Pembelajaran Matematika Realistik dgn Metode Penemuan

Judul Skripsi : Eksperimentasi Pembelajaran Matematika Realistik dengan Metode Penemuan Ditinjau dari Kreativitas Belajar Matematika Siswa

A. Latar Belakang Masalah

Salah satu pembelajaran matematika yang berorientasi pada penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari adalah pembelajaran matematika realistik. Pembelajaran yang dikembangkan dan diteliti di Belanda selama kurang lebih 38 tahun (dimulai tahun 1970) dikenal sebagai Realistic Mathematics Education (RME) menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Laporan dari TIMSS (Trend International Mathematics and Science Study) tahun 2007 menyebutkan bahwa berdasarkan penilaian TIMSS, siswa di Belanda memperoleh hasil yang memuaskan baik dalam keterampilan komputasi maupun kemampuan pemecahan masalah. Oleh karena itu pembelajaran matematika realistik diharapkan dapat memberikan inspirasi siswa dalam mengembangkan kreativitas dan lebih termotivasi yang pada gilirannya dapat meningkatkan prestasi belajar.

Rendahnya prestasi belajar matematika siswa tidak hanya dipengaruhi oleh metode mengajar saja, tetapi juga bagaimana kreativitas siswa dalam mempelajari mata pelajaran matematika. Tingginya kreativitas belajar siswa dapat berakibat pada tingginya prestasi belajar matematika, begitu pula sebaliknya kreativitas belajar siswa yang rendah dapat berakibat pada rendahnya prestasi belajar matematika siswa. Dengan demikian kreativitas pada saat belajar matematika sangat penting dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar matematika.

 

B. Perumusan Masalah Skripsi

  1. Apakah pembelajaran matematika realistik dengan metode penemuan menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik daripada pembelajaran ekspositori pada pokok bahasan luas dan volume?
  2. Apakah prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kreativitas belajar matematika tinggi lebih baik daripada siswa yang mempunyai kreativitas belajar matematika lebih rendah pada pokok bahasan luas dan volume?
  3. Apakah pembelajaran matematika realistik dengan metode penemuan menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik daripada penggunaan metode ekspositori pada siswa yang mempunyai kreativitas belajar matematika tinggi dan sedang serta apakah pada siswa yang mempunyai kreativitas belajar matematika rendah tidak ada perbedaan prestasi belajar matematika baik dengan pembelajaran matematika realistik dengan metode penemuan maupun metode ekspositori?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Apakah pembelajaran matematika realistik dengan metode penemuan dapat menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik dari pada penggunaan metode ekspositori pada pokok bahasan luas dan volume.
  2. Apakah prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kreativitas belajar matematika tinggi lebih baik dari siswa yang mempunyai kreativitas belajar matematika rendah pada pokok bahasan luas dan volume.

 

D. Kesimpulan

1. Pembelajaran matematika realistik dengan metode penemuan menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan dengan metode ekspositori pada pokok bahasan luas dan volume.

2. Terdapat perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang memiliki kreativitas belajar matematika tinggi dengan siswa yang memiliki kreativitas belajar matematika sedang, terdapat perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang memiliki kreativitas belajar matematika tinggi dengan siswa yang memiliki kreativitas belajar matematika rendah serta terdapat perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang memiliki kreativitas belajar matematika sedang dengan siswa yang memiliki kreativitas belajar matematika rendah pada pokok bahasan luas dan volume.

3. Pembelajaran matematika realistik dengan metode penemuan menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik daripada penggunaan metode ekspositori pada siswa yang mempunyai kreativitas belajar matematika tinggi, sedang dan rendah.