Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Pendekatan Intertekstualitas dan Nilai Pendidikan Novel Karya A. Fuadi dan Andrea Hirata

Judul Skripsi : Kajian Novel Negeri Lima Menara Karya A. Fuadi dan Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata (Pendekatan Intertekstualitas dan Nilai Pendidikan)

 

A. Latar Belakang Masalah

Novel Negeri Lima Menara karya A. Fuadi menggambarkan secara detail proses pendidikan yang begitu menantang dan menyenangkan di dalam sebuah pondok pesantran modern yang ada di Ponorogo Jawa Timur. Sedangkan novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata menggambarkan keadaan pendidikan yang dialami seorang anak dan sekelompok anak yang ada di Pulau Belitong, yang menggambarkan bagaimana kenyatan pendidikan di daerah pedesaan dan jauh dari pusat pemerintahan yang terkendala keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan.

Penelitian ini akan mengkaji novel Negeri Lima Menara karya A. Fuadi dan Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dengan pendekatan intertekstualitas. Pengkajian terhadap dua novel tersebut dengan menganalisis struktur yang ada di dalam kedua novel tersebut kemudian menemukan benang merah berupa hubungan persamaan dan perbedaan dari novel Negeri Lima Menara karya A. Fuadi dan Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana hubungan intertekstualitas antara novel Negeri Lima Menara karya A. Fuadi dan Laskar Pelangi karya Andrea Hirata?
  2. Bagaimana novel Negeri Lima Menara karya A. Fuadi dan Laskar Pelangi karya Andrea Hirata memberikan nilai pendidikan?

 

C. Tujuan

  1. Menjelaskan hubungan intertekstualitas antara novel Negeri Lima Menara karya A. Fuadi dan Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
  2. Menjelaskan nilai pendidikan yang diberikan novel Negeri Lima Menara karya A. Fuadi dan Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.

 

D. Simpulan Skripsi

1. Hubungan Intertekstualitas antara Novel Negeri Lima Menara Karya A. Fuadi dan Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata

Beberapa bagian yang menjadi point dalam kedua novel tersebut antara lain metode pendidikan yang ada di sekolah, pidato dari guru yang membangkitkan semangat dan memberikan motivasi para siswanya, tata tertib yang harus dipatuhi oleh siswa, cara mempelajari bahasa asing, sepeda sebagai sarana transportasi, kegiatan perlombaan atau pertandingan, bulutangkis, cita-cita dan impian, liburan sekolah atau liburan kelas, kisah cinta atau suka terhadap wanita, pengabdian seorang pendidik terhadap tugas dan profesinya sebagai seorang guru atau pendidik, jiwa kepemimpinan, pertunujukan seni, keputusan untuk keluar dari sekolah, suasana perpisahan dengan kawan yang sangat pandai dan disayangi.

2. Nilai Pendidikan yang Diberikan Novel Negeri Lima Menara Karya A. Fuadi dan Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata

  • Negeri Lima Menara

Nilai pendidikan yang ada di dalam novel Negeri Lima Menara antara lain nilai religius (agama) berkaitan dengan pondok pesantren dan ajaran yang ada di dalmnya. Nilai moral (etika) menyangkut baik dan buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, dan kewajiban. Nilai sosial , kepedulain terhadap lingkungan sekitar. Nilai budaya, menghormati dan menghargai orang tua, budaya khas Tanah Minang, Budaya berkaitan pemberian nama pada setiap nama orang-orang Minang, serta budaya yang ada di Pondok Madani.

  • Laskar Pelangi

Nilai pendidikan yang berkaitan dengan nilai agama sangat kental sekali di novel Laskar Pelangi. Novel ini memiliki latar belakang sekolah Islam, yaitu perguruan Muhammadiyah. Nilai moral yang ada di dalam novel Laskar Pelangi berkaitan dengan bagaimana memberikan pemahaman akan adanya sikap yang rendah hati dan tidak sombong, menggapai cita-cita dan perjuangan untuk menggapai harapan. Nilai sosial tersebut diajarkan guru kepada muridnya.

Incoming search terms: