Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Pembelajaran Kontekstual pada Kemampuan Menyelesaikan Soal Aljabar dan Soal Cerita

Judul Skripsi : Efektivitas Pembelajaran Kontekstual pada Kemampuan Menyelesaikan Soal Aljabar dan Soal Cerita Ditinjau dari Gaya Belajar pada Siswa Kelas X (Sepuluh) Madrasah Aliyah di Kabupaten Bojonegoro

 

A. Latar Belakang

Tidak sedikit siswa yang memandang matematika sebagai suatu mata pelajaran yang membosankan, menyeramkan bahkan menakutkan, sehingga motivasi belajar matematika siswa rendah dan banyak siswa berusaha menghindari pelajaran matematika. Banyak siswa merasa kesulitan dalam memahami matematika karena matematika bersifat abstrak, sementara alam pikiran kita terbiasa berpikir tentang obyek-obyek yang konkret. Guru tidak terbiasa menggunakan metode pembelajaran yang mengaktifkan siswa dan membuat siswa dapat mengaitkan matematika dengan kehidupan nyata, metode pembelajaran dengan pendekatan kontekstual, pendekatan konstruktivisme, pembelajaran berbasis masalah, dan sebagainya. Guru terbiasa menggunakan model pembelajaran mekanistik dan strukturalistik, yaitu guru menerangkan, memberi rumus dan contoh, kemudian siswa diberi soal untuk dikerjakan. Akibatnya banyak siswa yang masih mengalami kesulitan belajar matematika.

Salah satu faktor penyebab kesulitan belajar adalah faktor dari dalam diri individu, meliputi faktor jasmaniah (kondisi dan kesehatan jasmani), dan aspek psikis, meliputi kondisi kesehatan psikis, kemampuan intelektual, sosial, psikomotor, serta kondisi afektif dan konaktif dari individu (Nana Syaodih Sukmadinata, 2005 : 162). Selain itu, motivasi belajar, gaya belajar dan minat belajar siswa juga dapat berpengaruh terhadap kesulitan belajar siswa. Guru perlu mengetahui motivasi, minat maupun gaya belajar siswa yang berbeda-beda di dalam kelas. Pemahaman guru pada kondisi psikologi siswa dapat memudahkan guru memberi perlakuan atau solusi pada setiap kesulitan belajar yang menyebabkan rendahnya prestasi belajar siswa.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Pada kemampuan menyelesaikan soal aljabar, apakah pembelajaran dengan pendekatan kontekstual memberikan hasil yang lebih baik daripada pembelajaran langsung, baik secara umum maupun jika ditinjau dari gaya belajar?
  2. Pada kemampuan menyelesaikan soal cerita, apakah pembelajaran dengan pendekatan kontekstual memberikan hasil yang lebih baik daripada pembelajaran langsung, baik secara umum maupun jika ditinjau dari gaya belajar?

 

C. Tujuan Penelitian Skripsi

  1. Pada kemampuan menyelesaikan soal aljabar, apakah pembelajaran dengan pendekatan kontekstual memberikan hasil yang lebih baik daripada pembelajaran langsung, baik secara umum maupun jika ditinjau dari gaya belajar.
  2. Pada kemampuan menyelesaikan soal cerita, apakah pembelajaran dengan pendekatan kontekstual memberikan hasil yang lebih baik daripada pembelajaran langsung, baik secara umum maupun jika ditinjau dari gaya belajar.

 

D. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan penelitian dapat disimpulkan bahwa pada siswa kelas X (Sepuluh) Madrasah Aliyah di Kabupeten Bojonegoro Propinsi Jawa Timur Tahun Pelajaran 2009-2010, khususnya pada materi Sistem Persamaan Linear dan Kuadrat:

1. Pada kemampuan menyelesaikan soal aljabar, pembelajaran pendekatan kontekstual memberikan hasil yang sama dengan pembelajaran langsung, baik secara umum maupun jika ditinjau dari gaya belajar.

2. Pada kemampuan menyelesaikan soal cerita, pembelajaran denga pendekatan kontekstual memberikan hasil yang lebih baik daripada pembelajaran langsung, baik secara umum maupun jika ditinjau dari gaya belajar.

 

E. Saran

Berdasarkan kesimpulan dan implikasi penelitian di atas, maka dapat dikemukakan saran sebagai berikut:

1. Kepada Kantor Departemen Agama Kabupaten Bojonegoro Propinsi Jawa Timur, agar memberikan pelatihan kepada guru-guru Madrasah Aliyah tentang pembelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual.

2. Kepada para Kepala Madrasah Aliyah di Kabupaten Bojonegoro agar memotivasi para guru untuk melakukan inovasi pembelajaran,diantaranya adalah melakukan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual.