Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Persepsi tentang Peran Keluarga dengan Perilaku Seksual pada Remaja

Judul Skripsi : Hubungan Antara Pengetahuan Kesehatan Reproduksi dan Persepsi tentang Peran Keluarga dengan Perilaku Seksual pada Remaja

A. Latar Belakang

Dalam Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) tahun 2007 remaja berpendapat usia ideal menikah bagi perempuan adalah 23,1 tahun, sedangkan usia ideal menikah bagi laki-laki 25,6 tahun. Terdapat kenaikan jika dibandingkan dengan hasil SKRRI 2002-2003 yaitu remaja berpendapat usia ideal menikah bagi perempuan 20,9 tahun. Sedangkan usia ideal menikah bagi laki-laki 22,8 tahun (BKKBN, 2010:48). Remaja putri lebih banyak memilih membicarakan masalah seksualitas kepada ibunya dibandingkan kepada ayahnya, berbeda dengan remaja laki-laki. Remaja lakilaki kurang suka membahas mengenai seksual kepada ibunya maupun temannya dan sedikit kemungkinannya untuk berbicara dengan ayah mereka (Dilorio, 1999:187).

Kenyataan di atas mendorong keinginan penulis untuk meneliti lebih dalam mengenai hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dan persepsi tentang peran keluarga dengan perilaku seksual pada remaja di kota Surakarta.

 

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan pada pembatasan masalah, penulis merumuskan masalah penelitian sebagai berikut :

  1. Adakah hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual pada remaja di Kota Surakarta?
  2. Adakah hubungan antara persepsi tentang peran keluarga dengan perilaku seksual pada remaja di Kota Surakarta?
  3. Adakah hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dan persepsi tentang peran keluarga dengan perilaku seksual pada remaja di Kota Surakarta?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dan persepsi tentang peran keluarga dengan perilaku seksual pada remaja di Kota Surakarta.

 

Tujuan Khusus

  1. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja di Kota Surakarta.
  2. Untuk mengetahui hubungan persepsi tentang peran keluarga dengan perilaku seksual remaja di Kota Surakarta.
  3. Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dan persepsi tentang peran keluarga dengan perilaku seksual pada remaja di Kota Surakarta.

 

D. Simpulan

Berdasarkan pada hasil analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Pengetahuan kesehatan reproduksi mempunyai korelasi negatif dan signifikan dengan perilaku seksual remaja di kota Surakarta yang berarti apabila pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi meningkat, maka perilaku seksual remaja akan menurun. Begitu pula sebaliknya, apabila pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi menurun, maka perilaku seksual remaja akan meningkat.

2. Persepsi peran keluarga mempunyai korelasi yang negatif dan signifikan dengan perilaku seksual remaja di kota Surakarta yang berarti apabila persepsi remaja tentang peran keluarga meningkat, maka perilaku seksual remaja akan menurun. Begitu pula sebaliknya, apabila persepsi remaja tentang peran keluarga menurun, maka perilaku seksual remaja akan meningkat.

3. Pengetahuan kesehatan reproduksi dan persepsi peran keluarga berkorelasi secara bersama-sama dengan perilaku seksual remaja di kota Surakarta sebesar 12,1%. Sumbangan efektif dari pengetahuan kesehatan reproduksi adalah sebesar 5,5% sedangkan persepsi peran keluarga sebesar 6,6%.