuk perseroan. Perusahaan atau perseroan tersebut lebih dikenal dengan nama Perseroan Terbatas (PT) yang merupakan suatu badan hukum (yang terdaftar pada negara bagian) yang membayar pajak dan secara hukum terpisah dengan para pemiliknya (Madura 2001:38).

Saham

Suatu perusahaan dapat menjual kepemilikannya dalam bentuk saham. Riyanto (2001:240) mengatakan saham merupakan tanda bukti pengambilan bagian atau peserta dalam suatu PT. Sedangkan menurut Anaroga (2001:58) saham adalah surat berharga sebagai bukti penyertaan atau pemilikan individu atau institusi dalam suatu perusahaan. Serupa dengan definisi saham tersebut Simamora (2000:408) juga mendefinisikan saham sebagai unit kepemilikan dalam sebuah perusahaan. Saham menarik bagi investor karena adanya keuntungan yang dapat dinikmati.

Manajemen Laba

Belkaoui (2007:201) menyatakan pada dasarnya definisi operasional dari manajemen laba adalah potensi penggunaan manajemen akrual dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi. Sedangkan Fischer dan Rosenzweig (1995) dalam Khafid (2004:42) mendefinisikan manajemen laba sebagai, …action of a manager which serve to increase (decrease) current reported earnings of the unit which the manager is responsible without generating a corresponding increase decrease) in a long term economics profitability of the unit.

 

D. Metode Penelitian

Populasi sasaran dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ sebelum tahun 2001, menerbitkan laporan keuangan per 31 Desember pada tahun 2004 sampai 2006, tersedia data mengenai harga saham selama periode estimasi dan periode pengamatan, tersedia data mengenai tanggal pengumuman laba dan tidak mengalami kerugian selama periode penelitian, selama periode estimasi dan periode pengamatan perusahaan tidak melakukan corporate action.

Keseluruhan populasi yang terbagi dalam beberapa kelompok usaha, terdapat 58 perusahaan yang memenuhi untuk diambil sebagai populasi sasaran, 32 perusahaan yang dikategorikan melakukan income smoothing dan 26 perusahaan tidak melakukan income smoothing. Variabel dalam penelitian ini adalah earning respone yang diberi dengan simbol ’Y’ dan Income smoothing yang diberi simbol ’X’. Variabel (Y) diukur menggunakan cumulative abnormal return (CAR) yang dihitung dengan periode pengamatan tujuh hari setelah pengumuman laba (0 sampai dengan +6). Return yang diharapkan dalam penelitian ini dihitung berdasarkan pada mean adjusted model. Untuk penelitian ini lama periode estimasi ditetapkan selama 30 hari sebelum periode pengamatan, yaitu (-30 sampai dengan -1). Income smoothing diukur menggunakan Indeks Eckel yaitu dengan membandingkan CVΔS dengan CVΔI.

Dimana perusahaan dikatakan melakukan perataan laba apabila CVΔI ≥ CVΔS .

Analisis data yang digunakan untuk melihat pengaruh yang disebabkan income smoothing terhadap earning respone adalah regresi linier sederhana dengan perhitungan product moment.

 

E. Kesimpulan

Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tindakan perataan laba mempunyai pengaruh yang negatif terhadap reaksi pasar yang ditunjukkan dengan persamaan regresi Y = 136.805 – 0.580X dan tingkat koefisien determinasi (r2) sebesar 0.040 menunjukkan bahwa perataan laba berkontribusi rendah terhadap reaksi pasar. Tindakan perataan laba juga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap reaksi pasar, hal tersebut ditunjukkan dengan nilai t hitung sebesar 1.531 signifikansi 0.131 lebih besar dari α = 0.05. Hal tersebut berarti perusahaan perata laba dinilai negatif sehingga pasar tidak bereaksi atas informasi laba yang diberikan.

 

Contoh Skripsi Akutansi

  1. Pengaruh Income Smoothing (Perataan Laba) Terhadap Earning Respone (Reaksi Pasar)
  2. Sistem Akuntansi Penerimaan Dan Pengeluaran Kas Pada Rumah Sakit Kristen Tayu
  3. Sistem Akuntansi Penerimaan Kas Pada Pd. Bpr Bkk Blora Kota Cabang Jepon
  4. Pembelian Bahan Baku Sbagai Alat Bantu Auditor Untuk Menentukan Luas Pemerikasaan Pembelian Bahan Baku
  5. Pemeriksaan Operasional Atas Aktivitas Penjualan Untuk Meningkatkan Efisiensi Dan Efektivitas Penjualan