Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dan Jigsaw pada Pokok Bahasan Bentuk Aljabar

Judul Skripsi : Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dan Jigsaw pada Pokok Bahasan Bentuk Aljabar Ditinjau dari Perhatian Orang Tua Siswa SMP

 

A. Latar Belakang

Tingkat keberhasilan penerapan model pembelajaran tipe Jigsaw dan STAD ini dapat dilihat dari kerjasama dan keaktifan siswa dalam kelompok yang sudah mulai tampak selama diskusi berlangsung. Lebihrinci keberhasilan tipe jigsaw dapat dilihat dari hasil pekerjaan siswa pada tes akhir dimana siswa sudah dapat menuliskan langkah-langkah menyelesaikan soal matematika dengan benar. Sedangkan keberhasilan tipe STAD dapat dilihat pada saat membandingkan jawaban dan  meluruskan jika ada anggota kelompok yang mengalami kesalahan konsep.

Salah stu penyebab kesulitan siswa dalam memecahkan masalahmasalah dalam belajar adalah siswa tidak diberikan kesempatan untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri. Maka tugas guru dituntut mencari alternatif untuk membantu siswa agar dapat memecahkan masalah dengan benar. Namun demikian terdapat faktor lain yang dapat menjadi penyebab menurunnya prestasi belajar siswa, yaitu perhatian orang tua dalam pendidikan putra-putrinya. Sebagian besar waktu anak tetaplah berada di rumah, sehingga keberhasilan upaya mengoptimalkan perkembangan anak tidak hanya dilihat dari sisi lembaga pendidikan. Keluarga lebih khusus orang tua, pada prinsipnya tetap memegang tanggung jawab terbesar dalam pendidikan anaknya.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah pembelajaran matematika pada pokok bahasan Bentuk Aljabar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD memberikan prestasi belajar yang lebih baik daripada menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik dari pada tradisional?
  2. Apakah kategori perhatian orang tua siswa yang berbeda-beda memberikan prestasi belajar matematika yang berbeda pula

 

C. Tujuan Penelitian Skripsi

Penelitian ini bertujuan:

  1. Untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menyebabkan prestasi belajar yang lebih baik jika dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik dari tradisional pada materi bentuk aljabar siswa kelas VII SMP di Kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2010/2011.
  2. Untuk mengetahui apakah kategori perhatian orang tua siswa yang berbeda-beda memberikan prestasi belajar matematika yang berbeda pula.

 

D. Kesimpulan

Berdasarkan landasan teori dan didukung hasil analisis yang telah dikemukakan dalam BAB IV serta mengacu pada perumusan masalah yang telah diuraikan, maka dapat disimpulkan bahwa pada kelas VII SMP Negeri se- Kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2010/2011:

1. Pada siswa-siswa yang diberi model pembelajaran kooperatif tipe STAD mendapatkan prestasi belajar yang sama dengan siswa-siswa yang diberikan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Siswa-siswa yang diberikan model pembelajaran kooperatif tipe STAD mendapatkan prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa-siswa yang diberikan model pembelajaran tradisional. Siswa-siswa yang diberikan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw mendapatkan prestasi belajar yang sama dengan siswa-siswa yang diberikan model pembelajaran tradisional.

2. Siswa-siswa yang mendapatkan dukungan perhatian orang tua tinggi memperoleh prestasi belajar matematika yang sama dengan siswa-siswa yang mendapat dukungan perhatian orang tua sedang. Siswa-siswa yang mendapat dukungan perhatian orang tua tinggi memperoleh prestasi belajar matematika yang baik daripada siswa-siswa yang mendapat dukungan perhatian orang tua rendah. Sedangkan siswa-siswa yang mendapat dukungan perhatian orang tua sedang memperoleh prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa-siswa yang mendapat dukungan perhatian orang tua rendah.