Melayani Jasa Pembuatan Tesis Dan Skripsi Professional Terpercaya | HP 0852.2588.7747
HP CS Kami 085225887747 (WhatApp) email:idtesis@gmail.com

Pelaksanaan Pembelajaran Di Madrasah Tsanawiyah Darul Ulum

Latar Belakang Masalah Pelaksanaan Pembelajaran

MTs Darul Ulum Kendal, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi Jawa Timur adalah salah satu MTs di Kecamatan Kendal yang paling muda, dalam upaya mencerdaskan anak bangsa sekaligus dalam upaya peningkatan mutu pendidikan agar tidak kalah dengan lainnya, telah melakukan program-program pendidikan walau terjepit dengan keterbatasan yang ada, seperti guru, input siswa dan daya dukung mayarakat. Namun dengan kondisi yang demikian MTs Darul Ulum Kendal tetap berusaha agar tidak tertinggal dengan sekolah lain, bahkan telah menunjukan hasil yang lebih baik dalam prestasi akademik di tingkat Kabupaten.

Berdasarkan uraian latar belakang diatas dan observasi sementara di MTs Darul Ulum Kendal, Ngawi, maka penulis akan mengangkatnya dan menjadikannya setting dalam penelitian.

Rumusan Masalah

  1. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan di MTs Darul Ulum Kendal, Ngawi?
  2. Usaha-usaha apa yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di MTs Darul Ulum Kendal, Ngawi?
  3. Hambatan-hambatan apa saja yang ada dalam pelaksanaan dan usaha peningkatan pembelajaran selama ini di MTs Darul Ulum Kendal, Ngawi?

Landasan Teori

Pembelajaran

Pada umumnya, ada dua padangan mengenai belajar yaitu pandangan belajar secara tradisional dan pandangan belajar secara modern. Pandangan tradisional mengenai belajar adalah usaha untuk meperoleh, menambah dan mengumpulkan sejumlah ilmu pengetahuan.Sejumput atau sebanyak ”Pengetahuan” yang menjadi mendapat penekanan yang penting, oleh karena pengetahuan dianggap penting dan mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia, dalam arti dengan pengetahuan yang banyak, maka dialah yang akan memiliki kekuasaan. Selanjutnya apabila kita pahami lebih mendalam mengenai pengertian pembelajaran menurut pendapat-pendapat diatas, belajar terdiri terdiri dari komponen komponen sebagai berikut:

  1. Guru
  2. Kurikulum
  3. Strategi Pembelajaran
  4. Siswa
  5. Evaluasi pembelajaran.

Kurikulum Madrasah Tsanawiyah.

Kurikulum di Madrasah Tsanawiyah, selain memuat isi kurikulum Departemen Pendidikan Nasional, juga wajib memuat bahan kajian sebagai cirri khas Agama Islam, yang tertuang dalam mata pelajaran agama seperti berikut: Al-Quran Hadist, Aqidah-akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam dan Bahasa Arab yang diselenggarakan dalam iklim yang menunjang pembentukan kepribadian muslim.

Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode naturalistik deskriptik. Teknik pengumpulan data dengan observasi berperan serta, wawancara dan studi dokumentasi.

Sampel sumber ditentukan secara purposive, yaitu Kepala Sekolah, guru-guru, siswa dan orang tua siswa.

Analisis data dilakukan melalui analisis domain, taksonomi, kompensional dan tema budaya. Prosesnya dilakukan dengan data reduction, data display dan verifikasi.

Kesimpulan

  1. Pelaksanaan Pembelajaran

Dengan menggunakan metode inquiri dan CBSA sudah mengurangi model tradisional ceramah, dalam mengikuti pembelajaran siswa aktif berperan atau berperan aktif dalam proses pembelajaran sebagai subjek pembelajaran,  evaluasi pembelajaran sudah ditujukan bukan sekedar penilaian secara parsial bidang studi, tetapi sudah meliputi evaluasi komponen input, komponen proses dan komponen output pembelajaran. Sasaran evaluasi meliputi tujuan pembelajaran, unsur dinamis pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan strategi pembelajaran untuk mencapai usaha meningkatkan prestasi pembelajaran.

  1. Usaha-Usaha Peningkatan Kualitas Pembelajaran

Untuk meningkatkan kompetensi profesional guru telah diupayakan hal-hal sebagai berikut:

  • Kerjasama dengan DEPAG mengikutkan guru dalam penataran guru.
  • Mengikutsertakan guru dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)
  • Mengirimkan guru dalam pendidikan dan pelatihan (Diklat) pembelajaran.

Untuk mengatasi kekurangan media pembelajaran dilakukan upaya :

  • Kerjasama dengan DEPAG dalam penambahan dan pengadaan media pembelajaran.
  • Kerjasama orang tua wali murid untuk menambah fasilitas media pembelajaran.

Untuk mengatasi kekurangan fasilitas dan penataan lingkungan telah diupayakan hal-hal sebagai berikut:

Menjalin kerjasama antara yayasan, orang tua/wali murid, masyarakat dan dinas instansi terkait untuk melengkapi fasilitas sarana dan prasarana serta penataan lingkungan sekolah yang kondusif untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran.

  1. Hambatan-Hambatan Pembelajaran
  • Masih ada missmatch antara guru dan bidang studi.
  • Masih kurangnya media pembelajaran yang memadai.
  • Masih kurangnya fasilitas dan penataan lingkungan pembelajaran.