Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Ditinjau dari Prestasi Belajar Matematika

Judul Skripsi : Efektivitas Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) pada Pokok Bahasan Persamaan Kuadrat Ditinjau dari Minat Belajar Siswa Kelas X SMA di Kabupaten Ngawi

 

A. Latar Belakang Masalah

Pembelajaran kooperatif adalah strategi pembelajaran dimana siswa belajar bersama dalam kelompok-kelompok kecil dan saling membantu. Dalam menyelesaikan tugasnya, setiap anggota kelompok saling bekerja sama dan membantu untuk mamahami suatu materi pelajaran. Terdapat beberapa tipe pembelajaran kooperatif, salah satunya pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah jenis pembelajaran kooperatif dimana siswa setelah belajar dalam kelompok diadakan turnamen akademik. Dalam Turnamen tersebut, siswa akan berkompetisi sebagai wakil-wakil dari kelompok mereka dengan anggota dari kelompok lain yang berkemampuan sama. Nilai yang diperoleh dari turnamen akan menjadi nilai dari masing-masing kelompok.

Selain metode yang digunakan guru dalam mengajar matematika, keberhasilan belajar siswa tidak terlepas dari minat belajar siswa mengikuti pelajaran matematika. Menurut Slameto (2003:57), minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila materi pelajaran yang dipelajari dan guru yang mengajar tidak sesuai dengan minat siswa maka siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya. Minat belajar siswa bervariasi, ada yang minat belajarnya tinggi, sedang, dan rendah.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah pembelajaran dengan metode kooperatif tipe TGT memberikan efek prestasi belajar matematika lebih baik daripada pembelajaran dengan metode ekspositori?
  2. Apakah siswa dengan minat belajar tinggi memiliki prestasi belajar matematika lebih baik daripada siswa dengan minat belajar sedang atau rendah?
  3. Apakah siswa dengan minat belajar sedang memiliki prestasi belajar matematika lebih baik daripada siswa dengan minat belajar rendah?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui perbedaan pembelajaran dengan metode kooperatif tipe TGT dibanding pembelajaran dengan metode ekspositori dalam peningkatan prestasi belajar matematika siswa.
  2. Untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar matematika siswa dengan minat belajar tinggi dengan minat belajar sedang atau rendah.
  3. Untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar matematika siswa dengan minat belajar sedang dengan minat belajar rendah.

 

D. Kesimpulan Skripsi

1. Terdapat perbedaan yang signifikan dari pembelajaran metode kooperatif tipe TGT dan metode ekspositori terhadap prestasi belajar matematika yaitu prestasi belajar matematika kelompok siswa yang diajar dengan metode kooperatif tipe TGT lebih baik dari kelompok siswa yang diajar dengan metode ekspositori.

2. Terdapat perbedaan yang signifikan dari tingkat minat belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika yaitu:

(1) prestasi belajar matematika siswa dengan minat belajar tinggi lebih baik dari siswa dengan minat belajar sedang atau rendah

(2) prestasi belajar matematika siswa dengan minat belajar sedang lebih baik dari siswa dengan minat belajar rendah.

 

E. Saran

Agar prestasi belajar matematika dapat ditingkatkan, maka disarankan:

1. Kepada Pengajar:

Dalam pembelajaran matematika, sedapat mungkin agar pengajar menggunakan metode kooperatif tipe TGT, sehingga siswa akan lebih aktif dan proses pembelajaran menjadi menyenangkan.

2. Kepada pihak sekolah.

Memberikan kesempatan kepada pengajar agar aktif mengikuti kegiatan-kegiatan yang sifatnya menambah pengetahuan baik dari materi maupun metode pembelajaran.