Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Skripsi Administrasi: Peranan BBRSBD dlm Melaksanakan Rehabilitasi dan Penyaluran Kerja

Judul Skripsi : Peranan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso Surakarta dalam Melaksanakan Rehabilitasi dan Penyaluran Kerja Penyandang Tuna Daksa

 

A. Latar Belakang

Manusia sebagai modal dasar pembangunan pada kenyataannya sering mengalami kendala, dalam hal ini ada sebagian masyarakat Indonesia yang mengalami cacat tubuh atau disebut juga penyandang tuna daksa. Dalam Undang- Undang No. 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat, pada Bab I mengatakan bahwa setiap penyandang cacat mempunyai hak dan kesempatan yang sama dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan. Selanjutnya pada pasal 6 menyatakan setiap penyandang cacat berhak memperoleh semua pendidikan dalam semua satuan, jalur, jenis, dan jenjang-jenjang pendidikan, pekerjaan, dan penghidupan yang layak sesuai dengan jenis dan derajad kecacatan, pendidikan, dan kemampuannya, perlakuan yang sama untuk berperan dalam pembangunan dan menikmati hasil-hasilnya, aksesbilitas dalam rangka kemandiriannya, rehabilitasi, bantuan sosial, dan pemeliharaan taraf kesejahteraan, dan hak yang sama dalam menumbuhkembangkan bakat, kemampuan, dan kehidupan sosial, terutama bagi penyandang cacat, anak dalam lingkungan keluarga, dan masyarakat.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak agar setiap Negara mempunyai tanggung jawab untuk membuat undang-undang yang obyektif untuk mengukur partisipasi penuh dan persamaan derajad para penyandang cacat. Indonesia telah telah melaksanakan anjuran PBB tersebut dengan menetapkan Undang-Undang No. 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat.

 

B. Rumusan Masalah 

  1. Bagaimana peranan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Dr. Soeharso Surakarta dalam melaksanakan rehabilitasi dan penyaluran kerja kepada penyandang tuna daksa?
  2. Apa faktor pendukung dan faktor penghambat dalam melaksanakan rehabilitasi dan penyaluran kerja kepada penyandang tuna daksa?

 

C. Kajian Pustaka

Pengertian Peranan

Peranan sesuai dengan pendapat Dr. Phil Astrid S. Susanto adalah dinamika dari status atau penggunaan dari hak dan kewajiban atau dapat disebut juga status subyektif (1983:75). Sementara itu status itu sendiri merupakan kedudukan obyektif yang memberi hak dan kewajiban kepada orang yang menempati kedudukan tersebut.

 

Panti Rehabilitasi Penyandang Cacat

Panti rehabilitasi penyandang cacat adalah panti atau sasana yang bertujuan mengurangi hambatan dan mengembangkan kemampuan fisik, mental dan sosial penyandang cacat agar dapat berfungsi dalam masyarakat sesuai dengan tingkat kemampuan, bakat, pendidikan dan pengalaman. Panti rehabilitasi penyandang cacat merupakan unit pelaksana teknis di bidang rehabilitasi dan pelayanan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Jenderal Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Departemen Sosial Republik Indonesia. Unit pelaksana adalah panti sosial baik pemerintah maupun swasta yang berfungsi memberikan rehabilitasi sosial bagi penyandang cacat.

Standar Pelayanan Rehabilitasi Sosial

Yaitu ukuran atau patokan yang telah ditentukan dalam pelaksanaan pelayanan rehabilitasi dan hasil yang diharapkan dari program tersebut. Pelayanan rehabilitasi social memiliki bentuk :

  • Bimbingan Sosial
  • Bimbingan Mental
  • Penyaluran

 

D. Metode Penelitian

Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif yang sifatnya menggambarkan, menganalisis, dan menafsirkan data.

Metode penarikan sampel dengan metode selektif yang sifatnya purposive sampling yaitu dengan mengumpulkan informasi dan data-data dari informan yang dianggap tahu dan dapat dipercaya.

Sumber data dengan data primer yaitu data yang diperoleh langsung melalui wawancara dan observasi, yang kedua data sekunder yaitu data yang diperoleh melalui dokumen-dokumen dan buku-buku yang berhubungan dengan masalah penelitian.

Teknik pengumpulan data dengan wawancara atau keterangan lisan, observasi atau pengamatan langsung, dan dokumentasi yang berupa laporan dan buku-buku pedoman.

Teknis analisa data dengan menggunakan deskriptif kualitatif, modelnya saling terjalin dan interaktif.

Validitas data dilakukan dengan cara triangulasi yaitu mengecek kebenaran data dengan membandingkan data sejenis yang diperoleh dari sumber yang berlainan.

 

E. Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian menyatakan bahwa BBRSBD Prof. Dr. Soeharso Surakarta telah berperan dalam melaksanakan rehabilitasi dan penyaluran kerja bagi penyandang tuna daksa. Namun demikian peran tersebut kurang optimal dengan adanya hambatan-hambatan yang belum teratasi dan jumlah penyandang tuna daksa yang disalurkan kerja masih sering tidak memenuhi target. Hambatan-hambatan yang belum teratasi tersebut yaitu masih kurangnya jumlah tenaga professional Instruktur Ketrampilan, tenaga Paramedis, dan Pekerja Sosial. Hambatan yang kedua berupa kurang memadainya ruang untuk perawatan dan peralatan kegiatan teknis yang rusak dan tua dalam Bimbingan Sosial, Bimbingan Ketrampilan, dan perawatan kesehatan. Dan hambatan yang ketiga yaitu secara mental dan teknis ketrampilan, penyandang cacat belum siap menghadapi dunia kerja. Sedangkan untuk penyandang tuna daksa yang disalurkan kerja ke perusahaan atau home industry sering tidak melebihi 30% dari keseluruhan penyandang tuna daksa yang telah selesai mengikuti rehabilitasi, tidak melebihi target penyaluran kerja yang ditetapkan bagi lembaga ini.

 

Contoh Skripsi Administrasi

  1. Evaluasi Pelaksanaan Program Pemberantasan Buta Aksara Unit Pelaksana Teknis Daerah Dinas Pendidikan Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo (Studi Kasus Desa Bulakrejo tentang Pemberantasan Buta Aksara oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah Dinas Pendidikan Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo Tahun 2007/2008)
  2. Dampak Perubahan Organisasi terhadap Kinerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Serta Unit Pelaksana Teknis Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Kabupaten Magelang
  3. Hubungan Antara Pendidikan dan Latihan dengan Pengembangan Karier Pegawai di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Boyolali
  4. Implementasi Rencana Strategis Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Surakarta Tahun 2007
  5. Peranan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. DR. Soeharso Surakarta

 

 

Incoming search terms: