Apa saja Contoh Tesis Hukum Rumah Sakit?

Tesis Hukum Rumah Sakit ~ Rumah sakit merupakan institusi besar dan formal yang membantu memberikan hak masyarakat untuk tetap sehat. Tidak heran jika peranan hukum rumah sakit sangat penting guna menjaga peran rumah sakit sendiri sebagai fasilitator untuk kesehatan dan sekaligus melindungi para pasien yang telah percaya terhadap jasa rumah sakit. Adanya hukum rumah sakit sangatlah bermanfaat guna mengatasi masalah malpraktik medis sehingga para pasien mendapatkan perlindungan hukum dan rumah sakit pun memberikan tanggung jawab hukumnya.

Atau, untuk menyelesaikan tesis anda, anda dapat membahas tentang bagaimana bentuk hubungan hukum antara pasien dan rumah sakit. Jika anda kesulitan untuk mencari ide, di PusatTesis.com ada banyak bahan untuk tesis hukum rumah sakit.

  • Tinjauan hukum terhadap Rumah Sakit berbentuk unit usaha PT Persero Menurut Undang-undang Perseroan Terbatas dan Undang-undang Rumah Sakit.pdf
  • Studi kasus penanganan gugatan hukum di rumah sakit Pondok Indah
  • Status hukum harta kekayaan yayasan sebagai pengelola rumah sakit dikaitkan dengan UU rumah sakit_001.pdf
  • PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PESERTA ASKES DALAM PERJANJIAN KERJASAMA TENTANG PELAYANAN KESEHATAN BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL ANTARA PT. ASKES (PERSERO) CABANG UTAMA SEMARANG DENGAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SEMARANG.pdf
  • Perlindungan hukum terhadap pasien atas jasa pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit _ studi kasus Putusan Mahkamah Agung No. 300 K PDT 2010
  • Malpraktik medis rumah sakit, implikasi pada tanggung jawab hukum dan orientasi bisnis rumah sakit
  • Hubungan karaktersitik dan pengetahuan perawat pelaksana tentang aspek hukum praktik keperawatan dengan pemenuhan hak-hak pasien di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi
  • Dampak perubahan bentuk badan hukum rumah sakit terhadap pelayanan kesehatan kepada keluarga miskin.pdf
  • Aspek hukum hubungan antara dokter dengan rumah sakit dalam perjanjian terapeutik di rumah sakit Dr. Moewardi Surakarta.pdf
  • Analisis yuridis konstruksi hukum pembuktian hakim pengadilan negeri tangerang dalam menjatuhkan putusan bebas murni (vrijspraak) dalam perkara pencemaran nama baik rumah sakit omni internasional dengan terdakwa prita mulyasari.pdf
  • Analisis pembentukan satuan layanan hukum intern dalam rangka perlindungan hukum di Rumah Sakit / Study kasus di RSAB Harapan Kita.
  • Analisis Penggunaan Hak Euthanasia (Hak Untuk Mengakhiri Hidup) Oleh Pasien Menurut Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia dan Penerapan Hukumnya di Indonesia Dengan Negara Lain (Belanda, Belgia, Amerika).pdf
  • Hubungan karaktersitik dan pengetahuan perawat pelaksana tentang aspek hukum praktik keperawatan dengan pemenuhan hak-hak pasien di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi
  • PENERAPAN UNDANG-UNDANG NO. 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUINGAN KONSUMEN TERHADAP HUBUNGAN HUKUM DOKTER DENGAN PASIEN.pdf
  • Perlindungan hukum terhadap malpraktek bagi pasien di Indonesia
  • Perlindungan hukum terhadap pasien sebagai konsumen jasa di bidang pelayanan medis berdasarkan kitab undang- undang hukum perdata.pdf
  • Pembuktian dan pertanggungjawaban tindakan malpraktek profesi dokter dalam perspektif hukum pidana
  • Aspek hukum perlindungan konsumen terhadap jasa tenaga kesehatan khususnya dokter gigi.pdf

Pembelajaran CTL dgn Metode Demonstrasi dan Simulasi Komputer

Judul Skripsi : Efektivitas Pembelajaran CTL dengan Metode Demonstrasi dan Simulasi Komputer

 

A. Latar Belakang

Perkembangan industri yang terlalu cepat menjadi suatu kendala sekolah dalam menyiapkan lulusannya sesuai kebutuhan industri. Salah satu jalan untuk menjembatani kesenjangan ini, guru SMK harus memiliki cara yang efektif untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Salah satunya dengan memberikan demonstrasi tentang hal yang ada di industri. Demonstrasi menjawab tentang gambaran alat atau cara kerja dengan kapasitas, ukuran atau jumlah lebih kecil dari sebenarnya.

Dengan pendekatan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan proses belajar mengajar. Tidak terkecuali SMK Negeri 2 Sragen yang terus berupaya meningkatkan kualitas lulusannya. SMK Negeri 2 Sragen saat ini menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat Sragen sebagai tempat pedidikan anak – anaknya. Hal ini dikarenakan banyak lulusannya yang dapat diterima sebagai karyawan atau pegawai di berbagai perusahan besar. Banyaknya lulusan yang dapat diterima bekerja menunjukan bahwa kualitas lulusan SMK Negeri 2 Sragen cukup berkualitas dan dipercaya oleh masyarakat dan industri. Minat untuk bekerja meningkatkan kualitas lulusan yakni dari kemampuan dalam bekerja industri yang selalu menjadi teladan untuk karyawan yang lain. Kemampuan siswa dalam mengoperasikan mesin tentunya dipengaruhi oleh berbagai faktor.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah pembelajaran CTL dengan metode demonstrasi dengan simulasi komputer lebih efektif daripada simulasi komputer saja dalam menyiapkan kemampuan siswa memprogram mesin CNC sebelum melakukan kerja praktek industri pada siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Pemesinan SMK Negeri 2 Sragen?
  2. Apakah motivasi berwirausaha tinggi lebih efektif daripada motivasi berwirausaha rendah dalam menyiapkan kemampuan siswa memprogram mesin CNC sebelum melakukan kerja praktek industri pada siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Pemesinan SMK Negeri 2 Sragen?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Mengetahui efektivitas pembelajaran CTL dengan metode demonstrasi dengan simulasi komputer dalam menyiapkan kemampuan siswa memprogram mesin CNC sebelum melakukan kerja praktek industri pada siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Pemesinan SMK Negeri 2 Sragen.
  2. Mengetahui motivasi berwirausaha pada siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Pemesinan SMK Negeri 2 Sragen.

 

D. Kesimpulan

1. Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara Pembelajaran CTL dengan metode Demonstrasi dan Simulasi komputer saja terhadap kemampuan memprogram mesin CNC, yang berdasarkan Fhitung = 47,78 dibandingkan Ftabel = 3,999. Kelas yang menggunakan metode demonstrasi memiliki kemampuan lebih baik dibanding kelas yang menggunakan simulasi komputer saja.

2. Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara motivasi berwirausaha tinggi dan motivasi berwirausaha rendah terhadap kemampuan memprogram mesin CNC, yang berdasarkan Fhitung = 25,65 dibandingkan Ftabel = 3,999. Kelompok yang memiliki motivasi wirausaha tinggi memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan keompok yang memiliki motivasi wirausaha rendah.

 

E. Saran Skripsi

1. Guru sebaiknya menguasai berbagai pendekatan (approach) pembelajaran, dan mampu menerapkan sesuai dengan kebutuhan. Ketepatan dalam memilih pendekatan akan membantu siswa untuk mencapai kompetensi standar sesuai kurikulum yang berlaku. Siswa berprestasi dihasilkan oleh guru/pendidik yangn

2. Untuk mengoptimalkan pembelajaran dengan pendekatan metode demonstrasi diperlukan dukungan sarana penunjang pembelajaran seperti modul atau bahan ajar yang lengkap, alat-alat/mesin.

Novel Panggil Aku Kartini Saja Dan Perawan Remaja Dalam Cengkraman Militer Karya Pramoedya Ananta Toer Kajian Feminisme Dan Nilai Pendidikan

Latar Belakang Masalah Mengkaji Novel

Perkembangan aliran feminisme sangat pesat ini mengeser sedikit demi sedikit perbedaan gender. Hal ini melibatkan tokoh perempuan dalam novel Panggil Aku Kartini Saja dan Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer karya Pramudya Ananta Toer. Mereka lebih menerima kelebihan dan kekuatan lain yang dimiliki oleh perempuan. Novel ini tidak lagi menganggap bahwa perempuan lemah, meskipun awalnya tertindas tetapi, semua dapat dilewati dengan kuat dan tanpa meninggalkan sifatnya sebagai seorang perempuan yang menikah dan menjadi istri bagi suaminya, serta ibu yang menyayangi anak-anaknya.

Dari uraian alasan di atas maka penelitian akan menganalisis novel Panggil Aku Kartini Saja dan Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer dengan menggunakan pendekatan feminisme untuk mendeskripsikan eksistensi perempuan dan nilai-nilai feminisme, struktur novel serta nilai-nilai pendidikan yang ada pada novel Panggil Aku Kartini Saja dan Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer. Pendekatan feminisme ini adalah upaya pemahaman kedudukan dan peran perempuan seperti tercermin dalam karya sastra, bagaimana pandangan pengarang terhadap tokoh wanita dalam suatu karya sastra. Adanya gerakan perubahan peranan sosial persamaan kedudukan perempuan sebagai tokoh emansipasi.

Perumusan Masalah

  1. Bagaimanakah struktur novel Panggil Aku Kartini Saja dan Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer?
  2. Bagaimanakah eksistansi perempuan dan feminisme yang terdapat dalam novel Panggil Aku Kartini Saja dan Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer?
  3. Bagaimanakah nila–nilai pendidikan yang ada dalam novel Panggil Aku Kartini Saja dan Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer?

Tinjauan Pustaka

  1. Unsur novel di bagi menjadi dua, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah unsur yang secara langsung membangun karya sastra, sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra secara langsung Dermawan (1998: 7). Unsur intrinsik, cerita fiksi meliputi tema, fakta cerita dan sarana cerita Nurgiantoro (2007: 27). Unsur intrinsik yang menyebabkan karya sastra hadir, unsur yang secara faktual akan dijumpai jika membaca karya sastra. Lebih lanjut, Nurgiyantoro menjelaskan bahwa unsur ekstrinsik adalah unsur yang berada di luar karya sastra itu, tetapi secara tidak langsung mempengaruhi bangunan atau sistem organisasi karya sastra. Struktur pembangunan novel yang d imaksud adalah unsur intrinsik novel.
  2. Aliran Feminisme

Pendekatan Feminisme untuk mengkaji sebuah karya sastra ada empat macam feminis menurut (Moore, 1996: 20) adalah

  1. Feminis Liberal
  2. Feminis Marxis
  3. Feminis Sosialis
  4. Feminis Radikal

Metodelogi Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan dengan studi pustaka dan tidak terikat dengan tempat penelitian.

Kajian sastra dengan pendekatan feminisme termasuk jenis penelitian kualitatif.

Data dari penelitian berupa data verbal, yaitu paparan bahasa dari pernyataan dalam novel Panggil Aku Kartini Saja dan Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer dalam karya Pramudya Ananta Toer.

Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri, karena data diperoleh dari dokumen yang berupa data verbal atau tulisan.

Simpulan

Struktur novel Panggil Aku Kartini Saja dan Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer karya Pramudya Ananta Toer memiliki Persamaan Pada:

  • Tema
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Latar Sosial
  • Alur
  • Latar Tempat
  • Latar Waktu
  • Gaya Bahasa

Eksistensi perempuan dan feminism dalam novel Panggil Aku Kartini Saja dan Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer.

  • Perjuangan Kesetaraan antara laki-laki dengan perempuan.
  1. Peran publik dan peran produktif.
  2. Karakter tokoh perempuan yang sangat kuat
  3. Pandangan hidup para tokoh perempuan
  • Tokoh perempuan dalam novel Panggil Aku Kartini Saja dan Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer menentang sistem patriaki.
  • Tokoh novel Panggil Aku Kartini Saja dan Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer menuntut kesamaan dengan laki-laki dalam bidang pendidikan (sekolah).
  • Tokoh novel Panggil Aku Kartini Saja dan Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer mendobrak d iskriminasi gender. Eksistansi perempuan dan feminisme yang terdapat dalam novel Panggil Aku Kartini Saja adalah feminisme radikal, sedangkan novel Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer karya Pramudya Ananta Toer adalah feminisme sosialis.

Nilai–nilai pendidikan yang ada dalam novel Panggil Aku Kartini Saja dan Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer.

  • Nilai Pendidikan Agama
  • Nilai Pendidikan Moral Budi Pekerti
  • Nilai Pendidikan Adat Istiadat
  • Nilai Pendidikan Patriotisme
  • Nilai Sosial Budaya

 

Tesis Pengaruh Kualitas: Pengaruh Kualitas Kehidupan Kerja trhdp Keterikatan Pegawai

Judul Tesis : Analisis Pengaruh Kualitas Kehidupan Kerja (Quality Of Work Life) terhadap Keterikatan Pegawai (Employee Engagement)

 

A. Latar Belakang Masalah

Dalam menilai kualitas kehidupan kerja, Walton (1975) menjabarkan delapan kategori konseptual terkait kualitas kehidupan kerja, yaitu kompensasi yang sesuai dan adil, kondisi kerja yang sehat dan aman, kesempatan yang luas untuk memanfaatkan dan mengembangkan kapasitas manusia, kesempatan dalam perkembangan karir yang berkelanjutan dan keamanan karir, integrasi sosial dalam organisasi kerja, konstitusionalisme dalam organisasi kerja, pekerjaan dan ruang lingkupnya secara keseluruhan, serta relevansi sosial dari kehidupan kerja. Kedelapan kategori konseptual ini juga dipandang sebagai konstruk dari kualitas kehidupan kerja.

Berbagai penelitian tentang kualitas kehidupan kerja telah banyak dilakukan di berbagai negara. Penelitian-penelitian tersebut juga menggunakan berbagai pendekatan yang berbeda-beda. Dari seluruh penelitian tersebut, Bustillo (2009) membuat pendekatan lain yang merupakan intisari dari berbagai pendekatan sebelumnya, yaitu dengan menyatakan bahwa untuk mengukur kualitas kehidupan kerja dapat dilihat pada dimensi work quality dan employment quality. Teori yang dikemukakan Bustillo inilah yang akan digunakan untuk mengukur kualitas kehidupan kerja pada penelitian yang akan dilakukan.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah ada pengaruh yang signifikan antara kualitas kehidupan kerja (quality of work life) dengan keterikatan pegawai (employee engagement)?
  2. Dimensi kualitas kehidupan kerja (quality of work life) apa saja yang mempengaruhi keterikatan pegawai (employee engagement)?

 

C. Tinjauan Pustaka Tesis

Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen Sumber Daya Manusia merujuk pada seluruh bentuk kebijakan, sistem dan berbagai aspek praktis yang berhubungan dengan perilaku dan sikap karyawan, juga terkait dengan kinerja karyawan, dan umumnya meliputi aktivitas analisis hasil kerja, perencanaan sumber daya manusia, rekrutmen, pelatihan dan pengembangan, kompensasi, manajemen kinerja, serta hubungan antar karyawan. Untuk kondisi saat ini dimana setiap perusahaan berlomba-lomba menjadi yang terbaik di industrinya, kekuatan yang menjadi keunggulan daya saing pada umumnya adalah kemampuan perusahaan untuk mengelola sumber daya manusia yang dimilikinya.

Kualitas Kehidupan Kerja (Quality of Work Life)

Istilah “kualitas kehidupan kerja” (quality of work life) mulai dikenal di akhir abad 19 dan dipergunakan pertama kali oleh Irving Bluestone, seorang pegawai General Motors dalam mengevaluasi kepuasan pegawai (Goode, 1989 dalam Anbarasan dan Nikhil, 2010). Secara teoritis, kualitas kehidupan kerja dapat dilihat menurut dua perspektif proses. Pertama, yaitu menurut perspektif perusahaan dimana pegawai dipandang sebagai sumber daya utama yang berharga, memiliki tanggung jawab dan mampu berkontribusi bagi perusahaan sehingga pegawai harus diperlakukan dengan baik dan penuh penghargaan (Straw dan Hecksher,1984 dalam Anbarasan dan Nikhil, 2010).

Keterikatan Pegawai (Employee Engagement)

Penelitian mengenai keterikatan (engagement) diawali oleh suatu konstruk terkait kejenuhan kerja (job burnout). Maslach dan Leiter (1997) yang mengawali konstruk keterikatan (engagement) sebagai kebalikan dari kejenuhan kerja (job burnout). Artinya, seseorang yang tidak mengalami kejenuhan kerja (job burnout) pasti adalah seseorang yang engaged dengan pekerjaannya (Wefald dan Downey,2009).

 

Lingkup Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan dengan pemilihan responden individual secara acak (random sampling) pada PT Pasifik Satelit Nusantara di wilayah DKI Jakarta.

Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan November 2012.

 

E. Kesimpulan

1. Ditemukan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kualitas kehidupan kerja (quality of work life) dengan keterikatan pegawai (employee engagement) pada PT Pasifik Satelit Nusantara (tingkat signifikansi 0,004). Variabel kualitas kehidupan kerja dapat menjelaskan variabilitas sebesar 16,1% terhadap variabel keterikatan pegawai. Adapun 83,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.

2. Berdasarkan hasil pengolahan data ditemukan bahwa dimensi kualitas kehidupan kerja yang paling mempengaruhi keterikatan pegawai (employee engagement) di PT Pasifik Satelit Nusantara adalah work quality (tingkat signifikansi 0,000). Variabel faktor kualitas menjelaskan variabilitas keterikatan pegawai sebesar 27%. Adapun faktor employment quality ditemukan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keterikatan pegawai di PT Pasifik Satelit Nusantara yang ditunjukkan dengan tingkat signifikansi 0,461.

3. Tingkat keterikatan pegawai (employee engagement) di PT Pasifik Satelit Nusantara tergolong tinggi, yaitu pada skor 5,1892. Adapun kualitas kehidupan kerja di PT Pasifik Satelit Nusantara tergolong sedang, yaitu pada skor 4,9730. Artinya, semangat, dedikasi dan rasa penghayatan atas pekerjaan yang dilakukan pegawai di PT Pasifik Satelit Nusantara sudah tinggi dan pegawai memiliki keterikatan dengan pekerjaan yang dijalaninya saat ini.

 

Contoh Tesis Pengaruh Kualitas

  1. Analisis Pengaruh Kualitas Penetapan dan Tindakan Penagihan Aktif Terhadap Pencairan Tunggakan Pajak- Studi Kasus pada KPP Madya Jakarta Pusat
  2. Analisis Pengaruh Asosiasi Merek, Nilai Produk, dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan, Serta Hubungannya dengan Retensi Konsumen (Studi Mengenai Motor Merek Honda di Jakarta)
  3. Analisis Pengaruh Kualitas Kehidupan Kerja (Quality of Work Life) Terhadap Keterikatan Pegawai (Employee Engagement)
  4. Analisa Pengaruh Kualitas Penerapan Manajemen Material Subkontraktor Baja Terhadap Kinerja Waktu Pelaksanaan Proyek dengan Simulasi Monte Carlo

Efisiensi dan Efektivitas Pengelolaan Keuangan Daerah di Kabupaten Ngawi

Judul Skripsi : Efisiensi dan Efektivitas Pengelolaan Keuangan Daerah di Kabupaten Ngawi

 

A. Latar Belakang

Kebijakan Anggaran merupakan acuan umum dari Rencana Kerja Pembangunan dan merupakan bagian dari perencanaan operasional anggaran dan alokasi sumberdaya, sementara arah kebijakan keuangan daerah adalah kebijakan penyusunan program dan indikasi kegiatannya pada pengelolaan pendapatan dan belanja daerah secara efektif dan efisien. Untuk mewujudkan otonomi daerah dan desentralisasi yang luas, nyata dan bertanggungjawab diperlukan manajemen keuangan daerah secara ekonomis, efisien, efektif, transparan dan akuntabel. Dalam rangka pertanggungjawaban publik, pemerintah daerah wajib melakukan optimalisasi anggaran yang dilakukan secara efisien dan efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, pengelolaan keuangan daerah dalam rangka pertanggungjawaban terhadap publik yang merupakan stakeholder perlu menjadi perhatian agar dana yang ada digunakan tepat sasaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, berkaitan langsung  dengan kebijakan keuangan, pemerintah daerah harus mengoptimalkan anggaran secara efisien dan efektif, yang menjadi permasalahan adalah bagaimana tingkat efisiensi dan efektifitas pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Ngawi pada era otonomi daerah.

 

B. Perumusan Masalah

Perumusan Permasalahan yang hendak dianalisis dalam penelitian ini adalah :

  1. Bagaimana pola perkembangan tingkat efisiensi pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Ngawi selama tahun 2005 – 2010 ?
  2. Bagaimana pola perkembangan tingkat efektivitas pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Ngawi selama tahun 2005 – 2010 ?

 

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:

  1. Untuk menganalisis tingkat efisiensi pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Ngawi selama tahun 2005 – 2010 .
  2. Untuk menganalisis tingkat efektivitas pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Ngawi selama tahun 2005 – 2010 .

 

D. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Pola perkembangan tingkat efisiensi pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Ngawi selama tahun 2005 – 2010 cenderung semakin menurun , dari hasil analisis menunjukkan bahwa perhitungan dengan menggunakan formulasi tingkat efisiensi pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Ngawi dari tahun 2005 sampai 2010 rata-rata adalah sebesar 97,53%, artinya tingkat efisiensi masih kurang karena hasilnya kurang dari 100%. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah masih boros dalam menggunakan anggarannya.

2. Pola perkembangan tingkat efektivitas pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Ngawi selama tahun 2005 – 2010 cenderung stabil, dari hasil analisis efektivitas menunjukkan bahwa perhitungan dengan menggunakan formulasi tingkat efektivitas pengelolaan keuangan Kabupaten Ngawi tahun 2005 sampai 2010 rata-rata sebesar 94,03% per tahun. Dengan demikian berarti tingkat efektivitas Pengelolaan Keuangan Kabupaten Ngawi adalah sudah efektif, karena dari hasil perhitungan menunjukkan angka lebih dari 90% .

 

E. Saran Skripsi

Saran yang dapat diberikan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Ngawi adalah sebagai berikut:

1. Agar belanja daerah Kabupaten Ngawi bisa lebih efisien, maka Pemerintah daerah dalam hal ini, perlu mengkaji antara sektor yang produktif dengan sektor yang kurang produktif, kemudian pemerintah daerah harus memotong anggaran di sektor yang kurang produktif dan mengalihkannya ke sektor yang lebih produktif.

2. Agar belanja yang dikeluarkan dapat efektif dan efisien, maka hal penting yang harus diketahui oleh manajer publik adalah pemahaman tentang konsep belanja, dengan memahami konsep belanja maka perencanaan dan pengendalian pengeluaran daerah menjadi lebih mudah dilakukan.

Tesis Komunikasi: Mekanisme Peran Videojurnalis dlm Peliputan Berita

Judul Tesis : Mekanisme Peran Videojurnalis dalam Peliputan Berita di Rajawali Citra Televisi Indonesia

 

A. Latar Belakang

Televisi yang memiliki karakteristik audio visual, serta kemampuan persuasif dalam perannnya dalam kehidupan manusia, memiliki efek langsung untuk membentuk pola pikir dan perilaku masyarakat. Untuk itu dalam penyajian gambar berita atau lazim disebut Image Visual, yang didapat seorang Vj harus jelas (sudut pengambilan tepat, fokus gambar tajam, gambar tidak goyang), materi visual cukup, penjelasan narasi atau laporan verbal tidak bertele-tele, sederhana dan tepat.

Hal ini dapat menimbulkan kesan mendalam pada audience dan memudahkan proses penyerapan informasi.yang kemudian menjadi daya tarik pemikat pemirsa, untuk tetap setia berada di depan televisi.

 

B. Rumusan Masalah

Bagaimana mekanisme peran videojournalist dalam peliputan berita di Rajawali Citra Televisi Indonesia?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Jurnalistik

Menurut Webster Dictionary, journalism (jurnalisme) adalah kegiatan mengumpulkan berita atau memproduksi sebuah surat kabar. Dengan kata lain, jurnalisme adalah kegiatan yang dilakukan oleh seorang wartawan, sedangkan jurnalistik merupakan kata sifat (ajektif) dari jurnalisme.

Pengertian Berita Televisi

Berita memiliki pengertian yang amat sukar untuk dijawab dalam sebuah definisi atau pengertian. Dalam hal ini berkaitan dengan ruang lingkup berita yang amat luas.

Nilai Berita

Walaupun banyak berita yang terhimpun, namun pada prakteknya tidak semua berita layak untuk ditayangkan. Kriteria sebuah berita untuk dapat patut ditayangkan ke masyarakat adalah, sebuah berita tersebut harus memiliki nilai berita. Nilai berita sendiri, menurut Julian Harriss, Kelly Leiter dan Stanley Johnson, mengandung delapan unsur, yaitu: konflik, kemajuan, penting, dekat, aktual, unik, manusiawi, dan berpengaruh (Harriss, Leiter dan Johnson 1981:29- 33).

 

D. Kesimpulan

  1. Mengetahui kekurangan penulis saat penerapan ilmu sehingga, penulis dapat mengerti hal-hal yang harus diperdalam setelah proses magang.
  2. Memahami potensi serta standarisasi kemampuan yang harus dimiliki dalam bidang jurnalistik televisi.
  3. Televisi sebagai salah satu hasil teknologi komunikasi yang berperan sebagai media komunikasi dan informasi, merupakan media yang paling banyak memiliki pengaruh langsung kepada masyarakat, sesuai dengan karakteristiknya yang bersifat audiovisual.

 

E. Saran

  1. Diperlukan adanya pengoptimalan kerja tim, sehingga nantinya stasiun televisi RCTI, mampu menjadi stasiun televisi dengan tayangan berita yang paling baik.
  2. Penempatan berita yang semi fleksibel, terkadang dirasa kurang efektif. Pemirsa hanya akan menyaksikan tayangan berita yang ingin ditayangkan saat berita itu disiarkan. Perpindahan channel televisi, sering kali dilakukan pemirsa, oleh karena itu stasiun tv harus membuat tayangan yang lebih menarik dan informatif.

 

Contoh Tesis Komunikasi

  1. Produksi Segmen Feature dalam Program Berita Jogja di LPP TVRI Yogyakarta
  2. Jurnalistik Di Majalah Olga
  3. Mekanisme Peran Videojurnalis dalam Peliputan Berita di Rajawali Citra Televisi Indonesia
  4. Efektifitas Kinerja Public Relations dalam Hal Menjaga Interaksi Hubungan Komunikasi
  5. Peran Reporter dalam Produksi Berita Seputar Jogja di Jogja Tv – Yogyakarta

 

 

Judul Tesis : Produksi Segmen Feature dlm Program Berita Jogja

Judul Tesis : Produksi Segmen Feature dalam Program Berita Jogja di LPP TVRI Yogyakarta

 

A. Latar Belakang

Perkembangan teknologi televisi mempunyai pengaruh besar dalam penyampaian informasi yang dibutuhkan atau berhubungan dengan masyarakat sebagai pemirsa. Banyak bermunculannya stasiun televisi di Indonesia mengakibatkan kompetisi diantaranya semakin meningkat. TVRI stasiun D. I Yogyakarta sebagai salah satu stasiun televisi lokal mencoba menawarkan paket yang lain yaitu lebih mengetengahkan budaya masyarakat lokal. Format acara beritanya pun untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat D.I Yogyakarta dan sekitarnya. TVRI stasiun D. I. Yogyakarta memiliki program berita unggulan dengan nama “Berita Jogja”.

Agar lebih memiliki daya tarik dan menghindarkan penonton dari kejenuhan, maka TVRI stasiun D. I. Yogyakarta terus mengembangkan inovasi dalam bidang pemberitaan. Salah satu caranya adalah dengan membuat variasi isi berita dan tampilan. Berita yang ditayangkan tidak hanya berupa hard news tetapi juga dalam bentuk feature. Produksi feature ini tidak berbeda dengan berita umum yang lain, tetapi tampilan feature bersifat berita mendalam, mengambil sisi lain dari suatu peristiwa, keadaan atau aspek kehidupan. Feature ini juga bersifat menghibur dan selalu mengandung human interest di dalamnya. Teknik pengambilan gambar pun berbeda dengan berita pada umumnya. Pengambilan gambar pada feature memperhatikan aspek artistiknya. Feature ini menjadikan penampilan Berita Jogja berbeda dengan berita yang diproduksi oleh stasiun lain. Segmen feature mampu menampilkan Berita Jogja lebih menarik dan menjadi suguhan berita yang dapat diandalkan kualitasnya di wilayah D. I. Yogyakarta dan sekitarnya.

 

B. Identifikasi Masalah

  1. Bagaimana pengertian dan karakteristik segmen feature dalam Berita Jogja?
  2. Bagaimana mekanisme pra produksi segmen feature dalam Berita Jogja?
  3. Bagaimana mekanisme produksi segmen feature dalam Berita Jogja?

 

C. Landasan Teori

Karakteristik Media Televisi

Televisi mempunyai kekuatan yang besar untuk mempengaruhi akal dan rasa khalayak. Televisi juga mampu membangun opini publik. Melalui media televisi, perubahan sosial dapat terjadi. Namun sebelum memobilisasi massa, televisi terlebih dahulu mempengaruhi sikap dan kepercayaan khalayak ( Redi Panuju, 2005:107-108).

Pengertian Berita

Menurut Dean M. Lyle Spencer dalam bukunya News Writings yang dikutip oleh Deddy Iskandar Muda (2003: 21) menyatakan bahwa Berita dapat didefinisikan sebagai setiap fakta yang akurat atau suatu ide yang dapat menarik perhatian bagi sejumlah besar pemirsa.

Pengertian Feature

Feature adalah suatu program yang membahas suatu pokok bahasan, satu tema, diungkapkan lewat berbagai pandangan yang saling melengkapi, mengurai, menyoroti secara kritis dan disajikan dengan berbagai format (Fred Wibowo, 2007:186).

 

E. Kesimpulan

  1. Segmen feature dalam Berita Jogja berupa liputan tentang berbagai hal yang menarik, bersifat ringan dan menghibur serta menekankan aspek human interest.
  2. Kunci kesuksesan produksi feature yang meliputi pra produksi, produksi dan paska produksi adalah kerja tim yang solid sesuai dengan tugasnya masingmasing.
  3. Produksi mini feature dalam Berita Jogja yang bersifat ringan dan menghibur telah membuat tampilan paket berita ini lebih menarik.

 

Contoh Tesis Komunikasi

  1. Produksi Segmen Feature dalam Program Berita Jogja di LPP TVRI Yogyakarta
  2. Jurnalistik Di Majalah Olga
  3. Mekanisme Peran Videojurnalis dalam Peliputan Berita di Rajawali Citra Televisi Indonesia
  4. Efektifitas Kinerja Public Relations dalam Hal Menjaga Interaksi Hubungan Komunikasi
  5. Peran Reporter dalam Produksi Berita Seputar Jogja di Jogja Tv – Yogyakarta

 

Tesis Komunikasi: Fungsi Publisitas dalam Penyelenggaraan Regular Event

Judul Tesis : Fungsi Publisitas dalam Penyelenggaraan Regular Event di Boshe VVIP CLUB

 

A. Latar Belakang Tesis

Seorang Public Relations harus memprioritaskan publik ditempat pertama. Sebuah instansi yang ingin mendapat suatu dukungan harus berorientasi pada kepentingan publiknya. Karena suatu instansi akan ditinggalkan oleh publiknya bila tidak berorientasi pada kepentingan publik.

Keberadaan Public Relations dalam suatu organisasi atau perusahaan memang sangat diperlukan karena sebagai jembatan antara perusahaan dengan konsumen, yaitu misalnya seorang Public Relations harus bisa menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan konsumennya dengan cepat dan hasil yang baik, selain itu Public Relations juga bagian yang penting dalam kegiatan promosi yang dapat mempertahankan image yang baik tentang organisasi atau perusahaannya dihadapan publik atau khalayak. ( Rosady Ruslan, “ Kampanye Public Relations “ 2005: 38 )

 

B. Tujuan Kuliah Kerja Media

  1. Agar mahasiswa mampu menerapkan wawasan teoristis ilmu komunikasi yang telah dipelajari di perkuliahan kemudian diterapkan ke dalam dunia kerja nyata.
  2. Agar mahasiswa mampu mengetahui gambaran dunia komunikasi secara nyata serta seluk-beluk kegiatan Public Relations yang sebenarnya.
  3. Untuk menyiapkan para Mahasiswa menjadi tenaga-tenaga ahli yang handal dan profesional dibidang Public Relations.

 

C. Landasan Teori

Pengertian Public Relations / Hubungan Masyarakat

Berbagai definisi Public Relations yang dikemukakan oleh para ahli Public Relations yang dipengaruhi oleh pengalaman masing – masing, maka banyak definisi yang saling berbeda formulasinya akan tetapi hakekatnya sama, diantaranya:

Harwood L. Childs seperti yang dikutip Djanalis Djanais ( 2005 : 11 ) :

Public Relations adalah aktifitas – aktifitas yang mempunyai arti sosial untuk mengabdikan kepada kepentingan sosial dari masyarakat “.

C. Seidel, Direktur Public Relations Devition of Housing New York ( Djanalis Djanais 2005 : 11 ) : “ Public Relations adalah proses yang terus menerus dari usaha – usaha manajemen untuk memperoleh good will dan pengertian dari para langganannya, pegawai – pegawainya dan public pada umumnya “.

 

Tugas Public Relations

Tugas Public Relations ( Frida Kusumastuti 2003 : 25 ) antara lain sebagai berikut :

  1. Menginterpretasikan, mengawasi dan mengevaluasi kecenderungan public.
  2. Mempertemukan kepentingan organisasi dengan kepentingan public.

Mengevaluasi program – program organisasi atau lembaga, khususnya yang berkaitan dengan public.

Seperti yang dikutip Onong Uchjana Efendy. didalam bukunya “Human relations dan Public Relations“ tahun 1993 ( 136 – 137 ) Menjelaskan bahwa, Public Relations beserta PRO-nya (Public Relations Officer) harus mengabdi kepada kepentingan umum.

Publisitas Sebagai Bagian dari Fungsi Public Relations

Teknologi yang semakin maju menimbulkan pengaruh yang tidak kecil terhadap kegiatan dan ruang lingkup Public Relations, Ini tampak jelas setelah adanya dan semakin majunya Pers, Radio, Televisi, dan advertorial (advertising dan editorial). Keempat media massa tersebut besar sekali bantuannya kepada kegiatan public relations. Dan dijaman maju seperti sekarang ini public relations juga menggunakan telephone sebagai sarana penyebaran informasi secara cepat dan murah, oleh karena seperti telah disinggung di muka, dengan menggunakan media massa, publik yang tersebar luas itu dapat dicapai dengan cepat, serempak dan dalam jumlah yang banyak sekali.

 

D. Kesimpulan

Kesimpulannya, bahwa salah satu fungsi Public Relations dalam tugasnya untuk mensukseskan penyelenggaraan sebuah event adalah memperhatikan betapa pentingnya sebuah Publisitas. Seperti yang kita tahu, publisitas adalah tangan kanan seorang publik relations, misalnya melalui media-media yang tersedia, public relations dapat membantu perusahaan untuk mencapai Company goals ( tujuan utama perusahaan ) yaitu dengan banyaknya jumlah Customer yang datang akibat dari suksesnya publisitas yang dilakukan seorang Public Relations. Jadi dalam prakteknya, seorang public relations haruslah belajar untuk menjadi seorang yang supel, cakap dalam berbicara, dan sopan. Sehingga dapat membangun saling pengertian ( mutual understanding ), saling menghargai ( mutual appreciation ), kemauan baik ( good will ) dan toleransi, baik terhadap publik internal maupun publik eksternal.

 

E. Saran

Penulis merasa ada sedikit kekurangan – kekurangan yang terdapat di BOSHE VVIP CLUB dan Komunikasi Terapan Diploma III khususnya bagi Jurusan Public Relations,

Penulis mempunyai saran – saran yang diperuntukkan bagi pihak BOSHE VVIP CLUB maupun pihak Komunikasi Terapan Diploma III khususnya bagi Jurusan Public Relations, semoga berguna bagi semua pihak.

 

Contoh Tesis Komunikasi

  1. Fungsi Humas Sebagai Media Communications Relations Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen
  2. Kegiatan Humas PT. PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan Surakarta dalam Mensosialisasikan Penghematan Listrik
  3. Iklan Politik Caleg dalam Persepsi Pemilih Pemula Study Deskriptif Kualitatif Tentang Iklan Politik Caleg
  4. Proses Produksi Berita di Radio PTPN Rasitania Surakarta
  5. Fungsi Publisitas dalam Penyelenggaraan Regular Event di Boshe VVIP Club

 

Tesis Komunikasi: Laporan Kuliah Kerja Media Proses Produksi Berita

Judul Tesis : Laporan Kuliah Kerja Media Proses Produksi Berita di Radio PTPN RASITANIA SURAKARTA

 

A. Latar Belakang

Radio memegang peranan penting dalam penyebaran informasi kepada masyarakat. Kelebihan radio dibanding media komunikasi yang lain yaitu memudahkan pendengar menikmati program acara sambil mengerjakan aktivitas yang lain tanpa harus selalu berada di depan radio. Karakter radio yang person to person membuat suasana semakin akrab antara penyiar dan pendengar. Seperti yang kita tahu bahwa produk radio hanya suara karena itu elemen kata dan kalimat merupakan jembatan antara penyiar radio dengan pendengarnya. Kata dan kalimat menjadi alat komunikasi radio maka penyampainnya harus jelas dan dapat dimengerti oleh pendengar sehingga informasi dapat tersampaikan.

Program acara berita merupakan salah satu acara yang memerlukan kejelian dalam penulisan naskahnya, karena semakin jelas apa yang disampaikan semakin tercapai juga tujuan radio sebagai penyampai pesan yang baik.

 

B. Tujuan

  1. Guna memenuhi persyaratan untuk memperoleh Gelar Ahli Madya pada jurusan Penyiaran di FISIP UNS
  2. Untuk mengetahui bagaimana proses produksi acara radio PTPN Rasitania Surakarta, khususnya mengenai program berita
  3. Untuk mengetahui cara kerja dalam sebuah radio siaran, khususnya radio PTPN Rasitania Surakarta

 

C. Landasan Teori

Definisi Berita Radio

Definisi dari berita yang disampaikan oleh para ahli berbeda- beda oleh karena itu sampai saat ini pengertian mengenai berita belum baku adanya. Berikut adalah beberapa definisi berita menurut para ahli (Masduki, 2001 : 10 ) :

Paul D. Maessener dalam bukunya “Here’s The News”

News adalah sebuah informasi baru tentang suatu peristiwa yang penting dan menarik perhatian serta minat pendengar. Berita radio dapat juga berarti apa yang terjadi saat ini, apa yang segera terjadi dan apa yang terjadi saat ini.

Mitchel V. Charnley dalam bukunya “Reporting”

News adalah laporan tentang fakta atau opini yang menarik perhatian dan penting yang dibutuhkan sekelompok masyarakat. Sedangkan menurut James M. Neal dan Mitchel V. Charnley mengartikan berita radio sebagai laporan tentang suatu peristiwa, opini, kecenderungan situasi kondisi, interpretasi yang penting, menarik, masih baru, dan harus secepatnya disampaikan kepada khalayak.

Bentuk Berita

Bentuk pemberitaan yang umumnya digunakan di radio ada berbagai macam. ada enam bentuk berita radio (Masduki , 2001: 14) yaitu :

  • Berita Tulis

Yang dimaksud dengan berita tulis adalah berita pendek yang bersumber dari media lain atau ditulis ulang. Bisa juga berupa liputan reporter yang teksnya sudah diolah kembali di studio.

  • Berita Bersisipan

Berita bersisipan adalah berita yang dilengkapi atau di mix dengan suara narasumber.

  • News Feature

News Feature adalah berita atau laporan jurnalistik panjang yang lebih bersifat human interest.

 

D. Metode Penelitian

Struktur berita radio pada umumnya yaitu dengan menggunakan kaidah Piramida Terbalik atau gaya Wortel.

Jenis berita menurut waktu penyajiannya dapat dibagi menjadi tiga yaitu news bulletin, News Magazine dan Information news.

Format setiap stasiun dapat menjadi ciri khas dari stasiun radio yang bersangkutan.

 

E. Kesimpulan Tesis

  1. Fokus merupakan salah satu program berita yang aktual, terpercaya dan berkualitas.
  2. Bahan materi Fokus diperoleh dari beberapa sumber seperti harian lokal, situs internet, hasil liputan dari Reporter dan lain-lain.
  3. 1 naskah hanya terdiri dari 3 item berita seputar berita lokal, berita nasional (ekonomi ,social, poltik, budaya) dan berita olahraga baik dalam maupun luar negeri.

 

Contoh Tesis Komunikasi

  1. Fungsi Humas Sebagai Media Communications Relations Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen
  2. Kegiatan Humas PT. PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan Surakarta dalam Mensosialisasikan Penghematan Listrik
  3. Iklan Politik Caleg dalam Persepsi Pemilih Pemula Study Deskriptif Kualitatif Tentang Iklan Politik Caleg
  4. Proses Produksi Berita di Radio PTPN Rasitania Surakarta
  5. Fungsi Publisitas dalam Penyelenggaraan Regular Event di Boshe VVIP Club

 

 

 

 

Tesis Komunikasi: Kegiatan Humas PT. PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan Surakarta

Judul Tesis : Kegiatan Humas PT. PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan Surakarta dalam Mensosialisasikan Penghematan Listrik

 

A. Latar Belakang

PLN (Persero) APJ surakarta memposisikan seorang public relations officer sebagai seorang Ahli. Dimana pada struktur organisasi, kedudukan Ahli berada langsung dibawah Manager. Hal tersebut menunjukkan bahwa peran public relations sangat diperhitungkan, mengingat kedudukannya yang berdiri sendiri dan langsung dibawah Manager sehingga akan mempermudah kinerja humas.

Dewasa ini PT. PLN tengah menggalakan program penghematan listrik guna menekan biaya produksi PLN yang kian hari kian bertambah.kita ketahui bahwa PLN adalah salah satu BUMN yang memperoleh subsidi dari pemerintah untuk melaksanakan produksinya. Pemerintah merasa kesulitan untuk memenuhi subsidi PLN karena bahan baku produksi listrik yakni minyak bumi dan batu bara semakin hari semakin merangkak naik mengikuti harga minyak dunia. Untuk itu guna menekan biaya subsidi, pemerintah menerapkan penghematan listrik untuk mengurangi subsidi dari pemerintah.

 

B. Rumusan Masalah

Kegiatan Humas PT. PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan Surakarta Dalam Mensosialisasikan Penghematan Litrik

 

C. Landasan Teori

Definisi Humas

Perkembangan public relations atau Humas mempunyai hubungan yang erat sekali dengan kemajuan-kemajuan dalam masyarakat diberbagai bidang. Lahirnya pulic relations seperti yang dipraktekan sekarng, misalnya di Amerika Serikat, ialah karena adanya kemajuan-kemajuan diberbagai bidang itu. Kemajuan yang sekaligus merupakan juga kekuata-kekuatan dalam masyarakat, memisahkan manusia kedalam berbagai kelompok atau golongan, yang masing-masing mempunyai tujuan sendiri dan berusaha untuk mencapai tujuan itu dengan sebaik-baiknya. Atas dasar kepentingan itu, ialah tercapainya tujuan, maka baik golongan yang bergerak dalam bidang industri, maupun teknik, politik , ekonomi, social dan kebudayaan membutuhkan adanya kerja sama demi kepentingan bersama.

Pengertian Komunikasi

Banyak pengertian mengenai komunikasi yang bersifat khas dan mencerminkan paradigma atau prespektif yang igunakan ahli-ahli komunikasi dalam mendekati fenomena komunikasi, diantaranya yaitu:  Bernard berelson dan Gary A. Stainer dalam karyanya “Human Behavior” mendefinisikan komunkasi sebagai berikut, Komunikasi adalah penyampaian informasi, gagasan, emosi, ketrampilan, dan sebagainya, dengan menggunakan lambing-lambang- kata-kata, gamabar, bilangan, grafik, dan lain-lain. Kegiatan atau proses penyampaianlah yang biasanya dinamakan komunikasi. (Effendy, 1986)

Tahapan Komunikasi

Komunikasi merupakan saluran utama seorang public relations di berbagai perannya baik perusahaan, instansi, maupaun lembaga pemerintahan karena fungsinya sebagai pelaku komunikai dua arah (timbal balik) dalam arti the sorce (public relations) menyampaikan informasi mengenai produk maupun jasa (the message) kepada the receiver (khalayak) kemudian akan memberikan respon berupa produk atau jasa.

 

D. Kesimpulan Tesis

  1. Penulis mendapatkan banyak sekali pengetahuan mengenai proses bisnis perusahaan terutama pada divisi Hukum, Humas dan PKBL PT. PLN (Persero) APJ Surakarta.
  2. Kesempatan bagi penulis untuk mengaplikasikan teori yang telah diperoleh dalam bangku perkuliahan pada praktek kerja yang nyata dan sesungguhnya.
  3. Penulis mendapatkan banyak pengetahuan di luar ilmu Public Relations. Penulis mendapatkan kesempatan untuk mengetahui bagaimana cara menghitung rekening listrik dan berbagai pengetahuan tentang kelistrikan. Selain itu penulis mendapatkan pengetahuan mengenai pemasaran serta budaya perusahaan di PT. PLN (Persero) APJ Surakarta.

 

E. Saran

  1. Saran untuk PT. PLN (Persero) APJ Surakarta:
  2. Keberadaan majalah dinding perlu mendapatkan perhatian dan manajemen dari PLN APJ Surakarta agar internal relationsdan internal komunikasi tetap terjaga dengan efektif karena majalah dinding merupakan media komunikasi internal yang sangat efektif untuk proses kerja public relations.
  3. Sosialisasi penghematan listrik hendaknya dilakukan lebih intens lagi kepelosok masyarakat agar program ini mencapai hasil yang lebih nyata dan lebih signifikan.
  4. Saran untuk Program Komunikasi Terapan DIII Public Relations:
  5. Perlu adanya talk show dengan praktisi Humas atau kunjungan ke instansi yang memilki public relations sehingga mahasiswa bisa mengetahui dan dapat mempelajari lebih banyak bagaimana praktisi public relations menjalankan kinerjanya.
  6. Melibatakan mahasiswa dalam event atau kegiatan yang bersifat akademis untuk menunjang kemampuan akademik dan kemampuan tehnis dalam bidang kehumasan. Seperti misalnya pembuatan company profile DIII, pembuatan buletin dan majalah untuk komunitas DIII dan dikelola sendiri oleh mahasiswa DIII.

 

Contoh Tesis Komunikasi

  1. Fungsi Humas Sebagai Media Communications Relations Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen
  2. Kegiatan Humas PT. PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan Surakarta dalam Mensosialisasikan Penghematan Listrik
  3. Iklan Politik Caleg dalam Persepsi Pemilih Pemula Study Deskriptif Kualitatif Tentang Iklan Politik Caleg
  4. Proses Produksi Berita di Radio PTPN Rasitania Surakarta
  5. Fungsi Publisitas dalam Penyelenggaraan Regular Event di Boshe VVIP Club