Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dan NHT pada Pembelajaran Matematika

Judul Skripsi : Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dan Numbered Heads Together (NHT) pada Pembelajaran Matematika Siswa SMA Kelas X Semester I di Kabupaten Wonogiri Ditinjau dari Kemampuan Awal Siswa Tahun Pelajaran 2010 – 2011

 

A. Latar Belakang

Matematika yang bersifat deduktif aksiomatik dan berangkat dari hal-hal yang abstrak, cenderung sulit diterima dan dipahami oleh siswa. Aksiomatik yang dimaksud adalah pembenaran pernyataan P1 dengan menggunakan pernyataan P2 yang sebelumnya telah diterima benar. Sedangkan pembenaran pernyataan P2 dengan menggunakan pernyataan P3 yang sebelumnya telah diterima benar pula. Demikian seterusnya sehingga sampai pada suatu pernyataan P0 yang tidak lagi perlu pembuktian. Pernyataan P0 inilah yang disebut aksioma.

Oleh karena aksioma digunakan selalu mempunyai sifat umum dan kemudian dapat diturunkan hingga memperoleh sifat-sifat khusus, maka struktur ini disebut pula berpola deduktif. Dan ini merupakan satu-satunya pola pikir yang diterima dalam matematika. Konsep matematika tersusun secara hierarkis, yang berarti bahwa  dalam mempelajari matematika konsep sebelumnya yang menjadi prasyarat harus benarbenar dikuasai agar dapat memahami konsep selanjutnya. Salah satu cara yang dilakukan oleh banyak pihak untuk meningkatkan keaktifan siswa di dalam kelas adalah dengan pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif merupakan sebuah kelompok strategi pengajaran yang melibatkan siswa bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama (Eggen and Kauchak dalam Trianto, 2007:42). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemakaian model pembelajaran kooperatif lebih baik daripada model pembelajaran konvensional.

 

B. Perumusan Masalah Skripsi

  1. Apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat menghasilkan hasil belajar matematika yang lebih baik dari pada model pembelajaran kooperatif tipe NHT?
  2. Apakah hasil belajar matematika siswa yang memiliki kemampuan awal yang tinggi lebih baik daripada siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang dan rendah? Apakah hasil belajar matematika siswa yang memiliki kemampuan awal yang sedang lebih baik daripada siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah?
  3. Manakah di antara model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan NHT yang memberikan hasil belajar yang lebih baik ditinjau dari tingkat kemampuan awal kategori tinggi, sedang maupun rendah?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat menghasilkan hasil belajar matematika yang lebih baik dibandingkan dengan tipe NHT.
  2. Apakah hasil belajar matematika siswa yang memiliki kemampuan awal yang tinggi lebih baik daripada siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang atau rendah. Apakah hasil belajar matematika siswa yang memiliki kemampuan awal sedang lebih baik daripada siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah.

 

D. Kesimpulan

1. Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menghasilkan hasil belajar matematika siswa yang lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada materi sistem persamaan linear dan kuadrat.

2. Hasil belajar matematika siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi lebih baik dari siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang atau rendah, demikian pula hasil belajar matematika siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang lebih baik dari siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah pada materi sistem persamaan linear dan kuadrat.

3. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD memberikan hasil belajar yang lebih baik dari pada model pembelajaran kooperatif tipe NHT jika ditinjau dari tingkat kemampuan awal kategori tinggi, sedang maupun rendah pada materi sistem persamaan linear dan kuadrat.