Pembelajaran Think Pair Share dgn Guided Note Taking pada Materi Peluang

Judul Skripsi : Eksperimentasi Model Pembelajaran Think Pair Share dengan Guided Note Taking pada Materi Peluang

 

A. Latar Belakang Masalah

Salah satu model pembelajaran kooperatif yang sudah banyak dilakukan penelitiannya adalah model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Model ini merupakan model pembelajaran yang dapat memacu siswa untuk belajar secara aktif dan dapat mengembangkan proses berpikir siswa. Meskipun demikian, terdapat penelitian yang mengungkap kelemahan mengenai model pembelajaran Think Pair Share (TPS). Hal ini mungkin dikarenakan adanya beberapa faktor yang mempengaruhi beberapa penelitian tersebut. Menurut Urip Tisngati (2011), dalam penelitiannya disimpulkan bahwa hasil belajar siswa dengan strategi Think Talk Write (TTW) lebih baik daripada hasil belajar siswa dengan strategi Think Pair Share (TPS). Penelitian lain yaitu Alfiyatul Fajar (2010) menyimpulkan bahwa hasil belajar siswa dengan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) lebih baik daripada model pembelajaran Think Pair Share (TPS).

Menurut Alfiyatul Fajar, terdapat kelemahan pada model pembelajaran Think Pair Share (TPS) yang akhirnya menjadi kendala dalam penggunaan model pembelajaran ini, diantaranya adalah siswa yang pandai cenderung mendominasi sehingga dapat menimbulkan sikap minder dan pasif dari siswa yang kurang pandai, diskusi tidak akan berjalan lancar jika siswa hanya menyalin pekerjaan siswa yang pandai tanpa memahami bagaimana proses menyelesaikan pekerjaan/tugas yang diberikan. Bertolak dari hasil penelitian-penelitian tersebut, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana meminimalkan kelemahan-kelemahan dari Think Pair Share (TPS) tersebut dengan mencoba melakukan modifikasi yang dapat diterapkan pada pembelajaran guna meningkatkan siswa agar dapat berperan aktif, meningkatkan tanggung jawab untuk belajar bersama, dan dapat membantu siswa yang mengalami kesulitan.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Manakah yang lebih baik prestasi belajar siswa yang diberi pembelajaran matematika dengan model pembelajaran TPS-GNT atau siswa yang diberi pembelajaran matematika dengan model pembelajaran TPS pada materi pokok peluang?
  2. Apakah siswa yang mempunyai kemampuan berpikir logis tinggi lebih baik prestasi belajarnya dibanding siswa yang mempunyai kemampuan berpikir logis sedang maupun rendah, dan siswa yang mempunyai kemampuan berpikir logis sedang lebih baik prestasi belajarnya dibanding siswa yang mempunyai kemampuan berpikir logis rendah pada materi pokok peluang?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Mengetahui apakah siswa yang diberi pembelajaran matematika dengan model pembelajaran TPS-GNT lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan siswa yang diberi pembelajaran matematika model pembelajaran TPS pada materi pokok peluang.
  2. Mengetahui apakah siswa yang mempunyai kemampuan berpikir logis tinggi lebih baik prestasi belajarnya dibanding siswa yang mempunyai kemampuan berpikir logis sedang maupun rendah, dan siswa yang mempunyai kemampuan berpikir logis sedang lebih baik prestasi belajarnya daripada siswa yang mempunyai kemampuan berpikir logis rendah pada materi pokok bahasan peluang.

 

D. Kesimpulan

1. Prestasi belajar matematika siswa dengan model pembelajaran kooperatif TPS-GNT sama baiknya dengan prestasi belajar matematika siswa dengan model pembelajaran kooperatif TPS.

2. Prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kemampuan berpikir logis tinggi lebih baik dari pada siswa yang mempunyai kemampuan berpikir logis sedang dan rendah, siswa yang mempunyai kemampuan berpikir logis sedang lebih baik dari pada siswa yang mempunyai kemampuan berpikir logis rendah.

Incoming search terms: