Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Pendidikan Matematika Realistik Indonesia dan Inkuiri pada Pokok Bahasan Bangun Ruang

Judul Skripsi : Eksperimentasi Pendekatan Pembelajaran Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dan Inkuiri pada Pokok Bahasan Bangun Ruang Sisi Datar Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Se-Kabupaten Bojonegoro

 

A. Latar Belakang Masalah Skripsi

Materi-materi matematika dapat menjadi aktivitas siswa dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan matematika melalui aktifitas yang dilakukan sendiri dan sesuai dengan tingkat kognitif siswa. Sehingga pembelajaran lebih bermakna bagi siswa, artinya materi-materi tersebut dapat dibayangkan oleh siswa. Siswa yang terbiasa berpikir konkret akan lebih mudah memahami matematika jika diberikan materi yang konkret. Dan pada akhirnya seluruh siswa mampu memahami materi yang diajarkan guru, sehingga keberhasilan proses pembelajaran dapat dicapai.

Pembelajaran konvensional yang cenderung memberikan materi melalui ceramah akan memudahkan bagi siswa dengan gaya belajar auditori karena dengan mendengarkan siswa dapat dengan mudah memahami materi yang dipelajari, tetapi belum tentu bagi siswa dengan belajar visual yang maupun kinestetik, yang mungkin dapat menimbulkan kesulitan memahami materi yang sedang dipelajari karena materi tidak dapat dilihat dan tidak memerlukan keterlibatan siswa secara langsung. Pembelajaran inkuiri yang memberikan kebebasan siswa mengajukan pertanyaan sebagai permasalahan pada awal pembelajaran akan memudahkan siswa dengan gaya belajar auditori yang fasih berbicara, tetapi belum tentu memberikan kemudahan bagi siswa dengan gaya belajar visual maupun kinestetik yang cenderung tidak fasih berbicara. Hal ini yang menarik untuk dibandingkan dengan pembelajaran PMRI dimana permasalahan diberikan kepada guru sehingga siswa dengan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik akan lebih mudah dalam memulai pembelajaran dan berlatih mengutarakan pertanyaan terhadap masalah yang belum dipahami.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Manakah pembelajaran yang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik, pada siswa dengan pendekatan pembelajaran inkuiri, PMRI atau konvensional?
  2. Manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik, siswa dengan gaya belajar visual, auditori, atau kinestetik?
  3. Pada pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran PMRI, manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik, siswa yang memiliki gaya belajar visual, auditori, atau kinestetik?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Manakah pembelajaran yang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik, pada siswa dengan pendekatan pembelajaran inkuiri, PMRI atau siswa dengan pembelajaran konvensional.
  2. Manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik, siswa dengan gaya belajar visual, auditori, atau kinestetik.
  3. Pada pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran PMRI, siswa dengan gaya belajar mana yang menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik, siswa yang memiliki gaya belajar visual, auditori, atau kinestetik.

 

D. Simpulan

1. Siswa-siswa dengan pendekatan pembelajaran PMRI mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa-siswa dengan pendekatan pembelajaran inkuiri maupun konvensional. Sedangkan prestasi belajar siswa dengan pendekatan inkuiri lebih baik daripada konvensional.

2. Prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai tipe gaya belajar auditori lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai tipe gaya belajar visual maupun kinestetik. Prestasi belajar matematika antara siswa yang mempunyai tipe gaya belajar visual dan siswa yang mempunyai tipe gaya belajar kinestetik adalah sama.

3. Pada pendekatan pembelajaran PMRI, prestasi belajar matematika pada masing-masing tipe gaya belajar adalah sama.