Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Proses Pembelajaran dengan Terwujudnya Sekolah Ramah Anak

Judul Skripsi : Hubungan antara Pengurus – Utamaan Anak (Children Mainstraming) dalam Proses Pembelajaran (Teaching Learning Process) dengan Terwujudnya Sekolah Ramah Anak (Friendly School)

 

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan hal yang penting bagi anak dan pendidikan harus mampu menjamin hak – hak anak sehingga anak akan terlindungi dan dapat memaksimalkan potensi yang dimilikinya. Anak memerlukan kesempatan untuk dapat berkembang yang hal itu menuntut anak untuk mendapatkan kesempatan bagi pengembangan diri serta potensinya.

Untuk melihat secara lebih jauh dan lebih mendalam mengenai permasalahan ini maka peneliti tertarik untuk melakukan studi terhadap masalah ini di 7 (Tujuh) Sekolah Dasar di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di wilayah Kabupaten Bantul tersebut telah dibangun sekolah – sekolah dasar kembali setelah dihancurkan bencana gempa 2 tahun lalu.

 

B. Perumusan Masalah

Untuk itu peneliti membuat rumusan masalah dalam tesis yang berjudul Hubungan antara Pengarus – Utamaan Anak dalam Proses Pembelajaran dengan terwujudnya Sekolah Ramah Anak adalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana kondisi 7 (Tujuh) Sekolah Dasar di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. kaitannya dengan terwujudnya Sekolah Ramah Anak?
  2. Bagaimana upaya Pengarus – Utamaan Anak (Children Mainstreaming) dalam Proses Pembelajaran yang dilakukan di 7 (Tujuh) Sekolah Dasar di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta?
  3. Apa faktor-faktor pendukung dan penghambat selain Pengarus – Utamaan Anak (children mainstreaming) bagi terwujudnya Sekolah Ramah Anak yang dilakukan di 7 (Tujuh) Sekolah Dasar di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta ?
  4. Seberapa jauh terdapat hubungan yang signifikan antara Pengarus – Utamaan Anak (Children Mainstreaming) dalam Proses Pembelajarandengan terwujudnya Sekolah Ramah Anak yang dilakukan di 7 (Tujuh) Sekolah Dasar di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta?

 

C. Tujuan Penelitian

Sejalan dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah:

  1. Mengkaji kondisi profil sekolah di 7 (Tujuh) Sekolah Dasar di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kaitannya dengan terwujudnya Sekolah Ramah Anak.
  2. Menelaah upaya Pengarus – Utamaan Anak (Children Mainstreaming) dalam Proses Pembelajaran yang dilakukan di 7 (Tujuh) Sekolah Dasar di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
  3. Mengkaji faktor – faktor pendukung dan penghambat bagi terwujudnya Sekolah Ramah Anak yang dilakukan di 7 (Tujuh) Sekolah Dasar di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
  4. Menganalisis hubungan antara Pengarus – Utamaan Anak (Children Mainstreaming) dalam Proses Pembelajaran dengan terwujudnya Sekolah Ramah Anak yang dilakukan di 7 (Tujuh) Sekolah Dasar di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

E. Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian ini adalah :

1. Hasil korelasi menunjukkan,

2. SD Negeri Cepokojajar ada pengaruh secara signifikan (0,000 < 0,05) antara Pengarus – Utamaan Anak dengan Sekolah Ramah Anak.

3. SD Negeri Payak ada pengaruh secara signifikan (0,000 < 0,05) antara Pengarus – Utamaan Anak dengan Sekolah Ramah Anak.

4. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan Pengarus – Utamaan Anak dan Sekolah Ramah Anak adalah dengan meningkatkan aspekaspek yang ada dalam ke dua variabel tersebut.

5. Faktor yang dapat menjadi pendukung dan penghambat terwujudnya Sekolah Ramah Anak antara lain kualitas guru, kualitas karyawan sekolah, dan dana.