Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Skripsi Akutansi: Kemampuan Rasio Keuangan dalam Memprediksi Perubahan Laba

Judul Skripsi : Kemampuan Rasio Keuangan dalam Memprediksi Perubahan Laba

A. Latar Belakang

Laba (penghasilan bersih) adalah kenaikan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal. Dalam Statement of Financial Accounting Concept No. 1 (2002) informasi laba berfungsi untuk menilai kinerja manajemen, membantu memperkirakan kemampuan laba dalam jangka panjang, memprediksi laba perusahaan untuk tahun yang akan datang dan menaksir resiko dalam meminjam atau dalam melakukan investasi. Keberhasilan perusahaan dapat diukur berdasarkan kemampuan perusahaan yang tercermin dalam kinerja manajemennya. Salah satu parameter kinerja perusahaan yang sering digunakan adalah laba. PSAK No. 25 tahun 2002 menyatakan bahwa laba dapat dilihat pada laporan laba rugi yang merupakan salah satu laporan keuangan utama perusahaan yang melaporkan hasil kegiatan dalam meraih keuntungan untuk periode tertentu.

Alat analisis yang dapat digunakan untuk memprediksi laba yang akan datang adalah analisis trend, Break Even Point dan analisis regresi. Penelitian ini menggunakan regresi berganda sebagai alat untuk memprediksi perubahan laba yang akan datang dengan mempergunakan variabel perubahan laba sebagai variabel dependennya dan variabel rasio keuangan sebagai variabel independennya yang dikelompokkan kedalam 3 kategori rasio keuangan yaitu rasio likuiditas, rasio profitabilitas dan rasio aktivitas yang diidentifikasi dari penelitian-penelitian sebelumnya.

 

B. Rumusan Masalah

Apakah rasio-rasio keuangan mempunyai kemampuan dalam memprediksi perubahan laba satu tahun yang akan datang?

 

C. Landasan Teori

Prediksi Laba

Salah satu manfaat laba adalah untuk memprediksi laba perusahaan tahun yang akan datang (SFAC No. 1, 2002). Laba dapat dijadikan sebagai alat ukur keberhasilan suatu perusahaan yang tercermin dalam kinerja manajemennya. Informasi mengenai kinerja masa lalu yang terdapat pada informasi laba dapat digunakan untuk memprediksi kinerja masa depan perusahaan, walaupun kesuksesan masa lalu tidak menjamin kesuksesan masa yang akan datang akan tetapi prediksi mengenai laba yang akan datang dapat dilakukan jika ada hubungan yang cukup kuat antara kinerja masa lalu dengan kinerja masa depan.

Prediksi Perubahan Laba dengan Net Income to Sales (NIS)

Rasio ini menghitung sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan tertentu. Rasio ini juga bisa diinterpretasikan sebagai kemampuan perusahaan menekan biaya-biaya (ukuran efisiensi) di perusahaan pada periode tertentu (Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim, 2003). Perusahaan yang sehat seharusnya memiliki net profit margin positif yang menandakan bahwa perusahan tersebut menghasilkan laba bersih (Jopie Jusuf, 2000). Kemampuan NIS dalam memprediksi perubahan laba sangat dimungkinkan karena rasio ini berhubungan dengan efisiensi perusahaan dalam memproduksi, administrasi, pemasaran, pendanaan dan penentuan harga sehingga rasio ini layak untuk dijadikan predikor laba.

Prediksi Perubahan Laba dengan Sales to Current Liabilities (SCL)

Rasio ini digunakan untuk mengetahui jumlah perputaran utang dagang selama periode tertentu. Kemampuan SCL dalam memprediksi perubahan laba sangat dimungkinkan karena dalam sales to current liabilities terkandung penjualan dan hutang lancar yang keduanya mempunyai pengaruh terhadap laba yang dihasilkan. Peningkatan volume penjualan biasanya akan diikuti oleh kenaikan tingkat hutang lancarnya. Dengan adanya kenaikan hasil penjualan kemampuan perusahaan dalam membayar hutang lancarnya juga akan meningkat (Harnanto, 1984).

 

D. Metode Penelitian Skripsi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba. Obyek penelitian ini adalah perusahaan Agriculture, Forestry and Fishing; Animal Feed and Husbandry; Mining and Mining Services; Construction dan Manufactur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Indonesian Capital Market Directory (ICMD). Data yang digunakan adalah laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi tahun 2000 sampai dengan 2003. Variabel dependen yang digunakan adalah perubahan laba sedangkan variabel independennya adalah CR, GPM, OPM, NIS, ROE, ITO, TATO, dan SCL. Pengujian statistik dengan menggunakan pendekatan analisis regresi berganda dengan tingkat signifikansi 5%. Kesimpulan pengujian diambil berdasarkan hasil uji F test dan T test.

 

E. Kesimpulan

  1. Delapan rasio keuangan yang digunakan dalam penelitian periode 2000- 2003 secara bersama-sama mampu memprediki perubahan laba satu tahun yang akan datang. Hal ini mungkin dikarenakan perusahaan yang dijadikan sampel dapat menggunakan dan memanfaatkan asset yang dimilikinya secara tepat dan efisien dalam menghasilkan laba serta mempunyai kinerja perusahaan yang bagus .
  2. Penelitian ini menemukan bukti bahwa secara individu rasio Inventory Turn Over (ITO), Total Asset Turn Over (TATO), Net Income to Sales (NIS) dan Sales to Current Liabilities (SCL) dapat digunakan untuk memprediksi perubahan laba satu tahun yang akan datang. Dengan melihat rasio tersebut para investor dan kreditor dapat mengetahui seberapa besar tingkat keuntungan atau resiko yang akan diperoleh jika mereka akan berinvestasi atau memberikan kredit juga dapat digunakan untuk menilai kinerja operasi perusahaan.

 

Contoh Skripsi Akutansi

  1. Analisis Dampak Pengumuman Right Issue Terhadap Return Saham dan Likuiditas Saham di Bursa Efek Jakarta
  2. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Underpricing Saham pada Perusahaan Go Public di BEJ
  3. Analisis Perbandingan Resiko dan Tingkat Pengembalian Reksa Dana Syariah dan Reksa Dana Konvensional
  4. Dampak Pengumuman Bond Rating terhadap Return  Saham pada Perusahaan yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta
  5. Dampak Pengumuman Bond Rating terhadap Return Saham Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di BEJ 2001-2005