Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Skripsi Akutansi: Faktor yg Mempengaruhi Audit Delay pd Perusahaan Go Publik di BEJ

Judul Skripsi : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Audit Delay pada Perusahaan Go Publik di Bursa Efek Jakarta Tahun 2003-2005

 

A. Latar Belakang

Perusahaan yang melaporkan kerugian akan meminta auditor untuk mengatur waktu auditnya lebih lama dibandingkan biasanya. Sebaliknya jika perusahaan melaporkan laba yang tinggi maka perusahaan akan mempercepat auditnya, sehinnga good news tersebut segera dapat disampaikan kapada para investor dan pihak-pihak lainnya yang berkepentingan.

Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Carslaw dan Kaplan (1991), Courtis (1976), Dyer dan McHugh (1975), Halim (2000), Givoly (1982), dan Na’im (1999), Hanipah (2000), Subekti dan Novi (2004). Penelitian ini dilakukan dengan obyek laporan keuangan auditan di Indonesia.

 

B. Permasalahan Skripsi

  1. Apakah ada pengaruh ukuran perusahaan, klasifikasi industri, dan laba atau rugi perusahaan terhadap audit delay secara simultan maupun parsial?
  2. Sejauh mana pengaruh ukuran perusahaan, klasifikasi industri, dan laba atau rugi perusahaan terhadap audit delay secara simultan?

 

C. Landasan Teori

Laporan Keuangan

Menurut Weggandt (1995:6) dalam (Indriana, 2005) mendefinisikan laporan keuangan sebagai berikut “laporan keuangan merupakan sarana utama dimana informasi keuangan dikomunikasikan dengan pihak luar perusahaan, laporan ini memberikan sejarah kuantitatif perusahaan dalam satuan uang”. Adapun pengertian laporan keuangan adalah sebagai berikut: “Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dengan berbagai cara seperti misalnya: sebagai laporan arus kas atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Disamping itu juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut. Misalnya informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga” (PSAK, KDPPLK No. 7).

Definisi Audit

Auditing adalah sebagai suatu proses yang sistematis dalam memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif yang berhubungan dengan pernyataanpernyataan tentang tindakan-tindakan dan kejadian-kejadian ekonomi untuk menentukan tingkat hubungan antara pernyatan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang ditetapkan dan mengkomunikasikan hasilnya dengan pihak-pihak yang berkepentingan. (Mulyadi, 2002 :9)

Audit Delay

Berdasarkan hasil penelitian Ashton, Willingham dan Elliot (1987) di Kanada menunjukkan lamanya audit delay sebesar 62,5 hari, Dyer dan Mc Hugh (1975) dan Whittred (1980) di Australia selama 83,5 hari. Garsombke (1981) di Amerika Serikat selama 53 hari. Courtis (1976) dan Gilling (1977) di New Zelland sebesar 62 hari. Carslaw dan Kaplan (1991) di New Zelland pada pengujian ditahun 1987 selama 88 hari sedangkan 1988 selama 95 hari (Novita, 2004).

 

D. Metode Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan go publik di BEJ tahun 2003-2005 dengan jumlah sampel 810 perusahaan.

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah audit delay sedangkan variabel independennya adalah ukuran perusahaan, klasifikasi industri, dan laba rugi perusahaan.

Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode dokumenter. Alat analisis data yang digunakan statistik deskriptif.

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda dengan uji F dan uji t.

 

E. Kesimpulan

  1. Ukuran perusahaan, klasifikasi industri , extraordinary item, laba rugi perusahaan dan opini auditor secara simultan berpengaruh positif terhadap audit delay. Pengaruh yang dihasilkan sebesar 12,2%.
  2. Ukuran perusahaan secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap audit delay.
  3. Klasifikasi industri secara parsial berpengaruh signifikan terhadap audit Perusahaan yang melaporkan kerugian akan meminta auditor untuk mengatur waktu auditnya lebih lama dibandingkan biasanya. Sebaliknya jika perusahaan melaporkan laba yang tinggi maka perusahaan akan mempercepat auditnya, sehinnga good news tersebut segera dapat disampaikan kapada para investor dan pihak-pihak lainnya yang berkepentingan. Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Carslaw dan Kaplan (1991), Courtis (1976), Dyer dan McHugh (1975), Halim (2000), Givoly (1982), dan Na’im (1999), Hanipah (2000), Subekti dan Novi (2004). Penelitian ini dilakukan dengan obyek laporan keuangan auditan di Indonesia.

 

Contoh Skripsi Akutansi

  1. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Audit Delay pada Perusahaan Go Publik
  2. Ta Analisis Laporan Keuangan pada Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Kudus
  3. Analisis Tingkat Efisiensi Penggunaan Modal Melalui Pendekatan Sistem DU Pont
  4. Kemampuan Rasio Keuangan Sebagai Alat untuk Memprediksi Peringkat Obligasi Perusahaan Manufaktur
  5. Pengaruh Current Ratio, Debt To Equity Ratio, Dan Total Assets Turn Over