Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Pembelajaran Berbasis Masalah dgn Langkah Penyelesaian Berdasar Polya dan Krulik-Rudnick

Judul Skripsi : Eksperimentasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Langkah Penyelesaian Berdasarkan Polya dan Krulik-Rudnick Ditinjau dari Kreativitas Siswa (Pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar)

 

A. Latar Belakang

George Polya adalah seorang ilmuan matematika yang menemukan langkah – langkah pemecahan masalah yang dapat membantu siswa untuk lebih mudah dalam menyelesaikan masalah. Menurut Polya, pemecahan masalah dalam matematika terdiri atas empat langkah pokok yang harus dilakukan secara berurutan yaitu: understanding the problem (memahami masalah), devising a plan (menyusun rencana penyelesaian), carrying out the plan (melaksanakan rencana penyelesaian) dan looking back (memeriksa kembali solusi yang telah diperoleh). Sedangkan Krulik dan Rudnick adalah seorang ilmuan matematika yang menemukan langkah – langkah pemecahan masalah yang dapat membantu siswa untuk lebih mudah dalam menyelesaikan masalah.

Sementara itu, Krulik dan Rudnick mengenalkan lima tahapan pemecahan masalah yang mereka sebut sebagai heuristik. Lima langkah tersebut adalah read and think (membaca dan berpikir), explore and plan (ekplorasi dan merencanakan), select a strategy (memilih strategi), find an answer (mencari jawaban) dan, reflect and extend (refleksi dan mengembangkan).

 

B. Rumusan Masalah Skripsi

Dari identifikasi masalah dan pembatasan masalah di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

  1. Apakah model pembelajaran dengan langkah penyelesaian berdasarkan Polya menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik daripada model pembelajaran berbasis masalah dengan langkah penyelesaian berdasarkan Krulik-Rudnick?
  2. Apakah siswa yang mempunyai kreativitas tinggi prestasi belajar matematikanya lebih baik daripada siswa yang mempunyai kreativitas sedang maupun rendah, dan siswa yang mempunyai kreativitas sedang prestasi belajar matematikanya lebih baik daripada siswa yang mempunyai kreativitas rendah?.

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui model pembelajaran dengan langkah penyelesaian berdasarkan Polya menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik daripada model pembelajaran berbasis masalah dengan langkah penyelesaian berdasarkan Krulik-Rudnick.
  2. Untuk mengetahui apakah siswa yang mempunyai kreativitas tinggi prestasi belajar matematikanya lebih baik daripada siswa yang mempunyai kreativitas sedang maupun rendah, dan siswa yang mempunyai kreativitas sedang prestasi belajar matematikanya lebih baik daripada siswa yang mempunyai kreativitas rendah.

 

D. Kesimpulan

Berdasarkan landasan teori dan didukung adanya analisis serta mengacu pada perumusan masalah yang diuraikan di depan, maka dapat disimpulkan halhal sebagai berikut:

1. Prestasi belajar siswa dengan model pembelajaran berbasis masalah dengan langkah penyelesaian berdasarkan Polya lebih baik daripada prestasi belajar siswa dengan mengunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan langkah penyelesaian berdasarkan Krulik-Rudnick.

2. Tidak terdapat perbedaan prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kreativitas tinggi, sedang maupun rendah.

 

E. Saran

Dalam rangka turut mengembangkan pemikiran tentang peningkatan prestasi belajar matematika siswa dan berdasarkan implikasi hasil penelitian di atas maka disarankan:

1. Bagi Guru

Sebagai masukan bagi guru untuk memilih model pembelajaran berbasis masalah dengan model pembelajaran berbasis masalah dengan langkah penyelesaian berdasarkan Polya dan model pembnelajaran berbasis msalah dengan langkah penyelesaian berdasarkan Krulik-Rudnick.

2. Bagi Siswa

Sebaiknya siswa melakukan persiapan belajar lebih baik dalam mengikuti pembelajaran matematika.

Incoming search terms: