Kewenangan Judex Factie Merubah Dakwaan Subsidaritas Menjadi Dakwaan Alternatif

Contoh Proposal Penelitian Hukum Pidana Korupsi – Judul : Analisis Yuridis Kewenangan Judex Factie Merubah Bentuk Dakwaan Subsidaritas Menjadi Dakwaan Alternatif Dan Implikasinya Terhadap Pembuktian Kesalahan Terdakwa
Dalam Persidangan Perkara Korupsi

 

Pada prakteknya, menyusun surat dakwaan bukan merupakan suatu hal yang mudah terutama dalam hal menguraikan tindak pidana yang didakwakan kepada terdakwa. Hal tersebut dikarenakan tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa pada umumnya tidak hanya melanggar satu pasal saja, namun bisa saja melanggar beberapa pasal, atau ada keraguan dari Penuntut Umum untuk menentukan tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa misalnya karena unsur-unsur tindak pidana didalamnya saling mengecualikan. Salah satu tindak pidana yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi dalam hal menguraikan secara jelas dan cermat tindak pidana yang didakwakan dalam surat dakwaan adalah tindak pidana korupsi.

Hal tersebut dikarenakan unsur-unsur yang terdapat dalam perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh terdakwa tindak pidana korupsi masih kabur sifatnya terhadap unsur-unsur yang harus dipenuhi untuk menjadikan perbuatan terdakwa masuk dalam ruang lingkup tindak pidana korupsi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Selain itu, tindak pidana korupsi merupakan tindak pidana yang termasuk dalam kejahatan luar biasa karena dampak yang ditimbulkan yaitu kerugian keuangan atau perekonomian negara, sehingga penuntutan harus dilakukan sebaik mungkin supaya terdakwa tidak lepas atau bebas dari segala tuntutan. Untuk mengatasi hal tersebut, maka penuntut umum dalam melakukan penuntutan berorientasi pada bentuk-bentuk surat dakwaan, yang meliputi surat dakwaan tunggal, alternatif, subsidaritas, kumulatif dan kombinasi.

Bentuk surat dakwaan tunggal jarang digunakan oleh Penuntut Umum untuk melakukan penuntutan tindak pidana korupsi, bentuk yang lazim digunakan adalah bentuk subsidaritas, alternatif dan kumulatif.

Bentuk-bentuk surat dakwaan yang digunakan oleh Penuntut Umum berpengaruh terhadap proses pemeriksaan perkara korupsi di sidang pengadilan terhadap terdakwa yang bersangkutan. Misalnya dalam melaksanakan pemeriksaan dakwaan alternatif, maka baik pembuktiannya oleh Penuntut Umum, maupun penilaiannya oleh hakim dilaksanakan langsung terhadap lapisaan dakwaan yang dipandang terbukti berdasarkan fakta-fakta persidangan.

Hal tersebut tentu saja berbeda dengan pemeriksaan surat dakwaan yang berbentuk subsidaritas dimana pemeriksaan dan penilaian dilakukan secara berurut mulai dari yang teratas (lapisan yang ancaman pidananya terberat), sampai kepada lapisan yang dipandang terbukti. Hal ini sejalan dengan fungsi surat dakwaan bagi hakim judex factie sebagai dasar pemeriksaan, membatasi ruang lingkup pemeriksaan, dasar pertimbangan dan dasar pengambilan putusan.

Berikut kutipan isi contoh skripsi tentang tindak pidana korupsi.

Pengaruh Modifikasi Perilaku melalui Teknik Tabungan Kepingan

Contoh Skripsi Psikologi – Judul : Pengaruh modifikasi perilaku melalui teknik tabungan kepingan (token economic) terhadap prestasi belajar matematika.

Berbagai permasalahan tersebut menjadi tugas bagi guru sebagai pengajar untuk mengadakan berbagai modifikasi dalam pembelajaran, baik melalui modifikasi kurikulum, pelajaran, pengajaran, maupun melalui modifikasi perilaku. Berbagai prinsip dan teknik modifikasi perilaku dapat dipilih dan dipergunakan guru dalam mengatasi dan memperbaiki prestasi belajar. Menurut Power & Osborn (dalam Edi Purwanta, 2005 : 7) “memberi batasan modifikasi perilaku sebagai penggunaan secara sistematis teknik kondisioning pada manusia untuk menghasilkan perubahan frekuensi perilaku sosial tertentu atau tindakan mengotrol lingkungan perilaku tersebut”.

Kebanyakan para ahli modifikasi perilaku merekomendasikan penguatan untuk perilaku yang baik dan pemadaman untuk perilaku yang buruk, sedangkan hukuman untuk perilaku yang membahayakan. Perilaku yang diikuti penguat cenderung akan meningkat dan diulang pada masa yang akan datang, tetapi perilaku yang diikuti dengan hukuman biasanya lebih jarang diulang dalam situasi serupa di masa selanjutnya.

Modifikasi perilaku merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki perilaku anak dalam belajar, agar siswa dapat memperoleh prestasi belajar yang lebih baik dan optimal. Teknik modifikasi perilaku sangat beraneka ragam diantaranya teknik modeling, tabungan kepingan, teknik asertiv, rileksasi, pengelolaan diri, dan ketrampilan sosial, serta menggunakan prinsip modifikasi perilaku antara lain penguatan (reinforcement) dan hukuman (punishment) dalam Edi Purwanto, 2005 :153. Salah satu teknik modifikasi perilaku yang dapat digunakan dalam rangka meningkatkan prestasi belajar yang lebih baik dan optimal yaitu dengan mengunakan teknik tabungan kepingan (token economic) dalam rangka pemberian penguatan.

“Tabungan kepingan (token economic) adalah salah satu teknik modifikasi perilaku dengan cara pemberian satu kepingan (satu tanda, satu isyarat) sesegera mungkin setiap kali setelah perilaku sasaran muncul. Kepingan-kepingan itu nantinya ditukar dengan benda atau aktifitas pengukuh lain yang diinginkan, pengukuh lain sering disebut pengukuh idaman”. (Edi Purwanta 2005 : 174).

Dari berbagai masalah yang telah dikemukakan di atas, maka penulis ingin mengetahui pengaruh teknik modifikasi perilaku melalui tabungan kepingan terhadap prestasi belajar matematika bagi anak tuna daksa. Judul penelitian yang penulis ajukan adalah “Pengaruh Modifikasi Perilaku Melalui Teknik Tabungan Kepingan (Token Economic) Terhadap Prestasi Belajar Matematika Bagi Anak Tuna Daksa di SLB-D YPAC Surakarta tahun ajaran 2006/2007”.

Untuk memesan draf lengkap contoh skripsi psikologi ini bisa menghubungi kami.