Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Novel Panggil Aku Kartini Saja Dan Perawan Remaja Dalam Cengkraman Militer Karya Pramoedya Ananta Toer Kajian Feminisme Dan Nilai Pendidikan

Latar Belakang Masalah Mengkaji Novel

Perkembangan aliran feminisme sangat pesat ini mengeser sedikit demi sedikit perbedaan gender. Hal ini melibatkan tokoh perempuan dalam novel Panggil Aku Kartini Saja dan Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer karya Pramudya Ananta Toer. Mereka lebih menerima kelebihan dan kekuatan lain yang dimiliki oleh perempuan. Novel ini tidak lagi menganggap bahwa perempuan lemah, meskipun awalnya tertindas tetapi, semua dapat dilewati dengan kuat dan tanpa meninggalkan sifatnya sebagai seorang perempuan yang menikah dan menjadi istri bagi suaminya, serta ibu yang menyayangi anak-anaknya.

Dari uraian alasan di atas maka penelitian akan menganalisis novel Panggil Aku Kartini Saja dan Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer dengan menggunakan pendekatan feminisme untuk mendeskripsikan eksistensi perempuan dan nilai-nilai feminisme, struktur novel serta nilai-nilai pendidikan yang ada pada novel Panggil Aku Kartini Saja dan Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer. Pendekatan feminisme ini adalah upaya pemahaman kedudukan dan peran perempuan seperti tercermin dalam karya sastra, bagaimana pandangan pengarang terhadap tokoh wanita dalam suatu karya sastra. Adanya gerakan perubahan peranan sosial persamaan kedudukan perempuan sebagai tokoh emansipasi.

Perumusan Masalah

  1. Bagaimanakah struktur novel Panggil Aku Kartini Saja dan Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer?
  2. Bagaimanakah eksistansi perempuan dan feminisme yang terdapat dalam novel Panggil Aku Kartini Saja dan Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer?
  3. Bagaimanakah nila–nilai pendidikan yang ada dalam novel Panggil Aku Kartini Saja dan Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer?

Tinjauan Pustaka

  1. Unsur novel di bagi menjadi dua, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah unsur yang secara langsung membangun karya sastra, sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra secara langsung Dermawan (1998: 7). Unsur intrinsik, cerita fiksi meliputi tema, fakta cerita dan sarana cerita Nurgiantoro (2007: 27). Unsur intrinsik yang menyebabkan karya sastra hadir, unsur yang secara faktual akan dijumpai jika membaca karya sastra. Lebih lanjut, Nurgiyantoro menjelaskan bahwa unsur ekstrinsik adalah unsur yang berada di luar karya sastra itu, tetapi secara tidak langsung mempengaruhi bangunan atau sistem organisasi karya sastra. Struktur pembangunan novel yang d imaksud adalah unsur intrinsik novel.
  2. Aliran Feminisme

Pendekatan Feminisme untuk mengkaji sebuah karya sastra ada empat macam feminis menurut (Moore, 1996: 20) adalah

  1. Feminis Liberal
  2. Feminis Marxis
  3. Feminis Sosialis
  4. Feminis Radikal

Metodelogi Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan dengan studi pustaka dan tidak terikat dengan tempat penelitian.

Kajian sastra dengan pendekatan feminisme termasuk jenis penelitian kualitatif.

Data dari penelitian berupa data verbal, yaitu paparan bahasa dari pernyataan dalam novel Panggil Aku Kartini Saja dan Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer dalam karya Pramudya Ananta Toer.

Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri, karena data diperoleh dari dokumen yang berupa data verbal atau tulisan.

Simpulan

Struktur novel Panggil Aku Kartini Saja dan Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer karya Pramudya Ananta Toer memiliki Persamaan Pada:

  • Tema
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Latar Sosial
  • Alur
  • Latar Tempat
  • Latar Waktu
  • Gaya Bahasa

Eksistensi perempuan dan feminism dalam novel Panggil Aku Kartini Saja dan Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer.

  • Perjuangan Kesetaraan antara laki-laki dengan perempuan.
  1. Peran publik dan peran produktif.
  2. Karakter tokoh perempuan yang sangat kuat
  3. Pandangan hidup para tokoh perempuan
  • Tokoh perempuan dalam novel Panggil Aku Kartini Saja dan Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer menentang sistem patriaki.
  • Tokoh novel Panggil Aku Kartini Saja dan Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer menuntut kesamaan dengan laki-laki dalam bidang pendidikan (sekolah).
  • Tokoh novel Panggil Aku Kartini Saja dan Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer mendobrak d iskriminasi gender. Eksistansi perempuan dan feminisme yang terdapat dalam novel Panggil Aku Kartini Saja adalah feminisme radikal, sedangkan novel Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer karya Pramudya Ananta Toer adalah feminisme sosialis.

Nilai–nilai pendidikan yang ada dalam novel Panggil Aku Kartini Saja dan Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer.

  • Nilai Pendidikan Agama
  • Nilai Pendidikan Moral Budi Pekerti
  • Nilai Pendidikan Adat Istiadat
  • Nilai Pendidikan Patriotisme
  • Nilai Sosial Budaya

 

Incoming search terms: