Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT – RPT Ditinjau dari Motivasi Berprestasi Siswa

Judul Skripsi : Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) dan Tipe Reciprocal Peer Tutoring (RPT) Ditinjau dari Motivasi Berprestasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri di Kabupaten Sukoharjo Tahun Ajaran 2010/2011

A. Latar Belakang Skripsi

Dari implementasi RPT yang dilakukan, posisi siswa menjadi tutor (pengajar pribadi teman sebaya) ketika siswa membuat pertanyaan-pertanyaan untuk rekannya dan memberikan penjelasan pada rekannya yang tidak dapat menjawab item pertanyaan darinya dan posisi tutee (siswa pribadi) ketika siswa diberi pertanyaan dan penjelasan oleh rekannya. Menurut Griffin and Griffin (dalam Choudhury, 2002: 137) pada RPT, fungsi siswa sama yaitu sebagai tutor dan tutee. Ini memungkinkan siswa untuk memperoleh kedua keuntungan dari  persiapan dan instruksi yang digunakan tutor, dan dari instruksi yang diterima oleh tutee. Ditambahkan oleh Slavin (2011: 242) bahwa tutor dan tutee keduanya dapat diuntungkan: tutee dapat memelajari konsep akademis dan tutor memeroleh penerimaan dan pemahaman yang lebih baik terhadap siswa yang mempunyai ketidakmapuan.

Motivasi berprestasi siswa merupakan salah satu faktor penting dalam kegiatan pembelajaran matematika. Rao (2003:13) menjelaskan motivasi berprestasi adalah harapan untuk menemukan kepuasan dalam menguasai tantangan dan perbuatan yang sulit, motivasi untuk menampilkan tugas-tugas khusus untuk memiliki standar pesaing unggul dengan hasil yang dapat dinilai. Dengan motivasi berprestasi siswa dapat melakukan sesuatu sebaik-baiknya dan tekun dalam menyelesaikan permasalahan matematika hingga mencapai standar tertinggi.

 

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi, pemilihan, dan pembatasan masalah di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut.

  1. Manakah yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik antara model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan model pembelajaran kooperatif tipe RPT?
  2. Manakah yang memiliki prestasi belajar yang lebih baik antara siswa yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi, sedang dan rendah?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui manakah yang memberikan prestasi belajar yang lebih baik antar model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan model pembelajaran kooperatif tipe RPT.
  2. Untuk mengetahui manakah yang memiliki prestasi belajar yang lebih baik antara siswa yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi, sedang dan rendah.

 

D. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan serta mengacu pada perumusan masalah yang telah diuraikan pada Bab I, dapat disimpulkan bahwa pada siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri semester genap tahun pelajaran 2010/2011 di Kabupaten Sukoharjo, khususnya pada materi bangun ruang sisi datar:

1. Pembelajaran dengan tipe TGT memberikan prestasi belajar matematika yang sama dengan menggunakan tipe RPT.

2. Siswa dengan motivasi berprestasi tinggi mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa dengan motivasi berprestasi sedang maupun rendah. Di sisi lain, siswa dengan motivasi berprestasi sedang mempunyai prestasi belajar matematika yang sama dengan siswa dengan motivasi berprestasi rendah.

 

E. Saran

Berdasarkan kesimpulan dan implikasi penelitian di atas, maka dapat dikemukakan saran sebagai berikut:

1. Bagi Guru

Guru dapat menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan tipe RPT sebagai variasi pembelajaran untuk meningkatkan hasil prestasi matematika siswa, khususnya pada materi bangun ruang sisi datar: prisma tegak dan limas.

2. Bagi Para Peneliti

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi dalam kegiatan penelitian yang relevan di masa yang akan datang, dengan materi belajar dan tingkat pendidikan yang berbeda.