Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Simbolisasi Agama dgn Keyakinan, Sikap Stigmatisasi dan Diskriminasi dgn HIV/AIDS

Judul Skripsi : Simbolisasi Agama dengan Keyakinan, Sikap Stigmatisasi dan Diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS

A. Latar Belakang Masalah

Agama bisa mendorong anggota masyarakat untuk memberikan simpati dan dukungan moral kepada orang yang mengalami musibah terinfeksi HIV dan mengalami AIDS, agar bisa melanjutkan kehidupan. Di samping itu agama bisa menjadi sumber protektif terhadap risiko penularan HIV (CDC, 2011). negatif lainnya, tidak jarang agama dipandang sebagai suatu kekuatan yang absolut. Orang tidak perlu memproteksi diri terhadap infeksi HIV/AIDS, karena agama akan menyelesaikan semua masalah penyakit. Sebagai contoh, studi Bauer et al. pada masyarakat Katolik di Rio de Janeiro, Brasil, menemukan sejumlah orang dengan HIV/AIDS menolak pemberian terapi HIV/AIDS, karena berkeyakinan bahwa Tuhan akan menyembuhkan mereka. Menurut keyakinan mereka, “God protects me“. “He heals/will heal me“. “My body is closed. No illness can touch me“. (Bauer et al. 1998).

Dengan latar belakang tersebut, penelitian ini ingin mengetahui bagaimana simbolisasi agama dan keyakinan tentang kausalitas HIV/AIDS di kalangan SLTA. Penelitian ini juga ingin mengetahui bagaimana sikap kalangan siswa SLTA terhadap orang dengan HIV/AIDS dan upaya penanggulangan HIV/AIDS.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Bagaimanakah pandangan siswa SLTA tentang simbolisasi agama, keyakinan tentang kausa HIV/AIDS, stigmatisasi dan diskriminasi terhadap ODHA, dan sikap terhadap upaya mengendalikan HIV/AIDS?
  2. Apakah ada hubungan antara simbolisasi agama dengan keyakinan tentang kausa HIV/AIDS, sikap stigmatisasi terhadap ODHA, sikap diskriminasi terhadap ODHA, dan sikap terhadap upaya pengendalian HIV/AIDS pada siswa SLTA?

 

C. Tujuan Penelitian Skripsi

Tujuan Umum:

Menganalisis keadaan simbolisasi agama dan keyakinan tentang kausa HIV/AIDS di kalangan siswa SLTA dan hubungannya dengan sikap stigmatisasi dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS, dan upaya pengendalian HIV/AIDS.

Tujuan Khusus:

  1. Mendeskripsikan pandangan siswa SLTA tentang simbolisasi agama, dan menganalisis hubungannya dengan keyakinan tentang kausa HIV/AIDS, stigmatisasi dan diskriminasi terhadap ODHA, dan sikap terhadap upaya mengendalikan HIV/AIDS.
  2. Menganalisis hubungan antara simbolisasi agama dengan keyakinan tentang kausa HIV/AIDS, sikap stigmatisasi terhadap ODHA, sikap diskriminasi terhadap ODHA, dan sikap terhadap upaya pengendalian HIV/AIDS pada siswa SLTA.

 

D. Kesimpulan

1. Penelitian ini mendukung hipotesis bahwa keyakinan agama dan interpretasinya dapat mempengaruhi pembentukan sikap terhadap HIV/AIDS dan ODHA. Terdapat hubungan positif dan secara statistik signifikan antara simbolisasi agama dengan pemberian stigma terhadap ODHA (b= 0.41; CI95% 0.29 hingga 0.52), dan sikap diskriminasi terhadap ODHA (b= 0.39; CI95% 0.26 hingga 0.51). Terdapat hubungan negatif (terbalik) antara simbolisasi dan sikap yang mendukung upaya pengendalian HIV/AIDS pada siswa SLTA (b= -0.13; CI95% -0.19 hingga -0.07).

2. Terdapat hubungan negatif (terbalik) dan secara statistik signifikan antara keyakinan bahwa kausa HIV/AIDS dapat dikendalikan oleh manusia dengan pemberian stigma terhadap ODHA (b= -0.85; CI95% -1.01 hingga -0.68), dan sikap diskriminatif terhadap ODHA (b= -0.71; CI95% -0.90 hingga -0.52). Terdapat hubungan positif dan secara statistik signifikan antara keyakinan bahwa kausa HIV/AIDS dapat dikendalikan oleh manusia dan sikap yang mendukung upaya pengendalian HIV/AIDS pada siswa SLTA (b= 0.23; CI95% 0.13 hingga 0.33).