Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dan TPS pada Materi Pokok Persamaan Garis Lurus

Judul Skripsi : Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dan Think Pair Share (TPS) Pada Materi Pokok Persamaan Garis Lurus Ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa Kelas VIII SMP Negeri Se-Kabupaten Blora

A. Latar Belakang

Berdasarkan informasi dari Badan Standar Nasional Pendidikan, hasil Ujian Nasional tahun pelajaran 2009/2010 menunjukkan bahwa siswa di SMP Negeri Se-Kabupaten Blora mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan konsep persamaan garis lurus. Hal ini ditunjukkan dengan rendahnya persentase penguasaan konsep siswa dalam menentukan gradien garis lurus dengan persamaan ax + by + c = 0 sebesar 53,67%, menentukan persamaan sebuah garis pada sebuah grafik sebesar 35,37%, dan menentukan grafik dari persamaan suatu garis sebesar 29,42%.

Informasi dari guru matematika menyebutkan bahwa secara garis besar keadaan pembelajaran matematika kelas VIII di SMP Negeri yang ada di Kabupaten Blora yaitu sebagai berikut.

(1) di ruang kelas siswa relatif tenang mendengarkan guru mengajar

(2) siswa sibuk mencatat

(3) tidak ada keberanian siswa dalam mengajukan pertanyaan

(4) siswa cenderung takut dan enggan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru

(5) kecenderungan siswa tidak mengkomunikasikan kesulitan yang dialaminya dengan siswa lain (jarang terjadi pemecahan masalah secara kooperatif).

Hal tersebut berdampak pada rendahnya prestasi belajar matematika siswa.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah model pembelajaran kooperatif tipe STAD memberikan prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dan model pembelajaran konvensional, serta model pembelajaran kooperatif tipe TPS memberikan prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan model pembelajaran konvensional?
  2. Apakah prestasi belajar matematika siswa dengan gaya kognitif field independent lebih baik dibandingkan prestasi belajar matematika siswa dengan gaya kognitif field dependent?
  3. Apakah pada siswa dengan gaya kognitif field independent, model pembelajaran kooperatif tipe STAD memberikan prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dan model pembelajaran konvensional, serta model pembelajaran kooperatif tipe TPS memberikan prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan model pembelajaran konvensional?

 

C. Tujuan Penelitian Skripsi

  1. Untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe STAD memberikan prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dan model pembelajaran konvensional, serta model pembelajaran kooperatif tipe TPS memberikan prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan model pembelajaran konvensional.
  2. Untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa dengan gaya kognitif field independent lebih baik dibandingkan prestasi belajar matematika siswa dengan gaya kognitif field dependent.
  3. Untuk mengetahui apakah pada siswa dengan gaya kognitif field independent, model pembelajaran kooperatif tipe STAD memberikan prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dan model pembelajaran konvensional, serta model pembelajaran kooperatif tipe TPS memberikan prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan model pembelajaran konvensional.

 

D. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa:

1. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD memberikan prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dan model pembelajaran konvensional, serta model pembelajaran kooperatif tipe TPS memberikan prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan model pembelajaran konvensional.

2. Prestasi belajar matematika siswa dengan gaya kognitif field independent lebih baik dibandingkan prestasi belajar matematika siswa dengan gaya kognitif field dependent.

Incoming search terms: