Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Pembelajaran Berbasis Masalah dgn Pendekatan Pembelajaran Matematika

Judul Skripsi : Eksperimentasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik Berbantuan Media Nyata dan Media Visual Ditinjau dari Aktivitas Siswa

 

A. Latar Belakang

Menurut teori perkembangan kognitif yang dikemukakan oleh Piaget, siswa SMP semestinya telah berada pada tahap operasi formal. Siswa seharusnya sudah mampu berpikir secara logis tanpa kehadiran benda-benda konkret. Dengan kata lain siswa sudah mampu menerima informasi maupun berpikir secara abstrak. Akan tetapi kemampuan siswa pada tahap operasi formal ini tidak terjadi secara mendadak ataupun berlangsung secara sempurna dan kecepatan seorang siswa masuk pada tahap operasi formal juga berbeda-beda.

Sedangkan Bruner menyatakan bahwa proses pembelajaran seharusnya melalui tiga tahap yaitu tahap enaktif dilanjutkan tahap ikonik dan diakhiri dengan tahap simbolik. Tahap enaktif yaitu pembelajaran disajikan dengan memanfaatkan media benda konkret. Tahap ikonik yaitu pembelajaran disajikan dengan menggunakan media visual sedangkan pada tahap simbolik pembelajaran disajikan dengan menggunakan simbol-simbol matematika. Akan tetapi, pada kenyataannya ada sebagian siswa yang mampu memahami pelajaran tanpa harus memanfaatkan media dan langsung masuk pada tahap simbolik. Ada sebagian siswa yang mampu memahami pelajaran langsung masuk pada tahap iconik dan ada sebagian siswa yang harus melalui tahap enaktif untuk dapat memahami konsep yang dipelajari.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Manakah yang mempunyai prestasi belajar lebih baik dalam pembelajaran matematika, model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan pembelajaran matematika realistik berbantuan media nyata, model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan pembelajaran matematika realistik berbantuan media visual atau pembelajaran konvensional?
  2. Manakah yang mempunyai prestasi belajar lebih baik, siswa dengan aktivitas belajar tinggi, sedang atau rendah?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Manakah yang mempunyai prestasi belajar lebih baik dalam pembelajaran matematika, model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan pembelajaran matematika realistik berbantuan media nyata, model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan pembelajaran matematika realistik berbantuan media visual atau pembelajaran konvensional.
  2. Manakah yang mempunyai prestasi belajar lebih baik, siswa dengan aktivitas belajar tinggi, sedang atau rendah.

 

D. Kesimpulan

1. Model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan pembelajaran matematika realistik berbantuan media nyata memberikan prestasi belajar matematika yang sama baiknya dengan model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan pembelajaran matematika realistik berbantuan media visual serta model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan pembelajaran matematika realistik berbantuan media nyata dan media visual memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada model pembelajaran konvensional.

2. Prestasi belajar matematika siswa dengan aktivitas tinggi sama baiknya dengan prestasi belajar siswa dengan aktivitas sedang, serta prestasi belajar matematika siswa dengan aktivitas belajar tinggi dan sedang lebih baik daripada prestasi belajar siswa dengan aktivitas rendah.

 

E. Saran

1. Bagi guru

Guru hendaknya menerapkan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan media nyata maupun media visual dalam pembelajaran khususnya pada kompetensi dasar menghitung luas permukaan dan volum bangun ruang sisi datar.

2. Bagi pihak sekolah

Sekolah perlu menyediakan sarana dan prasarana yang memadai sehingga guru dapat mengembangkan kreatifitas mengajarnya.