Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Pengaruh Perubahan Lahan Terhadap Jumlah Aliran Permukaan

Judul Skripsi : Analisis Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Peningkatan Jumlah Aliran Permukaan

A. Latar Belakang Masalah 

Kota Surakarta, sebagai pusat perdagangan & industri dari daerah sekitarnya, penduduknya bertambah dari tahun ke tahun secara nyata, sedangkan luas wilayahnya tetap, akibatnya tingkat kepadatan rata-rata penduduknyapun juga bertambah. Kondisi ini menuntut kebutuhan lahan untuk perluasan kawasan baru, baik untuk pemukiman, jasa perdagangan dan industri berikut fasilitas lainnya, sehingga menyebabkan daerah sekitarnya menjadi alternatif pilihan untuk pengembangan kawasan baru yang berimplikasi terhadap perubahan tata guna lahan (landuse change) di kota Surakarta dan sekitarnya. Dan salah satunya adalah DAS Kali Gatak yang saat ini berkembang menjadi daerah pemukiman baru akibat dari perkembangan kota Surakarta.

 

B. Rumusan masalah

Akibat adanya alih fungsi lahan di DAS Kali Gatak dari kawasan pertanian dan tegalan menjadi kawasan terbangun dapat mengakibatkan berkurangnya air yang meresap kedalam tanah (infiltrasi) serta meningkatnya aliran permukaan (surface runoff), sehingga permasalahan tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut : “Seberapa besar peningkatan jumlah aliran permukaan maksimum akibat adanya alih fungsi lahan dari daerah pertanian menjadi kawasan terbangun di DAS Kali Gatak selama 7 tahun terakhir”.

 

C. Maksud dan Tujuan Penelitian

  1. Perubahan tata guna lahan dari daerah pertanian dan tegalan menjadi kawasan permukiman di DAS Kali Gatak dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2007.
  2. Seberapa besar peningkatan jumlah aliran permukaan (surface runoff) akibat dari alih fungsi lahan di DAS Kali Gatak dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2007.

 

D. Kesimpulan

1. Daerah aliran sungai (DAS) Kali Gatak telah mengalami perubahan tata guna lahan yang cukup serius, terutama pada peralihan fungsi lahan dari persawahan, perkebunan dan padang rumput menjadi daerah permukiman. Pada tahun 2001 prosentase luas lahan untuk Bangunan/Gedung 1,56%, Perkebunan/kebun 2,93%, Padang rumput 1,90%, Pemukiman 51,66%, Sawah 41,82% dan Perairan tawar 0,10%. Sedang pada tahun 2007 prosentase luas lahan untuk Bangunan/Gedung 2%, Perkebunan/kebun 1,16%, Padang rumput 1,2 %, Pemukiman 61,18%, Sawah 34,36% dan Perairan tawar 0,10%. Sehingga dengan perubahan fungsi lahan tersebut telah terjadi penyusutan dari lahan-lahan resapan menjadi permukaan tanah yang kedap air hingga mencapai 9,95% dari luas DAS yang ada sebesar 1152,97 ha.

2. Dari hasil analisa, kemungkinan kejadian hujan yang menyebabkan banjir dan genangan di wilayah Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta tersebut adalah kejadian hujan kawasan yang terjadi secara bersamaan yang tercatat di tiga stasiun yaitu di stasiun hujan PBS Pabelan Kartosuro, Waduk Cengklik Panasan dan di stasiun hujan Banjarsari Surakarta. Dari hasil perhitungan dengan berbagai asumsi kejadian hujan kawasan dengan metode Aritmatik maupun metode poligon Thiessen yang ditinjau pada tahun 2001 dan 2007, menunjukkan bahwa telah terjadi kenaikan debit aliran permukaan (surface runoff) di DAS Kali Gatak, baik debit maksimum maupun minimum.

3. Kenaikan debit aliran permukaan (surface runoff) tersebut dipicu oleh karena adanya alih fungsi lahan di DAS Kali Gatak. Hal ini ditunjukkan dengan hasil analisa perubahan tata guna lahan yang menggambarkan adanya trend kenaikan koeffisien aliran permukaan ( C ), yaitu dari C2001 = 0,28646 pada tahun 2001 menjadi C2007 = 0,3074 pada tahun 2007.