Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Perubahan Mikroanatomi dan Variasi Pola Pita Isozim pada Insang dan Ginjal Kerang

Judul Skripsi : Analisis Perubahan Mikroanatomi dan Variasi Pola Pita Isozim pada Insang dan Ginjal Kerang Air Tawar Anodonta Woodiana terhadap Paparan Logam Berat Kadmium

A. Latar Belakang Skripsi

Hingga saat ini pengetahuan mengenai fenomena paparan logam berat Cd terhadap bioindikator perairan yang mengakibatkan suatu gangguan fungsi organ sehingga terjadi perubahan struktur mikroanatominya berdasarkan marka molekuler belum pernah dilakukan. Gambaran variasi genetik suatu spesies sebagai bioindikator perairan tercemar juga belum pernah dilakukan. Sehingga perlu dilakukan suatu analisis mengenai gambaran variasi genetik organisme bioindikator pada perairan tercemar. Salah satu teknik marka molekuler dasar yang dapat digunakan untuk melihat variasi genetik adalah teknik isozim. Isozim biasa digunakan dalam identifikasi variasi genetik. Karena tiap individu yang sama bahkan dalam jaringan yang sama memungkinkan adanya enzim yang berbeda-beda (Etikawati dan Suratman, 2008).

Perbedaan antara isozim karena adanya lebih dari satu gen dalam suatu organisme yang mengkode tiap isozim. Pentingnya suatu organisme mempunyai isozim yang berbeda yang mampu mengkatalis reaksi yang sama, adalah perbedaan respon isozimnya terhadap faktor lingkungan. Artinya jika faktor lingkungan berubah, maka isozim yang paling aktif dalam lingkungan tersebut akan melaksanakan fungsinya dan membantu organisme tersebut bertahan hidup (Salisbury dan Ross, 1992 dalam Etikawati dan Suratman, 2008). Sehingga jika suatu organisme dalam lingkungan yang normal kemudian lingkungan tersebut berubah seperti masuknya logam berat Cd pada suatu perairan maka enzim yang paling aktif pada organisme tersebut akan berperan membantu organisme tersebut bertahan hidup. Dari fenomena di atas maka perlu dilakukan suatu analisis mengenai perubahan mikroanatomi dan variasi pola pita isozim pada insang dan ginjal kerang air tawar Anodonta woodiana terhadap paparan logam berat kadmium.

 

B. Perumusan Masalah

Dari latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:

  1. Adakah akumulasi logam berat Cd terhadap insang dan ginjal Woodiana setelah perlakuan?
  2. Adakah perubahan struktur mikroanatomi insang dan ginjal Woodiana akibat akumulasi logam berat Cd setelah perlakuan?
  3. Adakah variasi pola pita isozim yang ditunjukkan pada insang dan ginjal woodiana akibat akumulasi logam berat Cd?

 

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:

  1. Mengetahui kandungan logam berat Cd yang terakumulasi pada insang dan ginjal woodiana setelah perlakuan.
  2. Mengetahui adanya perubahan struktur mikroanatomi insang dan ginjal woodiana akibat akumulasi logam berat Cd setelah perlakuan.
  3. Mengetahui adanya variasi pola pita isozim pada insang dan ginjal woodiana akibat akumulasi logam berat Cd.

 

D. Simpulan

Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :

1. Adanya signifikansi akumulasi logam berat Cd pada tiap perlakuan terhadap insang dan ginjal woodiana yang dibuktikan dengan data uji anava sebesar 475,3 > 0,000 dan 60150,3 >0,000 dengan taraf signifikansi rata-rata 5% (P<0,05).

2. Adanya perubahan struktur mikroanatomi yang ditandani pada ginjal terjadi edema, hyperplasia, fusi lamella dan nekrosis, sedangkan pada ginjal di buktikan dengan terjadinya edema, hiperplasia dan nekrosis pada tubulus, glomerulus dan mineralisasi pada sel darah hingga mengalami pendarahan.

3. Adanya variasi pola pita isozim yang ditunjukkkan dengan gambaran dan bentuk pola pita yang sangat bervariasi akibat pengaruh lingkungan.