Pelayanan Kepabeaan: Kualitas Pelayanan Kepabeanan Jalur Prioritas pd Kantor Wilayah VII

Judul Tesis : Kualitas Pelayanan Kepabeanan Jalur Prioritas pada Kantor Wilayah VII Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jakarta I

 

A. Latar Belakang Masalah

Sebagai salah satu produk unggulan DJBC, Jalur Prioritas diharapkan dapat lebih mengakomodir terhadap kebutuhan pengusaha dalam meningkatkan ekspornya, sehingga mampu berkompetisi dengan produk sejenis di luar negeri. Kemudahan yang diperoleh tidak hanya meliputi kemudahan pelaksanaan ekspor barang tetapi juga meliputi kemudahan dalam pemasukan barang. Yang jelas efisiensi dan efektivitas untuk menekan ekonomi biaya tinggi menjadi prioritas utama bagi DJBC untuk meningkatkan kualitas pelayanannya.

DJBC dalam usahanya memenuhi keinginan perusahaan pengguna fasilitas jalur prioritas, sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan telah mengadakan Program Pembinaan Ketrampilan Pegawai (P2KP) bagi pegawai yang memberikan pelayanan kepada pengguna fasilitas ini. Sering terjadi di lapangan masih terdapat banyak masalah-masalah yang berhubungan dengan pelayanan jalur prioritas sehingga mengakibatkan kurang baiknya kualitas pelayanan yang diberikan. Seringkali kecepatan pelayanan terbentur masalah-masalah seperti sikap pegawai bea dan cukai yang kurang ramah karena banyaknya tugas yang dilakukan, penataan ruang pelayanan yang dirasakan belum nyaman dan memadai bagi perusahaan pengguna fasilitas jalur prioritas dan lain-lain. Hal ini akan dapat menimbulkan anggapan bahwa kualitas pelayanan yang kurang baik akan dapat menghambat dalam proses sistem dan prosedur pelayanan pemasukan dan/atau pegeluaran bahan/barang. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk dapat menilai kualitas pelayanan yang dilakukan oleh pegawai Bea dan Cukai terhadap pemberian fasilitas jalur prioritas. Disamping itu dapat juga dianalisis perlunya diambil langkah-langkah alternatif lain yang lebih efektif dan efisien guna penyempurnaan pelayanan DJBC terhadap pengguna fasilitas jalur prioritas.

 

B. Perumusan Masalah

”Bagaimana kualitas pelayanan kepabeanan jalur prioritas pada Kantor Wilayah VII Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jakarta I ?“. Permasalahan akan ditinjau dari perspektif persepsi pengguna jasa yang melakukan kegiatan impor yang mendapat fasilitas jalur prioritas di DJBC.

 

C. Tinjauan Literatur Tesis

Administrasi Publik dan Kebijakan Publik

Keban Dalam Achmady (1994: 79.. ) menyatakan bahwa segala sesuatu yang dikerjakan dalam lingkup administrasi publik adalah yang dikerjakan pemerintah, baik menyangkut pemberian pelayanan di berbagai bidang kehidupan (public services) dan bidang-bidang lain dalam rangka pembangunan. Kegiatan pemberian pelayanan publik dapat diamati dari pelayanan rutin, misalnya kesehatan, pendidikan, keamanan dan lain-lain, dan yang berhubungan dengan penyediaan barang-barang publik seperti pembangunan sarana dan prasarana fisik, sistem sosial, hukum, dan sebagainya. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat ditangani oleh pemerintah ataupun pemerintah bersama-sama dengan masyarakat dan pihak swasta.

Kepabeanan

Kegiatan kepabeanan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pengawasan atas lalu lintas barang yang masuk atau keluar Daerah Pabean dan kegiatan pemungutan bea masuk. Kegiatan kepabeanan menurut Stuart (1993:2) adalah:Kegiatan kepabeanan dapat didefinisikan sebagai kewenangan yang diberikan kepada Bea Cukai untuk memungut bea masuk dan pajak dalam rangka impor, mengontrol arus barang dari dan ke suatu negara dan melaksanakan ketentuan – ketentuan lain yang berhubungan dengan larangan, pembatasan atau pengawasan terhadap impor dan ekspor barang. Tarif bea masuk dan pajak dalam rangka impor dapat dilihat melalui Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI). Dalam buku tersebut telah diklasifikasikan jenis barang ke dalam suatu klasifikasi yang sudah berskala internasional yang diterbitkan oleh Customs Cooperation Council (CCC) tahun 1975.

Pengertian Kepuasan Pelanggan

Kepuasan pelanggan merupakan suatu strategi pelayanan yang menekankan pada segi kualitas produk maupun layanan yang diberikan oleh pemberi jasa. Oleh karena itu, kepuasan pelanggan perlu mendapatkan perhatian yang serius bagi manajemen perusahaan jasa yang dapat dijadikan sebagai salah satu strategi untuk dapat memenangkan persaingan yang semakin kompetitif.

 

D. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survey. Sementara itu instrumen pengumpulan data disusun dalam angket yang menggunakan skala model Likert.

Analisis terhadap variabel yang diteliti dilakukan dengan menggunakan Teknik Analisis Deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.

Populasi penelitian ini adalah importir/perusahaan yang telah mendapatkan fasilitas jalur prioritas dan telah melakukan importasi dengan fasilitas tersebut sejumlah 80 perusahaan. Sedangkan sampel sejumlah 30 responden diambil dengan metode convinience sampling.

 

E. Kesimpulan

1. Penampilan fisik, peralatan, personal dan alat-alat komunikasi yang tersedia untuk pelayanan Jalur Prioritas belum begitu baik yang dibuktikan dengan 35,5% responden menjawab ragu-ragu dan 36,5% responden menjawab setuju. Tangible ini merupakan wujud dari suatu service atau jasa dari bangunan, interior, seragam pegawai, peralatan yang dipakai, dan sebagainya yang berwujud Tangibles meliputi penampilan karyawan, fasilitas fisik, peralatan dan perlengkapan yang digunakan dalam pelayanan.

2. Kemampuan untuk melaksanakan pelayanan yang dijanjikan secara akurat yang meliputi pelayanan pada waktu yang telah direncanakan/ditetapkan, akurat dalam perhitungan dan menjaga pelayanan dengan baik dan benar menurut responden sudah baik. Hal ini ditunjukkan dengan 38,8 % (mayoritas responden) setuju dengan pertanyaan pertanyaan penelitian sekitar indicator ini

3. Pegawai DJBC sudah memberikan tanggapan yang cepat dalam memberikan bantuan kepada importer jalur prioritas dan melaksanakan pelayanan tersebut secara layak. Hal itu meliputi pemberian pelayanan secara tepat dan cepat dan mengatur perjanjian atau penerimaan konsumen dengan cepat dan benar. Pendapat ini ditunjang dengan 43, 33% persen responden setuju dengan hal tersebut.

 

Contoh Tesis Kepabeaan

  1. Kualitas Pelayanan Kepabeanan Jalur Prioritas pada Kantor Wilayah VII Direktorat Jenderal Bea dan Culkai Jakarta I
  2. Analisis Kualitas Pelayanan Kepabeanan di Bidang Ekspor Pada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Khusus Soekarno-Hatta
  3. Kualitas Pelayanan Kepabeanan pada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tanjung Priok II Jakarta