Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dan Modifie STAD pada Materi Garis Lurus

Judul Skripsi : Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dan Modifie STAD pada Materi Garis Lurus Bagi Siswa SMP

A. Latar Belakang Masalah Skripsi

Dalam proses pembelajaran, guru juga perlu memperhatikan tingkat keingintahuan siswa. Hal ini karena, keingintahuan siswa dalam pembelajaran merupakan salah satu indikator adanya keinginan siswa untuk belajar. Keingintahuan siswa dalam pembelajaran akan menyebabkan terjadinya interaksi baik antara guru dengan siswa maupun antar siswa itu sendiri. Keingintahuan yang timbul dari siswa akan mengakibatkan terbentuknya pengetahuan dan keterampilan yang akan mengarah pada meningkatnya prestasi belajar.

Materi garis lurus merupakan materi yang berkaitan erat dengan masalah sosial dalam kehidupan sehari-hari, sehingga penguasaan terhadap materi tersebut penting bagi siswa. Mengingat pentingnya kemampuan matematika pada materi garis lurus maka masalah rendahnya prestasi belajar matematika, kurang tepatnya model yang dipilih oleh guru dalam proses pembelajaran, dan kurangnya keingintahuan siswa dalam proses pembelajaran maka perlu diupayakan pemecahannya.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Manakah model pembelajaran yang memberikan prestasi belajar matematika siswa yang lebih baik, pembelajaran konvensional, model pembelajaran kooperatif STAD, atau model pembelajaran kooperatif M-STAD?
  2. Manakah keingintahuan belajar matematika siswa yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik, keingintahuan tinggi, sedang, atau rendah?
  3. Pada tiap-tiap tipe keingintahuan belajar matematika siswa, manakah model pembelajaran yang memberikan prestasi belajar matematika siswa lebih baik, pembelajaran konvensional, model pembelajaran kooperatif STAD, atau model pembelajaran kooperatif M-STAD?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui manakah model pembelajaran yang memberikan prestasi belajar matematika siswa yang lebih baik, pembelajaran konvensional, model pembelajaran kooperatif STAD, atau model pembelajaran kooperatif M-STAD?
  2. Untuk mengetahui manakah keingintahuan belajar matematika siswa yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik, keingintahuan tinggi, sedang, atau rendah?
  3. Untuk mengetahui pada tiap-tiap tipe keingintahuan belajar matematika siswa, manakah model pembelajaran yang memberikan prestasi belajar matematika siswa lebih baik, pembelajaran konvensional, model pembelajaran kooperatif STAD, atau model pembelajaran kooperatif M-STAD?

 

D. Kesimpulan

1. Prestasi belajar matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe M-STAD lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, prestasi belajar matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa dengan menggunakan pembelajaran kooperatif konvensional, prestasi belajar matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe M-STAD lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada materi garis lurus.

2. Siswa dengan keingintahuannya tinggi memiliki prestasi belajar matematika yang sama dengan keingintahuannya sedang, siswa dengan keingintahuan sedang memiliki prestasi yang sama dengan siswa dengan keingintahuan rendah, siswa dengan keingintahuan tinggi memilik prestasi yang lebih baik daripada siswa dengan keingintahuan rendah.

3. Pada tiap-tiap tipe keingintahuan belajar matematika siswa, prestasi belajar matematika siswa berlaku konsisten yaitu pembelajaran dengan model M-STAD memiliki prestasi belajar yang lebih baik daripada STAD, pembelajaran dengan model STAD memiliki prestasi yang lebih baik daripada pembelajaran konvensional, pembelajaran dengan model M-STAD memiliki pretasi lebih baik daripada pembelajaran konvensional.