Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT dan TTW Ditinjau dari Harga Diri Siswa

Judul Skripsi : Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT dan TTW Ditinjau dari Harga Diri Siswa Kelas XI SMK

 

A. Latar Belakang

Pengaruh dari pembelajaran konvensional ini berlawanan dengan pengaruh pembelajaran kooperatif yang dinyatakan oleh Slavin (2010:122) yaitu, dampak psikologis dari pembelajaran kooperatif adalah pengaruhnya terhadap harga diri siswa. Keyakinan siswa bahwa mereka adalah pribadi yang penting dan bernilai merupakan sesuatu yang sangat penting untuk membangun kemampuan dalam menghadapi kekecewaan dalam hidup, untuk menjadi pembuat keputusan dengan percaya diri dan menjadi pribadi yang produktif dan bahagia.

Dalam kelompok diskusi, memungkinkan siswa untuk saling berkomunikasi dengan teman dan saling bertukar pikiran dengan saling menghargai pendapat. Keberhasilan suatu kelompok tidak hanya ditentukan oleh salah satu individu saja, melainkan oleh seluruh anggota kelompok, sehingga akan tercipta kerjasama dalam kelompok untuk mencapai keberhasilan. Hal ini memungkinkan bagi siswa untuk menikmati pembelajaran matematika sehingga dapat mempengaruhi prestasi belajarnya.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat menghasilkan prestasi belajar matematika siswa yang lebih baik daripada model pembelajaran kooperatif tipe TTW maupun model pembelajaran Konvensional? Apakah model pembelajaran kooperatif tipe TTW dapat menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada model pembelajaran Konvensional?
  2. Apakah prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai tingkat harga diri tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai tingkat harga diri sedang maupun rendah? Apakah prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai tingkat harga diri sedang lebih baik daripada prestasi belajar matematika.

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada model pembelajaran kooperatif tipe TTW maupun model pembelajaran Konvensional, dan apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TTW memberikan prestasi matematika yang lebih baik daripada model pembelajaran Konvensional.
  2. Untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai tingkat harga diri tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai tingkat harga diri sedang maupun rendah dan apakah prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai tingkat harga diri sedang lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai tingkat harga diri rendah.

 

D. Kesimpulan Skripsi

1. Terdapat perbedaan prestasi belajar matematika untuk penggunaan model pembelajaran yang berbeda, model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan model pembelajaran kooperatif tipe TTW menghasilkan prestasi belajar matematika yang sama baik, model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan model pembelajaran Konvensional menghasilkan prestasi belajar matematika yang sama baik, dan model pembelajaran kooperatif tipe TTW menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada model pembelajaran Konvensional.

2. Terdapat perbedaan prestasi belajar matematika untuk tingkat harga diri yang berbeda, siswa dengan tingkat harga diri tinggi dan siswa dengan tingkat harga diri sedang mempunyai prestasi belajar matematika yang sama baik, siswa dengan tingkat harga diri tinggi mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa dengan tingkat harga diri rendah, dan siswa dengan tingkat harga diri sedang mempunyai prestasi belajar matematika yang sama baik dengan siswa yang mempunyai tingkat harga diri rendah.