Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Model Struktural “Think- Pair-Share” pada Materi Bentuk Akar-pangkat

Judul Skripsi : Eksperimentasi Pembelajaran Model Struktural “Think- Pair-Share” pada Materi Bentuk Akar-pangkat ditinjau dari Gaya Belajar

 

A. Latar Belakang Masalah

Dalam materi dibutuhkan pemahaman dan penguasaan konsep serta ketelitian yang lebih dibandingkan dengan materi yang lain. Materi ini dianggap sulit oleh sebagian besar siswa, hal ini dapat dilihat dari hasil ulangan harian siswa pada materi pokok bentuk akar, pangkat dan logaritma kelas X semester I tahun ajaran 2008/2009 SMA Raudlatul Fallah Pati dari interval 0-100 rata-rata nilainya hanya 44,2 dengan jumlah siswa 40 anak. Pada umumnya kesulitan yang dihadapi siswa adalah dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk akar dan pangkat, selain itu siswa hanya mengorganisir sendiri apa yang diperoleh tanpa mengkomunikasikan dengan siswa lain atau guru yang mengajar, oleh karenanya diperlukan keaktifan siswa selama proses belajar mengajar. Sehingga siswa yang aktif dapat membantu proses pemahaman bagi siswa yang kurang aktif, dengan saling bertukar pikiran. Oleh sebab itu, maka salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam mengatasi masalah tersebut adalah model pembelajaran struktural “Think-Pair-Share”.

Model pembelajaran struktural “Think-Pair-Share” merupakan suatu model pembelajaran cooperative learning (pembelajaran kooperatif) yang memberikan penekanan pada penggunaan struktur tertentu yang dirancang untuk mempengaruhi pola kreatif siswa, dan memberikan waktu kepada siswa untuk berpikir dan merespon serta saling membantu antara satu dengan yang lain dalam  menyelesaikan permasalahan tertentu. Model pembelajaran ini dapat meningkatkan penguasaan akademis siswa. Selain itu, dengan model pembelajaran ini siswa tidak akan cepat merasa bosan dalam belajar matematika. Rendahnya prestasi belajar siswa tidak mutlak disebabkan model pembelajaran yang tidak cocok karena ada faktor lain yang mempengaruhinya seperti gaya belajar siswa.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah model pembelajaran struktural “Think-Pair-Share” dapat menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik daripada penggunaan model pembelajaran langsung pada materi pokok bentuk akar, pangkat dan logaritma?
  2. Apakah ada perbedaan prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai gaya belajar tipe visual, auditorial, dan kinestetik pada materi pokok bentuk akar, pangkat dan logaritma?

 

C. Tujuan Penulisan

  1. Mengetahui apakah model pembelajaran struktural “Think-Pair-Share” dapat menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik daripada penggunaan model pembelajaran langsung pada materi pokok bentuk akar, pangkat dan logaritma.
  2. Mengetahui apakah ada perbedaan prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai gaya belajar tipe visual, auditorial, dan kinestetik pada materi pokok bentuk akar, pangkat dan logaritma.
  3. Untuk mengetahui manakah yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik antara model pembelajaran struktural “Think-Pair-Share” atau model pembelajaran langsung, pada gaya belajar tipe auditorial.

 

D. Kesimpulan

1. Prestasi belajar matematika siswa pada pokok bahasan akar, pangkat dan logaritma dengan menggunakan model pembelajaran struktural “Think-Pair- Share” lebih baik dari pada prestasi belajar matematika siswa dengan menggunakan pembelajaran langsung.

2. Prestasi belajar siswa pada pokok bahasan akar, pangkat dan logaritma yang mempunyai gaya belajar auditorial lebih baik prestasinya daripada siswa yang mempunyai gaya belajar kinestetik, siswa yang mempunyai gaya belajar visual prestasinya lebih baik daripada siswa yang mempunyai gaya belajar kinestetik, dan siswa yang mempunyai gaya belajar auditorial prestasinya lebih baik daripada siswa yang mempunyai gaya belajar kinestetik .