Pembelajaran Model Kooperatif Pada Materi Persamaan Garis Lurus

Latar Belakang Gaya Pembelajaran Pada Matematika

Pembelajaran matematika dengan berkelompok (cooperative learning) adalah pembelajaran yang menitikberatkan pada aktivitas belajar, membantu dan membimbing siswa jika menemui kesulitan, serta membantu mengembangkan kreativitas siswa terhadap prestasi belajarnya. Pembelajaran tersebut dilalui dengan peserta didik membangun sendiri pengetahuannya melalui pengalaman dan interaksinya dengan lingkungan, artinya bagaimana guru membantu dan mengarahkan kepada siswa untuk berpikir dan mampu menyelesaikan masalah (soal) dengan baik.

Faktor lain yang terkadang masih diabaikan dalam berbagai penelitian pendidikan matematika adalah kreativitas belajar siswa. Seiring dengan perkembangan teknologi dan media elektronik, sebagian siswa justru tidak dapat menyikapinya secara bijak. Sebagai contoh adanya tayangan-tayangan menarik di televisi menjadikan siswa kurang bersemangat dalam belajar, sebaliknya lebih semangat untuk mengikuti acara televisi. Oleh karena itu perlu ada upaya meningkatkan kreativitas belajar siswa, khususnya kreativitas berprestasi dalam belajar matematika. Hal tersebut perlu dilakukan sebagai upaya untuk mengungkap informasi secara komprehensif terhadap gejalagejala yang muncul dalam praktik pembelajaran terkait kreativitas berprestasi siswa dalam belajar matematika.

Rumusan Masalah

  1. Manakah yang memberikan pengaruh lebih baik terhadap prestasi belajar matematika siswa, antara pembelajaran dengan model kooperatif tipe STAD, model kooperatif tipe TPS atau pembelajaran konvensional?
  2. Manakah yang mempunyai prestasi belajar lebih baik diantara siswa yang mempunyai tingkat kreativitas tinggi, sedang atau rendah?

Landasan Teori

  • Pengertian Matematika

Berikut beberapa definisi mengenai matematika, diantaranya adalah terdapat di dalam Kamus Bahasa Indonesia (2005: 723),  matematika mempunyai pengertian ilmu tentang bilangan, hubungan antara bilangan, dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan.

  • Pengertian Prestasi Belajar Matematika

Berdasarkan pengertian prestasi belajar dan matematika yang telah diuraikan di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar matematika adalah hasil yang telah dicapai siswa dalam proses belajar matematika melalui pendidikan formal yaitu SD, SMP, dan SMA, yang menghasilkan perubahan pada diri siswa yang disebabkan oleh latihan yang terarah dan hasil dari pengalaman serta proses interaksi dari individu, perubahan tersebut berupa pembentukan makna, penguasaan pengetahuan, dan keterampilan yang hasilnya dinyatakan dengan simbol, angka, atau huruf sebagai nilai.

  • Pembelajaran Kooperatif

Menurut Ismail (2003), istilah model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas daripada strategi, metode, atau prosedur.

  • Unsur-unsur Dalam Pembelajaran Kooperatif

Menurut Anita Lie (2005: 36), terdapat lima unsur yang membedakan pembelajaran kooperatif dengan hanya sekedar belajar kelompok, yaitu: saling ketergantungan positif, akuntabilitas individual, interaksi tatap muka, komunikasi antar anggota dan evaluasi proses kelompok.

Metode Penelitian

Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 3×3. Populasinya adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri di Kota Madiun.

Pengambilan sampel dengan teknik stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 283 siswa.

Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket kreativitas dan tes prestasi belajar matematika.

Uji coba instrumen angket meliputi validitas isi, konsistensi internal dan reliabilitas.

Uji coba tes meliputi validitas isi, tingkat kesukaran, daya beda dan reliabilitas.

Teknik analisis data yang dilakukan yaitu: Uji keseimbangan, uji prasyarat analisis (Uji Normalitas dan Uji Homogenitas), Uji Hipotesis penelitian dengan menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama.

Kesimpulan

  1. Penerapan pembelajaran dengan model kooperatif tipe STAD dan TPS memberikan pengaruh yang sama terhadap prestasi belajar matematika siswa, namun keduanya (STAD dan TPS) lebih baik dibanding pembelajaran konvensional.
  2. Siswa yang memiliki tingkat kreativitas tinggi mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa yang memiliki tingkat kreativitas sedang maupun rendah, sedangkan siswa yang memiliki tingkat kreativitas sedang mempunyai prestasi belajar yang sama dengan siswa yang memiliki tingkat kreativitas rendah.

Incoming search terms: