Pembelajaran Problem Solving pada Materi Lingkaran terhadap Prestasi Belajar

Judul Skripsi : Eksperimentasi Model Pembelajaran Problem Solving pada Materi Lingkaran terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa SMP Sragen

 

A. Latar Belakang Masalah

Model pembelajaran langsung maupun model pembelajaran pemecahan masalah dapat membantu siswa untuk mengembangkan kemampuannya dalam pemecahan masalah, baik dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Model-model pembelajaran dan metode pembelajaran merupakan suatu sarana dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas, supaya dalam penyampaian materi pelajaran dapat mudah diterima siswa, dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Demikian juga media pembelajaran merupakan sarana yang digunakan dalam proses belajar mengajar matematika. Menurut Hamalik (Azhar Arsyad, 2007:15) mengemukakan bahwa penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan motivasi, keinginan dan minat yang baru dan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pembelajaran. (Azhar Arsyad, 2007:16) dalam buku media pembelajaran mengemukakan alat peraga atau media pembelajaran dapat membantu supaya siswa lebih mudah atau cepat memahami, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, cepat mengerti dan menguasai materi pelajaran yang diterima.Dengan menggunakan model-model pembelajaran, metode pembelajaran maupun media pembelajaran, guru tidak lagi bersusah payah dalam menerangkan materi pelajaran dan waktu yang digunakan tidak terlalu lama karena siswa cepat mengerti dan memahaminya.

 

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini adalah :

  1. Apakah prestasi belajar siswa pada kegiatan belajar mengajar menggunakan model pembelajaran Pemecahan Masalah lebih baik daripada menggunakan model Pembelajaran Langsung ?
  2. Apakah prestasi belajar siswa yang memiliki motivasi belajar lebih tinggi lebih baik daripada siswa yang memiliki motivasi belajar dibawahnya?
  3. Apakah prestasi belajar siswa yang motivasi belajar tinggi maupun sedang pada model pembelajaran Pemecahan Masalah lebih baik dari model pembelajaran Langsung, tetapi apakah pada siswa yang motivasi belajarnya rendah prestasi belajar yang dicapai pada model pembelajaran Langsung lebih baik dari pada yang menggunakan model Pembelajaran Pemecahan Masalah ?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa dalam kegiatan belajar mengajar menggunakan model pembelajaran Pemecahan Masalah lebih baik daripada model pembelajaran Langsung.
  2. Untuk mengetahui apakah siswa yang motivasi belajarnya lebih tinggi prestasi belajar matematika yang dicapai lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang motivasi belajarnya dibawahnya.
  3. Untuk mengetahui apakah prestasi belajar siswa yang motivasi belajar tinggi maupun sedang pada model pembelajaran Pemecahan Masalah lebih baik dari model pembelajaran Langsung, tetapi pada siswa yang motivasi belajarnya rendah prestasi belajar yang dicapai pada model pembelajaran Langsung juga lebih baik dari pada yang menggunakan model Pembelajaran Pemecahan Masalah.

 

D. Kesimpulan

  1. Prestasi belajar matematika siswa pada kegiatan belajar mengajar menggunakan model pembelajaran pemecahan masalah lebih baik dari pada menggunakan model pembelajaran langsung .
  2. Prestasi belajar matematika siswa yang memiliki motivasi lebih tinggi lebih baik daripada siswa yang memiliki motivasi lebih rendah (dibawahnya).
  3. Prestasi belajar matematika siswa yang memiliki motivasi tinggi maupun sedang pada model pembelajaran pemecahan masalah lebih baik dari model pembelajaran langsung, sedangkan siswa yang motivasi belajar rendah prestasi belajar matematika yang dicapai pada model pembelajaran pemecahan masalah lebih baik daripada model pembelajaran langsung.