Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Pelaksanaan Pembelajaran Matematika di SD Negeri Kalangan

Latar Belakang Masalah Belajar Aritmatika Pada Sekolah Dasar

Penggunaan media dalam pengajaran matematika merupakan bagian dari strategi pengajaran matematika, maka media dalam pengajaran matematika yang memadai adalah media yang dikaitkan dengan tujuan pengajaran matematika. Disinilah seorang guru sekolah dasar harus terus menerus belajar dan berupaya meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam mengajar, sehingga mampu merumuskan berbagai macam alternatif dan cara-cara menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar. Dalam kegiatan belajar mengajar peran guru dan siswa adalah sama-sama penting terlebih lagi untuk pembelajaran di sekolah dasar. Strategi pengajaran yang diterapkan guru dalam kegiatan belajar mengajar khususnya mata pelajaran matematika akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.

Berdasarkan latar belakang tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan mengangkat persoalan tentang pelaksanaan pembelajaran matematika di pendidikan dasar yaitu di Sekolah Dasar Negeri Kalangan, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah tahun 2009.

Rumusan Masalah

  1. Bagaimana Pelaksanaan Belajar Mengajar Matematika di Kelas V Sekolah Dasar Negeri Kalangan?
  2. Kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam pelaksanaan belajar mengajar matematika di Kelas V Sekolah Dasar Negeri Kalangan?
  3. Bagaimana prestasi belajar matematika siswa Sekolah Dasar Negeri Kalangan?

Landasan Teori

  1. Definisi Belajar

Belajar adalah proses yang terjadi dalam diri seseorang yang melibatkan komponen-komponen dalam diri berupa kognitif, psikomotor dan apektif yang ditandai dengan adanya perubahan dalam diri pebelajar. Sedangkan pembelajaran matematika adalah proses pemberian pengalaman belajar kepada peserta didik melalui serangkaian kegiatan yang terencana sehingga peserta didik memperoleh kompetensi tentang bahan matematika yang dipelajari.

  1. Ruang lingkup Matematika Sekolah Dasar.

Menurut Sahertian (2001) tugas dan tanggung jawab guru adalah mengajar, melatih, membimbing, membina dan mendidik. Tetapi nampaknya guru lebih menekankan kepada tanggungjawab mengajar, artinya guru lebih banyak bertanggung jawab pada aspek pengetahuan saja, dan kurang memperhatikan aspek apektif anak ini terlihat dari kurangnya perhatian guru mendidik keperibadian anak, misalnya mendidik dalam hal disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian. Peters dalam Sujana, (2001) mengatakan ada tiga tugas dan tanggung jawab guru, yaitu:

  1. Guru sebagai pengajar
  2. Guru sebagai pembimbing
  3. Guru sebagai administrator kelas

Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif naturalistik. Data diperoleh dengan observasi aktif, wawancara dan dokumentasi.

Sumber data meliputi

  1. Pemberi informasi seperti, guru kelas V, kepala sekolah,  dan siswa kelas V
  2. Peristiwa atau aktifitas di lingkungan pembelajaran berupa belajar mengajar termasuk fasilitas pembelajaran atau media
  3.  Tempat atau lokasi yaitu kondisi lingkungan sekolah secara keseluruhan terutama ruang kelas
  4.  Arsip dan dokumen yang mencakup perangkat pembelajaran seperti silabus dan hasil belajar siswa.

Untuk menjamin keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber.

Kesimpulan

Pelaksanaan belajar mengajar matematika Kelas V di SDN Kalangan Pelaksanaan belajar mengajar matematika kelas V di SDN Kalangan sudah berjalan sebagai mana mestinya. Dalam melaksanakan pembelajaran matematika guru menggunakan langkah-langkah atau prosedur umum dalam proses belajar mengajar yaitu membuka pelajaran, kemudian diikuti dengan review atau pemanasan (warming up), kemudian melakukan pemaparan materi sebagai inti pembelajaran dan diakhiri dengan penutup.

Kendala-kendala yang dihadapi dalam kegiatan belajar mengajar Matematika Kelas V Sekolah Dasar Negeri Kalangan

  1. Motivasi sebagian siswa dalam belajar matematika masih rendah
  2. Kemampuan siswa dalam menangkap materi yang disampaikan berbeda-beda, sehingga dapat menghambat kelancaran proses belajar mengajar
  3. Ketersediaan buku paket sebagai pegangan untuk latihan bagi siswa masih kurang

Prestasi belajar siswa.

Prestasi yang pernah diraih oleh siswa SD Negeri Kalangan cukup banyak baik dibidang akademik atau pun non akademik. Untuk prestasi akdemik Sekolah Dasar Negeri Kalangan telah mampu menghantar semua siswanya dalam ujian akhir nasional dengan kelulusan yang sangat membanggakan terlebih lagi pada bidang studi matematika.