Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Model Pembelajaran yang Diawali dengan Senam Otak (Brain Gym) terhadap Prestasi Belajar

Judul Skripsi : Eksperimentasi Model Pembelajaran yang Diawali dengan Senam Otak (Brain Gym) terhadap Prestasi Belajar Matematika

 

A. Latar Belakang

Senam otak (brain gym) kiranya dapat dijadikan sebagai salah satu solusi penting, agar otak bisa difungsikan secara optimal. Karena bukan hanya tubuh yang bisa disehatkan, otak juga bisa disehatkan. ”Senam otak bermanfaat menjadikan otak bekerja lebih efesien. Sehingga, otak akan membutuhkan lebih sedikit energi ketika bekerja. Ini juga akan membuat otak bekerja lebih ringan, dan tidak mudah mengalami kelelahan,” begitu kata Mangunsong, Psikolog UI (Mathematical Intelegence, 2007: 39).

Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka penulis memberanikan diri untuk mengadakan penelitian dengan judul: ”Eksperimentasi Model Pembelajaran yang diawali dengan Senam Otak (Brain Gym) terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau dari Kemampuan awal Siswa SMA Se- Kabupaten Kotawaringin Timur Sampit”.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah model pembelajaran yang di awali dengan senam otak (brain gym) memberikan prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional?
  2. Apakah kemampuan awal siswa yang berbeda-beda memberikan prestasi belajar matematika yang berbeda pula?
  3. Diantara pembelajaran yang di awali dengan senam otak (brain gym) dan pembelajaran konvensional, manakah yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik pada siswa dengan kemampuan awal tinggi, sedang dan rendah?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Apakah pembelajaran yang diawali dengan senam otak (Brain Gym) memberikan prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.
  2. Apakah kemampuan awal siswa yang berbeda-beda memberikan prestasi belajar matematika yang berbeda pula.
  3. Manakah diantara pembelajaran yang di awali dengan senam otak (Brain Gym) dan pembelajaran konvensional, yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik pada siswa dengan kemampuan awal tinggi, sedang dan rendah?

 

C. Kesimpulan

1. Prestasi belajar matematika siswa dengan pembelajaran yang diawali dengan senam otak (Brain Gym) memberikan prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.

2. Prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang.

3. Prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah

4. Prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah.

5. Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran yang diawali dengan senam otak dengan kemampuan awal terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan statistika, sehingga prestasi belajar matematika siswa dengan kemampuan awal tinggi, yang menggunakan model pembelajaran yang diawali dengan senam otak tetap lebih baik daripada prestasi belajar matematika yang mempunyai kemampuan awal tinggi, pada model pembelajaran konvensional. Sedangkan prestasi belajar matematika siswa dengan kemampuan awal sedang, yang menggunakan model pembelajaran yang diawali dengan senam otak juga lebih baik daripada prestasi belajar matematika yang mempunyai kemampuan awal sedang, pada model pembelajaran konvensional. Demikian juga pada siswa dengan kemampuan awal rendah, yang menggunakan model pembelajaran yang diawali dengan senam otak lebih baik daripada prestasi belajar matematika yang mempunyai kemampuan awal rendah, pada model pembelajaran konvensional.