Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Penguasaan Kosakata dan Konsep Diri dgn Keterampilan Berbicara

Judul Skripsi : Penguasaan Kosakata dan Konsep Diri dengan Keterampilan Berbicara

 

A. Latar Belakang Masalah

Keterampilan berbicara yang dimiliki seseorang akan meningkat apabila kuantitas dan kualitas kosakata yang dipakainya juga meningkat. Berkaitan dengan hal tersebut Henry Guntur Tarigan (1986: 2) berpendapat bahwa kualitas keterampilan berbahasa seseorang jelas bergantung kepada kuantitas dan kualitas kosakata yang dimilikinya. Semakin kaya kosakata yang dimiliki seseorang maka semakin besar pula kemungkinan ia terampil berbahasa. Hal senada diungkapkan oleh Gorys Keraf (2009: 21) bahwa semakin banyak kosakata yang dikuasai seseorang, semakin banyak ide atau gagasan yang dikuasainya dan sanggup diungkapkannya. Dengan kata lain, seseorang yang mempunyai kosakata yang luas/ banyak akan dengan mudah melakukan kegiatan berbahasa. Salah satunya adalah kegiatan berbicara sebagai sarana untuk berkomunikasi.

Apabila siswa tidak memiliki konsep diri yang baik maka siswa akan merasa takut dan tidak percaya diri untuk tampil maju berbicara di depan kelas.Perkiraan-perkiraan yang diberikan di atas, secara empiris (di lapangan) belum teruji kebenarannya. Oleh karena itu, untuk menguji ada tidaknya hubungan positif antara penguasaan kosakata dan konsep diri dengan keterampilan berbicara, maka perlu diadakan penelitian.

 

B. Rumusan Masalah Skripsi

  1. Apakah terdapat hubungan antara penguasaan kosakata dan keterampilan berbicara?
  2. Apakah terdapat hubungan antara konsep diri dan keterampilan berbicara?
  3. Apakah terdapat hubungan antara penguasaan kosakata dan konsep diri secara bersama-sama dengan keterampilan berbicara?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui hubungan antara penguasaan kosakata dan keterampilan berbicara.
  2. Untuk mengetahui gambaran ada tidaknya hubungan antara konsep diri dengan keterampilan berbicara.
  3. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara penguasaan kosakata dan konsep diri dengan keterampilan berbicara.

 

D. Simpulan

Ketiga hipotesis penelitian diterima, yaitu penguasaan kosakata dan konsep diri secara sendirisendiri maupun bersama-sama memiliki hubungan positif dengan keterampilan siswa VIII MTsN Tanon Sragen Jawa Tengah. Akan tetapi, jika dilihat besar kecilnya nilai sumbangan variabel bebas (prediktor) kepada variabel terikat (respons), tampak bahwa penguasaan kosakata siswa kelas VIII MTsN Tanon Sragen Jawa Tengah memberikan sumbangan (kontribusi) yang lebih besar

daripada variabel konsep diri yang mereka miliki.

 

E. Saran

1. Keterampilan bebicara, penguasaan kosakata, dan konsep diri siswa kelas VIII di MTs Negeri se-Kabupaten Sragen masih dapat dikatakan rendah, maka ketiga bidang itu itu perlu ditingkatkan. Peningkatan tersebut penting bagi siswa karena masih mempunyai jangkauan yang panjang dalam jenjang pendidikannya ke jenjang SMA bahkan ke perguruan tinggi. Guru bahasa Indonesia mempunyai peranan yang besar untuk mengembangkan ketiga bidang tersebut kepada para siswa melalui bangku pendidikan.

2. Dalam upaya meningkatkan keterampilan berbicara secara optimal, maka guru bahasa Indonesia diharapkan tidak hanay menekankan pada aspek kemampuan berbahasa saja, namun juga harus memperhatikan aspek-aspek lainnya yang menunjang pencapaian keterampilan berbicara yang diinginkan, misalnya seperti penguasaan kosakata dan konsep diri.