Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Peran Kader Posyandu Dengan Pemantauan Tumbuh Kembang Balita

Latar Belakang Masalah Pelayanan Posyandu 

Dampak kurang dilaksankan peran kader posyandu akan memberikan akibat baik secara langsung maupun tidak langsung. Dampak secara langsung bagi anak, pemantauan tumbuh kembang yang kurang baik menyebabkan tidak termonitornya kesehatan anak.

Tumbuh Kembang Balita

Tumbuh Kembang Balita

 

Dampak tidak langsung:

  1. bagi kader Posyandu, bila informasi pengisian KMS (Kartu Menuju Sehat) kurang jelas, maka penerapan di Posyandu juga kurang tepat. Hasil penelitian yang dilakukan di Posyandu Sraturejo, Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro diperoleh informasi yaitu dari 10 0rang tua balita, 8 orang (80%) di antaranya pengisian KMS kurang lengkap, dan
  2. bagi keluarga, bila informasi yang diterima kurang jelas, maka tindak lanjut kurang sesuai.( Fitri W,2005:20)

Karena peranan kader posyandu sangat pokok maka ada hal-hal yang mempengaruhi praktek kader dalam pelayanannya. Karakteristik sangatberpengaruh pada perilakunya yaitu predisposing factor meliputi umur, pendidikan, pekerjaan dan lama menjadi kader. Enabling factor yaitu pendapatan dan reinforcing factor adalah frekuensi pelatihan yang didapat. Perhatian dokter keluarga terhadap kader kesehatan dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan perlu ditingkatkan.

Rumusan Masalah

“Apakah karakteristik dan peran kader posyandu berhubungan dengan pemantauan tumbuh kembang balita di wilayah kerja Puskesmas Kalitidu kabupaten Bojonegoro?”

Tinjauan Pustaka

  1. Pengertian : Posyandu (pos pelayanan terpadu) merupakan bentuk peran serta masyarakat, yang dikelola oleh kader kesehatan, sasarannya adalah seluruh masyarakat.
  2. Definisi Kader posyandu: Kader posyandu adalah pelaksana kegiatan Posyandu dari anggota masyarakat yang telah dilatih dibawah bimbingan Puskesmas.(Budi Rahayu.dkk, 2005:13)

Beberapa teori yang telah dicoba untuk mengungkapkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku yang berhubungan dengan kesehatan, salah satunya adalah teori Lawrance Green,1980. Kesehatan seseorang atau masyarakat dipengaruhi oleh 2 faktor pokok, yakni faktor perilaku dan faktor diluar perilaku. Selanjutnya faktor perilaku ditentukan atau terbentuk dari 3 faktor:

  1. faktor predisposisi (predisposising factors),
  2. faktor-faktor pendukung (enabling factors) dan
  3. faktor pendorong (reinforcing factors).

Metodologi Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan karakteristik dan peran kader posyandu dengan pemantauan tumbuh kembang balita di Puskesmas Kecamatan Kalitidu. Desain penelitian menggunakan cross sectional Populasi penelitian ini kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Kalitidu berdasarkan hitungan besar sample didapatkan 142 sampel menggunakan tehnik random sampling. Pengolahan data dengan menggunakan analisis uji chi square sedang untuk mencari faktor resiko dengan Odds Ratio.

Kesimpulan

Karakteristik Responden

Umur responden lebih banyak berumur < 33 tahun (51%) dengan umur termuda 20 tahun dan umur tertua 59 tahun, dengan rata-rata umur 33,57 tahun. Lebih dari sebagian responden bekerja di rumah ≤ 8 jam per hari di rumah (81,8%), dengan pendapatan keluarga sebagian besar kurang dari UMR (66,4%) dan memiliki tingkat pendidikan dasar (69,2%), dengan masa kerja di posyandu tergolong baru (53,1%). Lebih banyak yang kurang mengikuti pelatihan (60,1%), mempunyai tingkat pengetahuan yang baik (67,8%).

Peran kader Posyandu

  • Kader Posyandu berperan baik sebagai pelaksana posyandu (51,7%).
  • Kader posyandu sudah berperan baik sebagai pengelola posyandu (51,0%).
  • Kader posyandu baik dalam memantau tumbuh kembang balita (57,7%).

Ada hubungan yang signifikan antara umur dengan Pemantauan tumbuh kembang balita di Puskesmas Kalitidu ( p= 0,015, OR 2,319, 95%CI Lower 1,171 Upper 4,594).

Ada hubungan yang signifikan antara lama bekerja di rumah dengan Pemantauan tumbuh kembang balita di Puskesmas Kalitidu ( p= 0,01,OR 0,218, 95%CI lower 0,084 upper 0,564).