Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Skripsi Akutansi: Kemampuan Rasio Keuangan sbg Alat utk Memprediksi Peringkat Obligasi

Judul Skripsi : Kemampuan Rasio Keuangan sebagai Alat untuk Memprediksi Peringkat Obligasi Perusahaan Manufaktur

 

A. Latar Belakang

Seorang pemodal yang tertarik untuk membeli obligasi tentunya harus memperhatikan credit rating atau peringkat obligasi (bond rating). Bond rating merupakan skala risiko dari semua obligasi yang diperdagangkan. Skala ini menunjukkan seberapa aman obligasi bagi si pemodal. Keamanan ini ditunjukkan oleh kemampuan emiten dalam membayar bunga dan pelunasan pokok pinjaman.

Penentuan tingkat skala tersebut memperhitungkan peringkat obligasi. Pemodal bisa menggunakan jasa credit rating agency yang memberikan jasa penilaiaan terhadap obligasi yang beredar untuk mendapatkan informasi mengenai obligasi. Di Indonesia, lembaga rating seperti ini dilakukan oleh PT KASNIC Credit Rating. Para pemodal lebih memberikan perhatian kepada obligasi yang mendapatkan peringkat non-investment grade atau sering disebut sebagai obligasi yang high-yield, low grade atau junk debt (Foster, 1986 dalam Simposium Akuntansi 2004 : 1103).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan yang berupa rasio keuangan perusahaan yang obligasinya masuk investment grade (AAA, AA, A, dan BBB) dengan perusahaan yang obligasinya masuk non-investment grade (BB, B, CCC, dan D).
  2. Apakah variabel-variabel rasio keuagan, yaitu: leverage, likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan produktivitas dapat membentuk model dan dapat digunakan untuk memprediksi peringkat obligasi pada perusahaan

 

C. Landasan Teori

Klasifikasi Obligasi

Berikut ini beberapa klasifikasi obligasi (Raharjo, 2003: 25) : Dari sisi investor, emisi obligasi dianggap sebagai media investasi alternatif di luar deposito bank. Pemegang obligasi tentunya akan mengharapkan hasil yang lebih besar dibanding dengan deposito dan hasil yang pasti dengan risiko yang minimum. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam  pengambilan keputusan investasi pada obligasi, yaitu: kualitas, kuantitas dan suku bunga umum. Kualitas suatu obligasi ditentukan oleh peringkatnya.

Obligasi

Obligasi sebagai salah satu alternatif sumber pembiayaan, dewasa ini mulai mendapat banyak perhatian. Obligasi adalah surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak antara pemberi pinjaman (investor) dengan yang di beri pinjaman (issuer) atau pihak yang disebut emiten. Jadi surat obligasi merupakan selembar kertas yang menyatakan bahwa pemilik kertas tersebut memberikan pinjaman kepada perusahaan yang menerbitkan surat oblogasi.

Rasio Keuangan

Foster (1986 dalam Purnomo 2005: 25) menyatakan empat hal yang dapat mendorong analisis laporan keuangan dengan model rasio keuangan:

  1. Mengendalikan pengaruh perbedaan besar antar perusahaan dan antar
  2. Membuat data menjadi lebih memenuhi asumsi alat statistik yang
  3. Menginvestigasi teori yang terkait dengan rasio keuangan.
  4. Mengkaji hubungan empiris antara rasio keuangan dan estimasi variable tertentu, seperti kebangkrutan.

 

D. Metode Penelitian Skripsi

Populasi dalam penelitian ini adalah data dan informasi keuangan perusahaan manufaktur yang obligasinya terdaftar pada agen pemeringkat PT. KASNIC Credit Rating dan terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Dengan metode random sampling diperoleh sampel sebanyak 13 perusahaan manufaktur dan menghasilakan 52 observasi sejak tahun 2004 sampai dengan 2005. Penentuan populasi sasaran berdasarkan kriteria obligasi yang mendapatkan kasifikasi invesment grade (yang memiliki rengking BBB, A, AA, dan AAA) dan noninvestment grade (D, CCC, B, dan BB) dari agen pemeringkat PT. KASNIC Credit Rating. Adapun populasi tersebut berjumlah 52 unit, yaitu klasifikasi invesment grade 40 unit dan non-invesment grade 12 unit.

 

E. Kesimpulan

  1. Sebanyak 5 rasio keuangan (leverage, likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan produktivitas) yang diuji diperoleh hasil kelima rasio keuangan tersebut berbeda antara perusahaan yang rating obligasinya masuk invesment grade dan non-invesment grade. Dengan melihat hasil tersebut maka hipotesis pertama (H1) diterima.
  2. Kemampuan rasio keuangan untuk memprediksi peringkat obligasi (invesment grade dan non-invesment grade) ditunjukkan oleh hasil pengujian dengan menggunakan MDA (Multiple Diskriminan Analysis). Dari uji diskriminan tersebut terdapat 4 variabel rasio keuangan yang dapat membentuk model prediksi. keempat variabel rasio keuangan tersebut berasal dari rasio Leverage. dengan proxy Long Term Liabilities/ Total Asset; rasio likuiditas (Carent Asset/ Carent Liabilities); rasio solvabilitas (Cash Flow from Operating/ Total Liabilities); Rasio profitabilitas (Operating Income/ Sales); dan rasio produktivitas (Sales/ Total Asset). Tingkat kebenaran memprediksi peringkat obligasi dengan dua kategori mencapai 96,2% dengan nilai Zcu sebesar 2,113. Pengklasifikasian peringkat obligasi kedalam invesment grade dan non-invesment grade harus memperhatikan nilai Zcu sebagai cut of score. Dengan demikian maka dapat dipergunakan sebagai model prediksi obligasi khusus perusahaan manufaktur yang berada di Indonesia.

 

Contoh Skripsi Akutansi

  1. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Audit Delay pada Perusahaan Go Publik
  2. Ta Analisis Laporan Keuangan pada Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Kudus
  3. Analisis Tingkat Efisiensi Penggunaan Modal Melalui Pendekatan Sistem DU Pont
  4. Kemampuan Rasio Keuangan Sebagai Alat untuk Memprediksi Peringkat Obligasi Perusahaan Manufaktur
  5. Pengaruh Current Ratio, Debt To Equity Ratio, Dan Total Assets Turn Over