Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Pemanfaatan Buku Teks oleh Guru dalam Pembelajaran Sejarah

Latar Belakang Masalah Penggunaan Buku Teks dalam Pelajaran Sejarah

Buku teks sangat strategis sebagai wahana pembelajaran sejarah dan pendidikan kebangsaan yang berkelanjutan bagi generasi penerus bangsa di sekolah. Seiring dengan pendapat dari Djoko Suryo (2001: 8), Sjamsudin (1998: 103) memberikan penekanan bahwa kedudukan, fungsi dan peranan buku teks sejarah amat strategis karena menyangkut pembentukan aspek‐aspek kognitif (intelektual) dan afektif (apresiasi, nilai‐nilai) terhadap semua peserta didik dari setiap jenjang pendidikan. Sejarah nasional khususnya yang materinya dimuat dan dikemas dalam buku teks sejarah, dianggap mempunyai nilai didaktif‐edukatif bagi pembentukan jati diri bangsa dan pemersatu berdasarkan atas pengalaman kolektif berbangsa dan bernegara.

Laporan World Bank yang dikutip Jono Trimanto (2003:1) mengenai Indonesia, menunjukkan bahwa tingkat kepemilikan siswa akan buku dan fasilitas lain berkorelasi positif dengan prestasi belajar siswa. Di Filipina, peningkatan rasio kepemilikan buku siswa dari 1 : 10 menjadi 1 : 2 di kelas 1 dan 2 secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa. Pernyataan tersebut diperkuat oleh Dedi Supriadi (2001: 4) yang menyatakan bahwa tingkat kepemilikan siswa akan buku berkorelasi positif dan bermakna dengan prestasi belajar. Oleh karena itu, kegiatan belajar mengajar yang melibatkan siswa dan mengoptimalkan fungsi buku teks sangat penting artinya bagi tumbuhnya kesadaran siswa akan makna dan arti pentingnya mempelajari buku teks, hal ini akan mempermudah guru dalam menjalankan tugasnya, khususnya terkait dengan tujuan instruksional yang akan dicapai.

Rumusan Masalah

  1. Apa makna buku teks bagi guru dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri Kabupaten Semarang?
  2. Bagaimana kriteria pemilihan buku teks bagi guru dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri kabupaten Semarang?
  3. Bagaimana guru memanfaatkan buku teks dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri Kabupaten Semarang?

Kajian Teori

Pengertian Buku Teks

Buku teks pelajaran merupakan buku yang dipakai untuk mempelajari atau mendalami suatu subjek pengetahuan dan ilmu serta teknologi atau suatu bidang studi, sehingga mengandung penyajian asas‐asas tentang subjek tersebut, termasuk karya kepanditaan (scholarly, literary) terkait subjek yang bersangkutan (Nazsyara, 2009 dalam http://el‐maghfirah.blogspot.com/, 12 Januari 2010).

Pengertian Pembelajaran

Pembelajaran merupakan jantung dari proses pendidikan dalam suatu institusi pendidikan.

Fungsi Pembelajaran Sejarah

Pembelajaran sejarah memiliki arti strategis dalam pembentukan watak dan peradaban bangsa yang bermartabat serta dalam pembentukan manusia Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air.

Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan strategi studi kasus ganda. Penelitian dilakukan di SMA Negeri yang ada di Kabupaten Semarang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Dari 11 SMA Negeri yang ada diambil empat SMA, yakni SMA N 1 Ungaran, SMA N 2 Ungaran, SMA N 1 Ambarawa, dan SMA N 1 Bergas.

Sumber data penelitian ini terdiri atas informan (guru-guru sejarah dan siswa), dokumen (buku teks, silabus, RPP, tempat dan peristiwa (kelas dan kegiatan pembelajaran). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan content analysis.

Validitas data menggunakan trianggulasi data dan trianggulasi metode.

Analisis data menggunakan analisis interaktif dengan tiga tahapan analisis, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan yang berinteraksi dengan pengumpulan data secara siklus.

Simpulan

  1. Pada SMA-SMA yang ada di Kabupaten Semarang, guru-guru sejarah menggunakan beragam buku teks dalam pembelajaran. Buku teks telah menjadi bagian yang penting dalam pembelajaran sejarah. Bagi guru-guru sejarah, buku teks dimaknai sebagai media dan sumber pembelajaran yang memberikan manfaat dan kemudahan baik bagi guru maupun bagi siswa. Buku teks dapat berfungsi sebagai sumber belajar sekaligus sebagai media pembelajaran, buku teks bermakna sangat penting bagi guru sejarah.
  2. Ada kriteria-kriteria yang dijadikan guru untuk memilih buku teks. Kriteria pemilihan buku teks oleh guru pada dasarnya didasarkan pada relevansi materi yang terkandung dalam buku teks dengan struktur kurikulum seperti yang tercantum dalam Permendiknas No. 22 tahun 2006. Guru-guru menyatakan bahwa pemilihan tersebut didasarkan pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk SMA. Buku teks yang dipilih adalah karena isinya cukup lengkap, sehingga berbagai informasi dapat diperoleh secara mudah oleh siswa. Selain itu bagi guru buku teks yang baik adalah buku yang dilengkapi dengan ilustrasi untuk memudahkan siswa dalam mewujudkan visualisasi terhadap konsep sejarah yang masih bersifat abstrak.
  3. Bagi siswa yang memiliki buku, buku teks tidak hanya dimanfaatkan oleh siswa pada saat pelajaran sejarah di dalam kelas saja, tetapi juga dimanfaatkan ketika siswa berada di rumah. Pada sekolah yang siswanya tidak memiliki buku teks, buku teks dimanfaatkan dengan cara dipinjamkan kepada siswa pada saat pembelajaran. Setelah pembelajaran selesai, buku dikembalikan ke perpustakaan.