Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Sikap dgn Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk Aedes Aegypti

Judul Skripsi : Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk Aedes Aegypti pada Kepala Keluarga Desa Balesono Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung

A. Latar Belakang Masalah Skripsi

Kurangnya perilaku kepala keluarga dalam pemberantasan sarang nyamuk tersebut dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah karena ketidaktahuan kepala keluarga terhadap maksud, tujuan, manfaat, dan keuntungan ataupun kerugian jika tidak melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (3M). Akibatnya timbul sikap negatif atau tidak mendukung terhadap anjuran melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk. Hal ini sesuai konsep “K-A-P” (Knowledge-Attitude-Practice) dalam Notoatmodjo (2003: 131), artinya perilaku seseorang dapat terwujud jika didukung oleh sikap yang positif mengenai perilaku yang harus dilakukannya. Sementara itu sikap yang terbentuk juga harus didukung pengetahuan yang memadai mengenai apa yang akan dilakukannya.

Mengingat latar belakang permasalahan di atas maka peneliti merasa perlu mengadakan penelitian mengenai pengetahuan, sikap dan perilaku tentang pemberantasan sarang nyamuk Aedes Aegypti dengan merumuskan dalam judul penulisan “Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk Aedes Aegypti pada Kepala Keluarga di Desa Balesono Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung Tahun 2010”.

 

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dirumuskan masalahnya sebagai berikut: “Adakah hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk Aedes Aegypti pada kepala keluarga di desa Balesono Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung ?”

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

Mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk Aedes Aegypti pada kepala keluarga di Desa Balesono Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung.

Tujuan Khusus

  1. Mendiskripsikan hubungan pengetahuan dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk Aedes Aegypti pada kepala keluarga di Desa Balesono Kecamatan Ngunut kabupaten Tulungagung.
  2. Mendiskripsikan hubungan sikap dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk Aedes Aegypti pada kepala keluarga di Desa Balesono Kecamatan Ngunut kabupaten Tulungagung.
  3. Mendiskripsikan hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk Aedes Aegypti pada kepala keluarga di Desa Balesono Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung.

 

D. Kesimpulan

  1. Ada hubungan pengetahuan dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk di Desa Balesono Puskesmas Balesono Kabupaten Tulungagung (p=0,000), positif dan kuat (Correlation Coeficient = +0,670).
  2. Ada hubungan sikap dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk di Desa Balesono Puskesmas Balesono Kabupaten Tulungagung (p=0,000), positif dan kuat (Correlation Coeficient = +0,660).
  3. Ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk di Desa Balesono Puskesmas Balesono Kabupaten Tulungagung (p = 000) dengan Y = 27,128 + 3,068X1 + 0,709X2.

 

E. Saran

  1. Bagi Kepala Keluarga

Diharapkan kepala keluarga menjadi motor penggerak kegiatan pemberantasan nyamuk Aedes aegypti dalam keluarganya masing-masing sesuai program Jum’at Bersih atau kegiatan lain yang berorientasi 3M.

  1. Bagi Institusi Pelayanan Kesehatan

Diharapkan institusi pelayanan kesehatan melaksanakan kegiatan pemeriksaan jentik secara berkala dengan menjalin kerja sama dengan kader kesehatan dari program Desa Siaga.

  1. Bagi Institusi Pendidikan

Diharapkan pihak pendidikan ikut serta dalam rangka peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku 3M melalui kegiatan penyuluhan kelompok atau individu atau penyebaran artikel tentang penyakit demam berdarah dan pemberantasannya.