Penguasaan Bahasa Figuratif dan Minat Membaca Cerita Pendek

Judul Skripsi : Penguasaan Bahasa Figuratif dan Minat Membaca Cerita Pendek dengan Kemampuan Mengapresiasi Cerita Pendek

 

A. Latar Belakang

Aspek yang tidak kalah penting adalah aspek psikologis siswa. Aspek psikologis ini sangat berperan di dalam memotivasi siswa melakukan aktivitas membaca. Salah satu aspek tersebut adalah “minat’’. Minat membaca, khususnya membaca karya cerita pendek merupakan salah satu aspek yang ikut menentukan kemampuan siswa dalam mengapresiasi cerita pendek.

Berdasarkan uraian di atas, perlu kiranya diadakan penelitian yang berkaitan dengan masalah :

(1) penguasaan bahasa figuratif dengan kemampuan mengapresiasi cerita pendek

(2) minat membaca cerita pendek dengan kemampuan mengapresiasi cerita pendek

(3) penguasaan bahasa figuratif dan minat membaca cerita pendek dengan kemampuan mengapresiasi cerita pendek siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wonogiri

 

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, permasalahan penelitian ini dapat dirumuskan:

  1. Apakah ada hubungan antara penguasaan bahasa figuratif dan kemampuan mengapresiasi cerita pendek?
  2. Apakah ada hubungan antara minat membaca cerita pendek dan kemampuan mengapresiasi cerita pendek?
  3. Apakah ada hubungan secara bersama-sama antara penguasaan bahasa figuratif dan minat membaca cerita pendek dengan kemampuan mengapresiasi cerita pendek?

 

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya:

  1. hubungan antara penguasaan bahasa figuratif dan kemampuan mengapresiasi cerita pendek.
  2. hubungan antara minat membaca cerita pendek dan kemampuan mengapresiasi cerita pendek.
  3. hubungan antara penguasaan bahasa figuratif dan minat membaca cerita pendek secara bersama-sama dengan kemampuan mengapresiasi cerita pendek.

 

D. Simpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dikemukakan di muka, maka dapat ditarik tiga kesimpulan hasil penelitian berikut.

1. Berdasarkan hasil analisis korelasi product-moment menunjukkan bahwa hipotesis yang menyatakan “ada hubungan positif antara penguasaan bahasa figuratif dan kemampuan mengapresiasi cerita pendek” telah teruji kebenarannya. Keduanya berjalan seiring, artinya makin baik penguasaan bahasa figuratif siswa, maka makin baik pula kemampuan mengapresiasi cerita pendek siswa tersebut. Kekuatan (kadar) hubungan diantara dua variabel ini ditunjukkan oleh koefisien korelasi (ry1 ) sebesar 0,52. Dan besarnya sumbangan variabel penguasaan bahasa figuratif (X1 ) terhadap variabel kemampuan mengapresiasi cerita pendek (Y) sebesar 27,04%.

2. Berdasarkan analisis korelasi product-moment menunjukkan bahwa hipotesis yang menyatakan “ada hubungan positif antara minat membaca cerita pendek dan kemampuan mengapresiasi cerita pendek” telah teruji kebenarannya. Kedua variabel berjalan seiring (memiliki hubungan positif), artinya makin baik minat membaca cerita pendek siswa, maka makin baik pula kemampuan mengapresiasi cerita pendek siswa tersebut. Kekuatan (kadar) hubungan diantara kedua variabel ini ditunjukkan oleh koefisien korelasinya ( ry2 ) sebesar 0,49. Ssumbangan variabel minat membaca cerita pendek (X2 ) terhadap kemampuan mengapresiasi cerita pendek (Y) sebesar 24,01%.

3. Hasil analisis korelasi ganda menunjukkan bahwa hipotesis yang menyatakan “terdapat hubungan positif antara penguasaan bahasa figuratif dan minat membaca cerita pendek secara bersama-sama dengan kemampuan mengapresiasi cerita pendek” telah teruji kebenarannya. Kedua variabel bebas (prediktor) yaitu penguasaan bahasa figuratif dan minat membaca cerita pendek berjalan seiring dengan variabel terikat (respons)-nya yaitu kemampuan mengapresiasi cerita pendek. Berjalan seiring di sini berarti memiliki hubungan positif yang ditunjukkan dengan makin baik penguasaan bahasa figuratif dan minat membaca cerita pendek, maka makin baik pula kemampuan mengapresiasi cerita pendek siswa tersebut. Kekuatan (kadar) hubungan itu ditunjukkan oleh koefisien korelasi atau nilai (Ry12 )-nya sebesar 0,53. Sementara itu kedua variabel bebas tersebut secara bersama-sama memberikan sumbangan 65,61%