Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Membaca Pemahaman dan Sikap Bahasa dgn Kemampuan Mengapresiasi Cerita Pendek

Judul Skripsi : Hubungan Antara Kemampuan Membaca Pemahaman dan Sikap Bahasa dengan Kemampuan Mengapresiasi Cerita Pendek

 

A. Latar Belakang Masalah

Seminar yang bertema “Pengajaran Sastra untuk Manusia Seutuhnya Guna Menghadapi Milenium Baru” di Padang pada tanggal 27 Oktober 1999 menghasilkan suatu simpulan bahwa kebanyakan guru di sekolah, sejak satu dasa warsa terakhir gagal melaksanakan pengajaran sastra yang mencerdaskan siswa. Pengajaran sastra selama ini keliru karena mengandalkan memori dan tidak memberikan perhatian pada pengembangan kreativitas serta tidak melibatkan anak didik dalam problematika.

Berdasarkan pendapat tersebut maka dalam pengajaran sastra di sekolah-sekolah diharapkan banyak memberikan kegiatan kepada siswa untuk membaca karya sastra secara langsung dan utuh. Karya sastra yang diajarkan di sekolah di antaranya drama, novel, cerpen, dan puisi. Maka dari itu, di sekolah siswa diperkenalkan langsung pada sastra tersebut secara langsung bukan pada teorinya, sehingga siswa akan mempunyai kemampuan mengapresiasi sastra.

 

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut.

  1. Adakah hubungan antara kemampuan membaca pemahaman dan kemampuan mengapresiasi cerita pendek?
  2. Adakah hubungan antara sikap bahasa dan kemampuan mengapresiasi cerita pendek?
  3. Adakah hubungan kemampuan membaca pemahaman dan sikap bahasa secara bersama-sama dengan kemampuan mengapresiasi cerita pendek?

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara tentang kemampuan membaca pemahaman dan sikap bahasa dengan kemampuan mengapresiasi cerita pendek pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Se-Gugus Yudistira, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Sementara itu, secara khusus penelitian ini bertujuan mengetahui ada tidaknya:

  1. Hubungan antara kemampuan membaca pemahaman dan kemampuan mengapresiasi cerita pendek.
  2. Hubungan antara sikap bahasa dan kemampuan mengapresiasi cerita pendek.
  3. Hubungan kemampuan membaca pemahaman dan sikap bahasa secara bersama- sama dengan kemampuan mengapresiasi cerpen.

 

D. Simpulan

1. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara kemampuan membaca pemahaman dan kemampuan mengapresiasi cerita pendek. Artinya makin baik kemampuan membaca pemahaman siswa, makin baik pula kemampuan mengapresiasi cerita pendek mereka.

2. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara sikap bahasa dan kemampuan mengapresiasi cerita pendek. Artinya makin positif sikap bahasa siswa, makin baik pula kemampuan mengapresiasi cerita pendek mereka.

3. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara kemampuan membaca pemahaman dan sikap bahasa secara bersama-sama dengan kemampuan mengapresiasi cerita pendek. Artinya makin baik kemampuan membaca pemahaman dan sikap bahasa siswa, makin baik pula kemampuan mengapresiasi cerita pendek mereka. Berdasarkan temuan tersebut dapat dijelaskan bahwa kemampuan membaca pemahaman dan sikap bahasa siswa, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan kemampuan mengapresiasi cerita pendek siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Se-Gugus Yudistira, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri.